
"Kamu belum hamil juga, Freya?" tanya mama mertuanya, Elya.
"Belum, Mom."
"Enggak apa. Ada Chiro juga harus di syukurin, ya. Mommy senang, bahagia banget, malah, kamu dan Arby kembali bersama."
Elya memeluk Freya, mengusap punggung menantunya itu. Dia sadar, hanya Freya yang bisa membuat anak semata wayangnya itu bahagia. Melihat bagaimana Arby yang pendiam dan pemarah saat ditinggal oleh Freya. Tapi untung saja, Arby tidak melampiaskan semua itu dengan ikut menelantarkan Chiro. Dia justru sangat bangga pada putra satu-satunya itu, yang menjadi ayah yang sangat baik.
"Kamu tahu enggak sih, Sayang? Arby itu waktu masih kecil, selalu saja menyebut nama Feya, Feya. Atau kalau enggak, Eya, Eya, Mommy sampai bosan mendengarnya."
Siapa tuh? Cinta pertama Arby?
Mommy terus saja membicarakan tentang gadis kecil berkuncir kuda, yang sering menggunakan warna merah itu, tanpa sadar wajah Freya yang sudah asam bagai mangga muda.
Arby yang melihat itu, langsung merasa cemas. Dia tidak mau mommynya membicarakan soal anak kepada Freya.
__ADS_1
"Iya, Mom ...."
"Iya, My ...."
Hanya itu yang Freya ucapkan, sambil memberengut dan pikirannya melayang jauh. Dia heran, kenapa ada mertua yang begini menyebalkan, membicarakan tentang masa lalu anaknya kepada istrinya. Apalagi diceritakan dengan begitu ceria dan tanpa rasa bersalah.
Mulut Freya mulai komat-komit.
Arby sialan! Awas saja, nanti Arjun enggak aku kasih jatah. Aku mau tidur saja sama Chiro.
"Pantas saja dulu Arby itu sering meminta koki untuk membuatkan makanan, bekal yang dibawa ke sekolah banyak banget, Mommy sampai heran. 'Ini buat calon menantu Mommy,' begitu dulu kata Arby. Ya ampun, masih kecil sudah nyiapin mommy calon menantu. Jangan-jangan Chiro juga sudah menyiapkan calon menantu untuk kamu." Elya tertawa sambil mengatakan itu.
Mata Freya seketika melebar. Tidak akan dia biarkan putra kesayangannya ganjen seperti daddynya.
Calon menantu? Aku belum siap di panggil oma saat masih muda begini. No no no ... Chiro ku anak yang polos.
__ADS_1
Tapi, buah kan jatuh todak jauh dari pohonnya.
Mulut Freya terus saja komat-kamit tidak jelas, membuat Arby merasa gelisah, tapi juga gemas, pengen nyium.
Freya menghela nafas berkali-kali, mendengar ibu mertua yang sangat membanggakan perempuan tidak jelas bernama Feya itu.
Ish, apa bagusnya tuh cewek. Pasti cantikan aku, lah. Yang suka sama aku saja banyak. Awas saja kalau tuh si kutu kupret masih membayangkan cewek centil bernama Feya itu.
Freya menusuk-nusuk potongan mangganya dengan brutal. Kupingnya sudah sangat panas. Kalau saja itu bukan ibu mertuanya, pasti sudah dia cekik.
Chiro juga melihat mommy tersayangnya yang memberengut. Lalu melihat omanya, yang sepertinya penyebab semuanya.
Ish, oma memang selalu menyebalkan. Dulu menyuruh daddy menikah dengan sekretarisnya, sekarang membuat mommy Chiro kesal. Tenang saja mommy, ada Chiro yang akan selalu membela mommy dari serangan orang jahat. Lihat saja, oma kan enggak punya cucu lain selain Chiro. Nanti Chiro yang akan menghukum oma dan daddy, juga opa.
Orang yang tidak tahu apa-apa, akhirnya jadi ikut menjadi sasaran. Arby menghela nafas, sepertinya dia harus bekerja keras untuk kedua orang tersayangnya itu yang ngambek enggak jelas. Tidak tahu, kalau dia sendiri penyebabnya.
__ADS_1