
Hari-hari semakin berlalu, hubungan Arby dan Freya semakin harmonis dan romantis, membuat siapa saja yang melihatnya merasa iri dan baper.
Siang ini Freya membawakan makan siang ke kantor Arby. Dia ingin memberikan kejutan untuk suami tampannya itu.
Freya membuka pintu ruang kerja Arby tanpa mengetuknya lebih dulu. Di dalam, ada perempuan seksi yang duduk di hadapan Arby.
"Sayang, kamu datang? Ayo sini duduk."
Freya diam saja, dia hanya menatap perempuan seksi itu. Arby yang melihat itu, langsung tersenyum.
"Dia ini rekan bisnis aku, bukan selingkuhan aku, loh. Mukanya juga enggak secantik kamu, kok. Bukan tipe aku, ini mah."
Wajah Freya dan perempuan itu langsung merah. Sama-sama malu. Freya tersenyum kikuk, sama halnya dengan perempuan itu.
Perempuan itu memperhatikan penampilan dan wajah Freya.
Cantik dan berkelas, pantas saja Arby tidak bisa move on dari perempuan ini.
Tentu saja dia tahu berita tentang Arby dan Freya dari televisi dan internet dulu. Berita ini ramai dibicarakan orang.
Lalu dia melihat Arby, yang terlihat sangat mencintai istrinya itu.
Pasti akan menjadi berita heboh, kalau sampai ada perempuan yang berhasil merebut Arby dari perempuan ini.
Freya sejak tadi melihat gelagat perempuan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Sayang, kamu sangat mencintai aku, kan?" tanya Freya.
"Kenapa harus dipertanyakan lagi? Itu sudah pasti."
"Bagaimana kalau ada yang ingin memisahkan kita?"
"Berarti dia bukan orang baik. Tidak ada perempuan baik-baik yang ingin merebut suami dari sesama kaumnya, kecuali atas ijin istri untuk mereka menikah. Tidak ada pria baik-baik yang akan merebut istri dari sesamanya."
"Bagaimana kalau kamu meninggalkan aku?"
"Berarti aku bodoh dan tidak pantas untuk dicintai. Tidak layak menjadi suami dan ayah, juga kakek."
"Suamiku baik banget ya, Nona?"
"Perempuan yang ingin merebut suamiku, juga pasti tidak akan mendapat restu dari keluarga Abraham, Arthuro, dan keluarga besar lainnya. Aku ini menantu pilihan mereka. Menanti kesayangan mereka. Bukan begitu, Sayang?"
"Iya dong, My Honey."
Arby langsung mengecup kening dan bibir Freya, membuat perempuan di hadapan mereka memalingkan wajahnya.
"Oya, asisten dan sekretaris kamu di mana? Aku tidak lihatnya ada di luar?"
"Aku tadi menyuruhnya mengambil berkas di mobil aku. Kalau asisten aku lagi rapat sama para manager. Aku kan harus buru-buru selesai, mau ketemu kamu dan Chiro, eh kamu malah datang ke sini. Tahu saja kalau aku kangen."
Arby kembali mengecup kening dan bibir Freya, membuat si perempuan yang bernama Rizka itu menghela nafas.
__ADS_1
Apa mereka tidak mengingat ada aku di sini?
Pintu diketuk, dan Jasmine masuk dengan membawa beberapa dokumen.
"Selamat siang, Nyonya Freya," ucapnya memberi salam.
"Siang juga."
Jasmine melihat tangan Arby yang menggenggam tangan Freya.
Freya menghela nafas perlahan.
Ini resiko punya suami tampan dan kaya. Awas saja kalau Arby sampai mengkhianati aku, aku pisahkan nanti dia dan Chiro!
Freya hanya diam mendengarkan pembicaraan Arby dan Rizka.
"Lain kaki, silahkan datang bersama asisten Anda. Saya tidak mau istri cantik saya ini sampai salah paham. Dia sangat berharga untuk saya dan anak kami, juga untuk keluarga besar kami."
"Baik Tuan Arby, saya mengerti."
Setelah pintu tertutup, Arby langsung tersenyum.
"Cemburu, ya? Wajar sih, aku kan tampan dan kaya."
Freya hanya melengos mendengar perkataan Arby, tapi juga tertawa pada akhirnya.
__ADS_1