Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
144 Pria Lain


__ADS_3

"Tidak ada bedanya, Freya tetap saja jagonya kabur dan menutupi jejak."


Mereka merasa iba dengan Arby. Wajah pria itu terlihat cekung dengan lingkaran hitam di matanya. Sudah berhari-hari dia mengalami insomnia. Sudah pasti Arby tidak bisa tidur tanpa Chiro dan Freya, dia orang terkasihnya.


"Mico, jangan tutupi keberadaan Freya."


"Sumpah, aku emang enggak tahu di mana mereka. Aku juga cemas dengan Freya, apalagi dia sedang hamil."


Mico sangat tahu Freya, jika perempuan itu memutuskan untuk keberadaannya tidak diketahui oleh siapa pun, maka tidak ada yang boleh tahu.


"Coba aku lacak dulu."


Dengan lincah Mico memainkan jarinya di keyboard. Dia meretas CCTV di bandara, terminal, stasiun, restoran, hotel, tapi tidak menemukan petunjuk.


Mico bergumam pelan, sesekali tertawa lalu mendengus.


"Apanya yang lucu?"


"Enggak ada. Tapi aku salut sama dia, dia amnesia tapi kecerdasannya enggak hilang sama sekali. Dia itu cocoknya jadi mafia girl, bukan dokter."


Pluk

__ADS_1


Arby melempar Mico dengan kulit pisang.


"Mungkin Freya sekarang lagi senang-senang dengan pria lain," ucap Mico santai, sesantai dia memakan pisang.


Mereka mendelik kesal pada Mico. Pria itu bukannya menghibur dan mencarikan solusi, malah mencipratkan minyak ke api.


"Bagaikan kalau terjadi sesuatu yang buruk pada mereka?" tanya Arby lesu.


"Pasti kita sudah mendengar beritanya, 'Seorang anak kecil dan ibu hamil ditemukan ....'"


Mico tidak melanjutkan perkataannya karena mulutnya sudah dibekap oleh Ikmal. Kenapa dia suka sekali membuat Arby kesal?


"Bagaimana kalau dia ngidam dan susah untuk mendapatkan apa yang dia mau?"


Mico langsung kabur, sebelum dia dimaki-maki.


💧💧💧


Jasmine memohon-mohon agar dia tidak dipecat. Arby menganggap dia sengaja menjebak doa, memakai lingerie dan bermaksud menggoda dia.


"Tolong Tuan, jangan pecat saya. Bagaimana dengan keluarga saya nanti?"

__ADS_1


Memangnya Arby peduli? Yang dia pedulikan adalah bagaimana keluarganya nanti?


"Kenapa masalah ini bisa terjadi di saat Freya sedang hamil? Bagaimana kalau dia stress dan kondisinya tidak baik?"


"Kita pergi saja ke Inggris. Mungkin mereka kembali ke sana."


"Aku akan menyuruh orang untuk mencari tahu dulu di setiap negara."


Wajah Arby yang tirus kini dipenuhi jambang. Terlihat lebih maco, dengan tubuh tinggi tegap dan badan proporsional.


Ponselnya berbunyi.


[Kak, aku besok ada tour ke Belanda. Aku akan mencari tahu apa kak Freya ada di sana atau tidak.]


Pesan dari Vanya, adik Freya. Ponselnya kembali berdering.


[Aku sudah tiba di Korea buat syuting film terbaru. Semoga saja bertemu Freya dan yang lain di sini.]


Itu pesan dari Anya, kakak Freya. Sepupu-sepupu Freya yang ada di luar negeri juga mencari informasi. Ya, itulah enaknya punya keluarga besar yang solid, mereka akan saling membantu.


Arby memandang foto Freya dan Chiro yang terbaru. Foto saat Freya telah hamil. Foto itu diambil saat mereka baru pulang dari rumah sakit setelah tahun kalau Freya hamil.

__ADS_1


Arby membayangkan Freya saat perutnya membesar nanti, dan itu terlihat seksi dalam bayangan Arby.


Sialan, jangan sampai dia digoda oleh pria bule!


__ADS_2