Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
83 Kata Daddy


__ADS_3

Arby, Freya dan Chiro mendekorasi kamar baru Chiro dengan gembira.


Ini hal pertama bagi mereka, meskipun Freya tidak ingat apa-apa. Tidak ada rasa lelah sedikit pun.


"Mommy, nanti kalau Chiro punya adik, apa boleh Chiro yang menatanya?"


"Boleh dong, Sayangnya mommy."


"Kalau begitu Chiro akan membelikan banyak boneka Barbie."


Boneka Barbie?


"Chiro mau punya adik perempuan?"


"Iya, mommy. Kan Chiro laki-laki, jadi mau punya adik perempuan saja."


"Kenapa tidak laki-laki saja, kan bisa Chiro ajak main bola?"


"Iya deh, laki-laki saja kalau begitu. Biar Chiro dan adik bisa keroyok daddy kalau bikin mommy marah, ya?"


Freya langsung tertawa, sedangkan Arby melirik Chiro dengan ... antara kesal tapi gemas.


"Biar Mommy menjadi yang paling cantik di mata dan hati kami."


"Ya ampun Chiro, kamu bikin mommy baper, deh. Pintar banget sih ngomongnya, siapa yang ngajarin?"


"Keturunan daddy, Mommy. Chiro pernah dengar daddy bicara dengan para uncle, katanya jadi cowok itu harus pandai merayu, biar tidak sengsara. Begitu kata daddy!"


Deg


Mampus aku!

__ADS_1


Mati aku!


Aku belum malam pertama! Arjun, kita sedang terancam!


Freya menatap tajam Arby, suami mesum.


Julukannya sudah berubah, bukan lagi duda mesum, tapi suami mesum.


"Chiro, jangan dengarkan apa kata daddy, ya."


"Tapi kata Mommy, harus jadi anak yang baik. Nurut apa nasehat dan kata orang tua. Jadi Chiro harus gimana?"


Arby mengalihkan pandangannya, menahan tawa.


Ini namanya senjata makan tuan.


"Yang baik-baik saja yang diikuti, yang jelek jangan, ya?"


Chiro diam, selama ini yang dia tahu daddy-nya selalu baik.


"Ini kan sudah ada foto kita bertiga."


"Tapi Chiro juga mau foto mommy yang sendiri saja."


Freya tersenyum. Meskipun dia tidak ingat apa-apa, tapi tentu saja dia bisa merasakan kasih sayang Chiro padanya.


Di rumah ini ada banyak foto. Bahkan di ruang keluarga, foto mereka bertiga sangat banyak.


"Kenapa aku tidak punya foto bersama Chiro saat masih kecil?"


Deg

__ADS_1


"Oh, itu ... dulu kamu memang tidak pernah foto-foto."


"Memangnya kenapa?"


"Ya enggak mau saja. Tapi yang penting kan, sekarang kamu punya banyak foto."


Maaf Freya, aku takut menceritakan semuanya, dan membuat kamu sakit lagi. Untung saja dulu aku sering memfoto Freya bersama Chiro dan aku.


Freya melihat wajah Arby, lalu mengangguk.


Tidak perlu ditanya, kalau mereka mau cerita, nanti juga akan cerita sendiri.


Freya mengikuti logikanya.


Dia dan Arby berpisah, berarti punya masalah di masa lalu.


Chiro yang tidak bisa tidur tanpa Arby, begitu juga sebaliknya, itu tandanya dulu Chiro bersama Arby, kan. Bukan bersama Freya.


Mau menutupi atau menghindar seperti apa pun mereka, mereka lupa kalau Freya itu tetaplah Freya yang cerdas. Logikanya selalu berjalan cepat. Freya bisa saja mencari tahu semua masa lalunya dengan cara lain.


Freya memeluk Arby dan mengecup pipinya.


Wajah Arby merona merah. Dia seperti perjaka dicuri ciuman di pipinya.


"Satu lagi, biar aku yakin ini enggak mimpi. Oya, Arjun juga minta disapa. Katanya kenalan dulu, biar nanti enggak malu-malu."


Freya mendengkus.


Sok malu-malu tapi ngarep!


Mesum tetap saja mesum.

__ADS_1


"Bukan hanya keadilan yang harus ditegakkan, Frey. Tapi juga Arjun protes minta ditegakkan dan dininak bobokan!"


Au ah, nyesel aku sudah nyium pipinya. Baru pipi, gimana yang lain?


__ADS_2