Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
158 Yang Tercantik


__ADS_3

"Daddy, Daddy," bisik Chiro.


"Apa, Chiro?"


"Apa mungkin adik bayi demo, karena tadi Daddy menolak membawakan pria tampan? Atau ngambek karena enggak diajak jalan-jalan? Makanya mommy sampai muntah dan mau pingsan?"


Wajah Arby sampai muram, kan dia jadi kepikiran juga.


Aku harus memberikan pengertian kepada calon anakku. Amit-amit dah kalau dia sampai centil seperti Nania.


Bibir Arby maju mundur maju mundur, membuat Freya gemas dan langsung menariknya dengan kencang.


"Awww, sakit, Sayang!"


"Kalian bisik-bisik apaan, sih?" tanya Freya pada Arby dan Chiro.


Arby langsung menutup mulut Chiro yang ingin mengatakannya pada Freya. Freya tentu saja langsung curiga.

__ADS_1


"Kalian lihat cewek cantik, ya?"


Arby langsung geleng-geleng kepala.


"Mommy, yakinlah bahwa Mommy wanita tercantik di hati kami. Bagaimana mungkin mata ini bisa mendapatkan sesuatu yang lebih indah dari Mommy? Apa mommy tahu bagaimana hati ini merindu jika tidak melihat Mommy?"


Wajah Freya langsung bersemu merah. Dia merasa seperti sedang digombalin oleh berondong.


"Aaah, Chiro Sayang, kenapa kamu so sweet sekali, sih? Apa Daddy yang ngajari kamu menggombal?"


"Iya dong, Mom. Kan daddy bilang, kalau harus banyak belajar dari daddy supaya sukses seperti daddy. Chiro dulu juga sering dengar para ayah itu kalau ngomongin cewek, selalu dipuji-puji begitu. Ayah Acel dulu pernah bilang begini ke perempuan, 'Kamu tahu enggak, kamu perempuan tercantik yang pernah aku temui,' begitu katanya. Tapi besoknya, ayah Acel bilang begitu juga ke perempuan yang lain. Hmmm ... berarti, dalam satu minggu, ada tujuh perempuan yang tercantik ya, Mom?"


Wah wah wah, si Chiro ini masih kecil sudah jadi provokator, ya. Apa dia mau mengadu domba kami?


"Tapi Mommy tenang saja, bagi Chiro, hari ini esok dan selamanya, Mommy tetap yang tercantik."


Freya menggigit bibirnya, lalu menoel-noel pipi Chiro. Sedangkan Arby mendapat tatapan sinis dari Freya karena diam saja dan semakin manyun.

__ADS_1


"Chiro, lain kali tidak boleh mendahului daddy, loh. Mommy kamu ini punya daddy, kamu cari perempuan lain sana untuk kamu goda." Arby langsung memeluk Freya, dan mengecup pipi Freya.


Kini wajah Chiro yang cemberut, dia sekarang menatap Nania, Nuna, Rei dan Aruna. Para pria itu langsung menutupi para perempuan, tidak ingin calon playboy itu menggoda tante-tante.


🍁🍁🍁


Selama hari-hari berikutnya, banyak masalah yang terjadi. Bukan hanya masalah Freya saja, tapi juga masalah dengan sahabat-sahabatnya.


"Aku kan sudah bilang, kamu itu jangan banyak pikiran. Biar aku dan yang lain mengurus semuanya."


Tapi Freya tetaplah Freya. Dia orang yang sangat peka dengan sekitar, apalagi ditambah hormon kehamilan, membuat dia jadi gampang stress.


Arby menghela nafas. Dia tidak menyalahkan Freya yang sangat peduli dengan para sahabatnya. Dulu, siapa yang menjaga Freya saat di Inggris? Saat Freya berada di fase terendahnya, para sahabatnya juga yang mendampingi dia. Mereka juga tidak pernah absen menginap di rumah sakit saat Freya koma.


Ikatan mereka sudah seperti saudara kandung. Meski Freya memang hilang ingatan, tapi perasaan kasih sayang itu tidak hilang.


"Jangan nangis, nanti calon anak kita jadi sedih juga." Arby mengusap air mata Freya yang terus menetes.

__ADS_1


"Aku kasihan pada mereka."


__ADS_2