Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
194 Ke Pantai


__ADS_3

Freya terusik dari tidurnya. Dia menepis tangan yang menoel-noel perutnya yang masih rata. Matanya sedikit terbuka, dengan wajah cemberut. Seketika wajah cemberut itu langsung berganti dengan senyuman, saat melihat anak-anaknya yang sedang mengerubungi dirinya.


"Moning, Mommy."


"Morning, anak-anak mommy yang ganteng ...."


"Yang gantengnya lebihin Daddy, ya?"


"Iya, dong."


Arby mendengkus mendengar pembicaraan itu. Sejak memiliki tiga anak laki-laki tambahan, dirinya semakin tersisihkan saja.


"Mommy, ayu jalan-jalan yu. Cuci mata, Mommy."


Freya tersenyum mendengar perkataan Ichi.


"Mau jalan-jalan ke mana?"


"Pantai, Mom."


"Oke. Sekarang mandi dulu, ya."


Freya lalu memandikan Sachi, Ichi, dan Ishi. Kalau libur ,Freya memang tidak segan mengira semua anaknya, dari hal terkecil sekalipun.


Selesai memandikan mereka, dia memberikan banyak minyak telon dan bedak bayi.


Arby bertugas memakaikan baju mereka. Banyak baju mereka yang sama, bahkan hampir semua baju anak-anaknya kembaran. Freya yang perutnya masih rata juga memakai kaos dan celana selutut.

__ADS_1


Arby menyiapkan bekal untuk mereka. Tidak segan melakukan semuanya sendiri meski ada banyak asisten rumah tangga, lalu Chie membantu mem-packing.


"Ayo."


Arby tidak lupa mengajak supir, karena dia harus ikut menjaga si kembar di dalam mobil, agar tidak rusuh di atas perut Freya yang ada dedek bayi.


"Ingat, ya. Di dalam perut mommy ada adek bayi, jadi kalian harus hati-hati."


"Iya, Daddy."


"Kamu enggak pusing kan, Yang?"


"Enggak."


Sesampainya di pantai, Arby menggendong si kembar di kanan kirinya, sedangkan Chiro mengandeng Sachi. Freya bersyukur karena Chiro benar-benar menyayangi adik-adiknya. Tidak ada perasaan iri atau merasa diabaikan. Chiro bahkan tetap antusias saat akan memiliki adik lagi.


Paket komplit


"Main airnya jangan terlalu ke dalam."


Chiro mengajak adik-adiknya membuat istana pasir. Si kembar malah guling-gulingan di atas pasir itu, membuat para pengunjung pantai tertawa geli.


"Ayo kita tangkap ubul-ubul."


"Tapi gak ada ubul-ubul."


"Putli duyung ada, gak?"

__ADS_1


Si kembar memperhatikan kiri kanannya, Berisha mencari putri duyung. Wajah mereka langsung cemberut, saat tidak mendapatkan apa yang mereka mau.


"Ayo, minum dulu."


Arby mengajak anak-anaknya istirahat, memberikan botol susu pada Sachi, Ichi, dan Ishi.


Tingkah ketiga balita itu sangat menggemaskan, apalagi ada Chiro sebagai kakak yang terus menjaga adik-adiknya.


"Aku juga mau, punya anak-anak seperti itu," ucap salah satu pengunjung pantai.


"Halah, punya satu saja kamu sudah ngeluh," ucap seseorang di sebelahnya.


"Ish, mereka lucu-lucu, bikin gemes. Emaknya makan apa itu, sampai punya anak kaya begitu?"


Pengunjung yang lain


"Kelihatan anak-anak orang kaya."


Mereka terus mengawasi anak-anak itu. Sejak kedatangan keluarga kecil Arby, mereka memang selalu diperhatikan. Penampilan mereka yang memang terlihat kayaknya orang kaya, meskipun hanya memakai kaos dan celana selutut, tetap saja berbeda.


"Yang dua itu kembar, kan?"


"Iya."


Arby menoleh ke kanan kiri, merasa seperti ada yang mengawasi mereka. Pandangannya kembali ke pada anak-anaknya.


"Anak-anak, main di sini saja. Jangan jauh-jauh dari mommy dan daddy!"

__ADS_1


Arby memberikan Freya minum, namun matanya tetap mengawasi keempat jagoan kecilnya


__ADS_2