Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
61 Perasaan Yang Tak Lekang


__ADS_3

Pagi ini diawali dengan kabut. Bukan kabut karena cuaca, tapi kabut di hati Erlang. Seharusnya liburan ini bisa membuat hubungannya dengan Freya semakin dekat dan membutnya bahagia, tapi yang terjadi justru sebaliknya.


Di ruang makan itu, Arby sama sekali tak melirik Freya. Begitu juga dengan Freya, yang berwajah dingin. Sahabat-sahabat mereka yang menyadari sikap kaku keduanya, hanya bisa menebak-nebak. Tak lama kemudian Jasmine dan Evan datang, membuat Freya menjadi tak nyaman.


Arby memang menyuruh Evan dan Jasmine datang untuk meminta mereka berdua mengerjakan sesuatu.


"Daddy, kapan kita melihat Sapi dan Kambing?"


"Sebentar lagi."


Dua puluh menit kemudian mereka pergi ke peternakan. Chiro terus berceloteh sepanjang perjalanan, membuat suasana semakin meriah.


"Woahh, Daddy, sapi-sapinya besar sekali."


"Jangan terlalu dekat ya, Chiro."


"Ya, Mommy."


Arby dan Freya berdiri berdampingan mengawasi Chiro, meski mereka berdua tak saling bicara.


Sapi yang dipelihara di sini benar-benar yang berkualitas, mereka diajak untuk memerah susu Sapi dan Kambing, juga membuat berbagai macam olah dari susu segar tersebut.


"Ini benar-benar liburan yang menyenangkan," ucap Nuna.


Mereka juga sibuk foto-foto, dan menggelar tikar di tempat yang memang sudah disediakan untuk piknik, yang tidak jauh dari sungai yang airnya sangat jernih.


"Ini punyamu juga, Ar?" tanya Aruna asal.


"Bukan, punya Freya."


Freya memandang Arby sesaat, lalu kembali memalingkan wajahnya. Dia juga melirik Jasmine yang mencuri pandang pada Arby. Wanita itu menghela nafasnya, merasa tak nyaman diantara Arby dan Jasmine.


Apa iya, Jasmine akan menjadi ibu sambung Chiro? Nanti Chiro akan memanggil mama pada wanita lain?


Mereka melihat Freya yang sepertinya banyak pikiran.

__ADS_1


"Kamu enggak apa-apa kan, Ya?"


Mico menepuk pelan punggung Freya, tentu saja Arby yang melihatnya merasa tak suka.


"Apa ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Nuna.


Mereka memang sangat khawatir jika Freya sudah banyak pikiran, takut kesehatannya kembali terganggu.


"Enggak, aku hanya tidaknsabar untuk membuka perusahaan farmasi dan alat kesehatan."


Mico menatap Freya dalam, sebagai seseorang yang sangat mengenal Freya dari sisi terkelamnya, tentu saja Mico tahu bahwa ada hal lain yang mengganggu pikiran wanita itu. Di antara semua orang, Mico lah yang paling tahu bagaimana Freya menutupi emosinya, bersikap seolah semuanya baik-baik saja.


Lagi-lagi Arby melihat pandangan mata Mico ke Freya yang membuatnya sangat marah.


"Kamu bisa menceritakan semuanya ke aku. Aku bisa jaga rahasia," bisik Mico ke Freya.


Kini Freya menatap Mico, merasa bahwa laki-laki di hadapannya ini memang pernah sangat dekat padanya.


Freya mengangguk sambil tersenyum, yang lagi-lagi membuat Arby mendengkus.


Jasmine bisa melihat tatapan mata Arby ke Freya yang penuh cinta. Salahnya yang menaruh hati pada atasannya tersebut. Siapa yang tak akan menyukai pria itu, meski sikapnya sangat cuek dan dingin pada orang-orang. Namun melihat bagaimana cerianya pria itu saat bersama mantan istrinya, membuat Jasmine tahu bahwa di hati bosnya itu, masih ada nama mantan istrinya yang mungkin tak lekang oleh waktu, tapi tetap saja dia berharap bahwa keajaiban itu ada.


Mereka makan siang dengan berbagai macam olahan daging sapi. Menu yang dimakan tentu saja dibuat seimbang.


"Kalau kaya begini caranya, bisa gemuk aku," ucap Nania.


"Aku bisa bikin kamu lebih gemuk lagi."


Nania langsung menyumpal mulut Marcell dengan daun selada.


"Sampai kapan sih, Nan, kamu mau judes terus ke aku gara-gara masa-masa SMP dulu?" tanya Marcell.


"Memang pas SMP kalian kenapa?" tanya Freya.


Kirei, Jasmine, dan Evan ikut mendengarkan.

__ADS_1


"Kita berempat kan dari dulu gaknoernah akur sama mereka berempat, bahkan dari SMP."


"Iya, dari SMP sampai SMA, kita satu sekolah terus."


Freya membayangkan jalinan yang terjadi di antara mereka berdelapan saat masih sangat muda dulu."


"Kamu enggak satu SMP sama kita, Co?"


"Enggak, sekolahku pindah-pindah terus."


"Kalau kamu, Kirei?"


"Enggak, juga."


Pandangan mata Freya dan Arby beradu, lalu dua-duanya sama-sama memalingkan wajah. Nuna dan Ikmal, yang sudah mengenal keduanya dari SD, tentu saja merasa ada yang tak beres.


"Mereka kenapa, sih?" bisik Nuna ke Ikmal.


"Enggak tahu juga, biasanya kan Arby kalau ada Freya suka mesum, tapi kenapa dia mendadak kalem begitu?"


"Mereka kaya orang mau pisah, rujuk aja belum."


"Woy, bisik-bisik apa sih kalian berdua?"


"Mau tahu aja!"


"Nanti malam kita bisa barbeque, nih."


"Kalau tiap bulan bisa liburan seperti ini, enak banget," ucap Marcell.


Merela semua memang sibuk dan jarang memiliki quality time. Saat libur pun, bisa saja ada operasi mendadak bagi yang dokter. Sedangkan yang kerja di perusahaan, kadang harus pergi ke luar negeri bukan untuk berlibur tapi mengurus perusahaan.


.


.

__ADS_1


.


Tadi sore di tempatku gempa. Siapa yang gempa juga? Semoga kita semua selalu dalam perlindungan-Nya, ya. Aamiin


__ADS_2