
Hari ini Freya sangat ingin bermanja-manja dengan Arby. Dan ini suatu anugerah yang luar biasa untuk hot Daddy itu.
Dia senang banyak yang bergelayut manja di pelukannya. Ada Freya, Chiro dan Sachi.
Uhuy, rejeki nomplok ini!
Dia sudah membayangkan, bagaimana nanti kalau anaknya yang ketiga lahir. Dia akan menjadi pria, suami dan ayah yang paling bahagia di dunia ini.
"Saya g, apa rumah ini terlalu kecil? Apa perlu aku besarkan atau kita pindah ke tempat yang lebih besar lagi?"
Freya mendengkus, bisa-bisanya Arby mengatakan rumah ini kecil. Ada kebun buah dan sayur, juga ada taman. Belum lagi kokam renang dan lapangan olah raga. Belum lagi fasilitas lainnya. Apanya yang kecil, coba?
Memang, dengan rumah besar, berarti akan ada penambahan pelayan dan itu membuka lapangan pekerjaan untuk mereka, tapi Freya lelah harus berjalan di rumah yang sangat besar.
"Ini saja, aku sudah nyaman tinggal di sini."
__ADS_1
Jari ini seharusnya Arby ke kantor, tali demi Freya dia akan bekerja di rumah saja. Chiro juga tidak sekolah, karena ada kedua orang tua dan adiknya di rumah. Anak itu memang berotak cerdas, meskipun tidak sekolah, dia tidak akan ketinggalan pelajaran. Dia juga bisa meminjam catatan Radhi dan Raine kalau membutuhkannya.
Freya terus saja memakan buah yang dipotong oleh Arby. Pria itu juga yang memetiknya, memilih yang paling bagus demi kesehatan anak dan istrinya.
David mengemut-**** pisang, yang akhirnya dia sodorkan pada Arby agar Daddy tampannya itu yang memakannya.
"Sudah kamu bejek-bejek malah suruh Daddy makan."
Chiro dan Freya tertawa. Pria itu mengusap mulut Sachi dan membersihkan tangan anaknya dengan lembut. Freya bisa melihat dan merasakan bagaimana sayangnya Arby pada Sachi. Anak itu semakin hari semakin menggemaskan, sedangkan Chiro makin hari makin terlihat tampan.
Dan nanti setelah Freya melahirkan, Sidah dipastikan deretan foto itu akan bertambah. Foto seluruh keluarga besar dan dengan para sahabat mereka juga ada.
Ar y sangat bersyukur dirinya tidak menyerah menunggu Freya. Tetap setia dengan perempuan yang sama meski dia dulu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Bisa saja dulu dia menikahi Jasmine atau perempuan lainnya untuk menjadi ibu sambung Chiro. Tapi tidak, hatinya selalu menolak kehadiran perempuan lain. Lebih baik dia menduda seumur hidup dan tetap membesarkan Chiro seorang diri.
Arby mengusap lembut perut Freya, sambil mencegah kaki Sachi yang akan menendang perut itu.
__ADS_1
"Kakak Sachi, ini di dalam perut mommy ada adiknya, loh. Gemes ya, pengen main sama adik bayi? Sabar ya."
Arby berkata lembut pada anaknya itu.
"Dede ...."
"Iya, Dede bayi. Tuh, masih ada di dalam perut mommy."
Sachi memberikan kulit pisang pada perut Freya.
"Uang ...." (Buang)
Mereka tertawa melihat ulah Sachi.
Chiro mengambil kulit pisang itu dan meletakkannya di atas piring kosong. Freya benar-benar merasa terharu akan keluarga kecilnya itu. Dia sangat berharap kalau sahabat-sahabatnya juga akan merasakan kebahagiaan sama seperti dirinya, meski dia tahu, tidak akan ada kerjakan yang selalu berjalan mulus.
__ADS_1