
Si kembar masih saja menangis karena adiknya kurang banyak. Gak adil, kata mereka.
"Iya, nanti nambah lagi, ya," ucap Arby yang langsung mendapatkan pelototan dari Freya.
"Kamu mah gitu, ngomongnya trauma mulu, tapi tetap aja nambah!"
Daddy dari lima orang anak itu hanya cengar-cengir saja.
"Ngomong-ngomong, siapa nama si cantik?"
"Namanya Aileen Keiko Zanuar Abraham."
Mereka bergantian menggendong bayi cantik itu. Putri satu-satunya Freya dan Arby, setidaknya sampai saat ini. Siapa tahu saja nanti nambah lagi.
Chiro menatap dengan penuh binar.
"Akhirnya Chiro punya adik perempuan juga. Chiro akan menjaga adik sebaik mungkin."
Anak laki-laki itu mengecupi adik perempuannya. Chiro tidak pernah berhenti tersenyum. Dia akan menjadi kakak yang baik.
Begitu juga keluarga besar kedua belah pihak. Akhirnya cucu perempuan yang dinantikan hadir juga.
"Kita harus mengadakan syukuran. Mama tidak menyangka akan mendapatkan cucu sebanyak ini dari kalian. Terima kasih, karena sudah memberikan mama cucu-cucu yang sangat luar biasa ini."
Tangis haru memenuhi ruangan. Di masa tua mereka, mereka bisa bermain dengan para cucu. Apa lagi yang kurang?
Rasanya tidak ada.
Cucu kembar, ada.
Cucu laki-laki, banyak.
__ADS_1
Cucu perempuan, ada.
Kehadiran Aileen Keiko menyempurnakan keluarga mereka.
Anak-anak tidak ada yang mau pulang. Mereka ngotot ingin tetap di rumah sakit.
"Nanti adik diambil olang. Abis, dah."
"Rumah sakit gak baik untuk kalian."
"Tapi mommy seling ke lumah sakit."
"Mommy kan kerja."
"Kita juga kelja, jagain adik."
"Gak apa deh, Yang. Daripada mumet sahutin mereka terus. Kalian harus memakai masker dan cuci tangan pakai sabun, ya."
Si kembar kembali merengek meminta asik bayi mereka tidur bersama.
"Bisa-bisa adik kegencet sama kalian."
💕💕💕
Hari ini mereka mengadakan syukuran atas kelahiran Aileen. Mansion Arby sudah dihias dengan sangat indah, dengan balon-balon warna-warni.
Dor dor dor
"Aaaa!"
Aileen langsung menangis kencang karena kaget, sedangkan Freya merunduk, bahkan banyak juga yang tiarap. Para pengawal sudah mengeluarkan senjata mereka dan siap siaga.
__ADS_1
Sachi dan si kembar tertawa saat berhasil memecahkan balon-balon itu.
"Itu belum dipecahin."
"Ya ampun, Sachi, Ichi, Ishi! Kalian ini ya, itu kan balon untuk menyambut kepulangan adik Aileen."
"Kalian membuat jantung semua orang berdetak tak karuan."
Jantung mereka masih berdetak kencang. Tadinya mereka pikir itu suara tembakan.
"Tiup lagi yang banyak."
Ketiga bocah laki-laki itu berlari-lari sana-sini dan mengumpulkan balon-balon itu.
"Seharusnya kita tahu, ini akan terjadi," ucap Arby menghela nafas.
Freya masih menenangkan Aileen yang menangis. Entah apa lagi yang akan ketiga bocah lelakinya itu lakukan. Mereka harus siap lahir batin.
"Ini, mam." Ishi memberikan kue bole pada Aileen.
"Dedeknya belum bisa makan bolu, Abang Ishi."
Ishi lalu pergi, dan kembali lagi dengan membawa kue yang lain.
"Adiknya baru bisa minum ASI aja. Belum bisa makan."
"Nanti kulus kalau gak makan. Uang Daddy habis, ya? Gak bisa kasih ade makan?"
"Sembarangan. Kecil-kecil kok ngeselin?" Arby komat-kamit, merasa disepelekan oleh anaknya sendiri.
"Jangan ngambek. Masih mau nambah anak lagi? Kan katanya banyak anak banyak rezeki?" tanya Freya, yang sebenarnya menyindir.
__ADS_1