Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
184 Dear, Freya


__ADS_3

Arby melihat Freya yang tertidur di sofa kamarnya. Tangannya memegang sebuah buku, dan di sebelahnya ada kotak yang cukup besar. Arby mencoba mengingat kotak apa itu. Lalu ingatannya kembali saat Nuna memberikannya di rumah sakit sebelum Freya operasi dulu.


Di dalam kotak itu, ada barang-barang yang membuat mata Arby terbelalak.


"Ini?"


Dia mengeluarkan satu persatu barang-barang itu. Lalu tangan Arby mengambil buku yang selama ini selalu dia baca. Arby ingin tahu, novel apa yang sering Freya baca.


Arby mulai membacanya, dan hatinya berdetak tak karuan ....


Dear, Freya ....


Hai Freya, kenalkan, aku adalah kamu di masa lalu. Kalau sampai kamu membaca buku ini, aku ucapkan selamat. Selamat karena kamu masih bertahan hidup, dan ternyata kamu kembali mengalami amnesia untuk yang kedua kalinya.


Ck ck ck ... ini rekor untukmu, Freya.


Jadi, aku adalah masa lalu kamu, dan kamu adalah masa depan aku. Buku ini akan menjadi penghubung rahasia antara kita berdua. Anggap saja buku ini adalah lorong waktu untuk kamu mengenal masa lalu kamu dari orang yang benar-benar bisa dipercaya, yaitu diriku.

__ADS_1


Tenang saja Freya, aku tidak akan menipu diriku sendiri yang ada di masa depan. Setelah kamu mengetahui semuanya, aku berharap kamu akan melakukan yang terbaik untuk masa depan kita yang selanjutnya.


Kamu juga harus sadar, kalau tidak akan ada kamu tanpa aku, dan kehidupan aku akan berakhir jika kamu tidak mampu bertahan.


Aku akan memulai kisah ini dari kita saat sekolah dasar kelas enam. Kenapa dimulai dari sana? Karena aku pun tidak tahu dan tidak mengingat apa pun sebelumnya. Yang aku tahu hanyalah kehidupanku yang dimulai sejak kelas enam SD.


Saat itu, kamu berteman dengan Nania. Si gadis centil yang periang tapi baik hati. Dia adalah teman pertama kamu. Banyak kejadian lucu yang kamu alami bersama dia.


(di buku itu, Freya menceritakan apa saja yang dia alami bersama dengan Nania)


Lalu saat kamu masuk SMP, kamu berkenalan dengan Aruna dan Rei. Di sekolah itu juga, kamu bertemu dengan empat buaya yang pastinya sekarang masih bersama kamu.


Ikmal, pria yang sampai sekarang belum terkontaminasi dengan yang namanya patah hati.


Marcell, si cowok tengil dan playboy.


Vian, cowok yang paling apes karena bersama dengan Marcell.

__ADS_1


Dalam kehidupan kamu saat itu, mereka berempat adalah pengacau. Tiada hari tanpa kamu dan sahabat-sahabat kamu bertengkar dengan mereka.


Bagi kamu saat itu, mereka adalah pengacau.


(Freya kembali menceritakan kehidupannya di SMP bersama mereka.)


Oya Freya, kamu pasti bertanya-tanya tentang keluarga kamu, kan?


Tentu saja kamu tahu kalau kamu punya orang tua, dan kakak adik. Hanya saja, kamu tidak dekat dengan mereka. Juga tidak dekat dengan keluarga kamu yang lain.


Apa kamu mau tahu kenapa? Apa aku harus menceritakannya padamu?


(Freya kembali menceritakan kehidupan dia saat remaja dulu dan keluarganya)


Freya, kehidupan kamu dulu memang tidak seperti remaja lainnya. Tapi kamu bisa lihat kehidupan kamu yang sekarang, kalau kita telah menjadi orang sukses. Jadi, anggap saja semua itu adalah jalan untuk mencapai kesuksesan kamu.


Kini saatnya kita memasuki Sekolah Menengah Atas. Lagi-lagi kalian bersama. Bukan hanya kamu dan sahabat-sahabat kamu, tapi juga dengan keempat pria itu.

__ADS_1


Saat itu aku berpikir, jangan-jangan kalian berdelapan berjodoh?


Arby mengusap matanya, kembali membaca buku itu di halaman berikutnya ....


__ADS_2