Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
156 Perasaan Ikmal


__ADS_3

Dengan mata yang merem melek karena mengantuk, mereka masak juga. Chiro terbangun dari tidurnya, merasa haus tapi tidak ada air minum. Dia lalu pergi ke dapur, dan melihat yang lainnya sibuk berkutat di dapur itu.


"Ayah lagi apa?"


"Kami masak untuk mommy kamu dan adik bayi."


Wajah Chiro langsung cerah.


"Terima kasih, karena ayah sudah baik pada mommy dan adik Chiro." Chiro memeluk mereka satu persatu.


Seketika rasa hangat menyelimuti hati para pria itu.


Ikmal, Marcell dan Vian, memang sangat menyayangi Chiro. Mereka bertiga lah yang ikut membesarkan Chiro sejak bayi. Yang ikut melihat tumbuh kembang anak itu setiap harinya, terutama saat di Jepang.


Mico juga sangat menyayangi Chiro, meski dia tidak melihat sendiri perkembangan Chiro sejak bayi. Dia menyayangi Chiro seperti anaknya sendiri.


Mico jadi ingin menikah, dan punya anak.


Freya sendiri sedang merekam kegiatan mereka, dan mengirimnya kepada para sahabatnya. Sambil menunggu, dia membaca buku lagi.


Tidak lama kemudian, masakan yang diminta Freya sudah jadi.

__ADS_1


Freya lalu mendekati makanan itu, dan menghirupnya dalam-dalam. Aromanya memang menggugah selera. Tiap masakan dia ambil satu sendok saja.


"Dah, selesai?"


"Hanya segitu?"


"Iya. Kalian pikir aku bakalan ngabisin semuanya? Apa aku terlihat rakus?" wajah Freya langsung berkaca-kaca.


"Enggak baby, mereka bicara memang suka asal, nih!"


Arby mengusap punggung Freya. Freya kamu mengambil beberapa tempat makan.


"Ya mau aku kasih ke Nuna, Rei, Nania, Aruna, kak Anya dan Vanya. Nanti aku mau mengunjungi mereka, ya. Mereka juga pasti senang sama masakan ini."


Mereka diam, Freya memang selalu ingat dengan kakak-adik dan para sahabatnya.


Seperti para pria itu yang sangat kompak, pihak perempuan juga sangat kompak.


"Ayo, kalian juga makan."


Mereka akhirnya makan bersama. Arby juga menyuapi Freya agar istrinya itu mau makan lagi. Bukannya apa-apa, akhir-akhir ini Freya memang sedikit makan, meski tidak muntah-muntah. Karena itulah, makanan apa pun yang Freya mau, pasti Arby berikan meski hanya dimakan sedikit saja.

__ADS_1


"Kamu harus makan yang banyak. Kasihan nanti adik bayinya jadi kisut."


🌸🌸🌸


Waktu berlalu. Perut Freya sudah semakin membesar. Belum diketahui juga apa jenis kelamin anak mereka. Tapi Arby dan Freya memang tidak ingin tahu, agar memberi kejutan pada mereka saat lahir nanti. Meskipun begitu, Freya lebih sering memberikan kejutan untuk bayi perempuan, dan Chiro juga yakin kalau adiknya perempuan.


Urusan pekerjaan sudah diserahkan pada yang lain. Ada banyak pihak keluarga yang membantu Freya. Mau itu pihak keluarga dari Freya, atau dari Arby yang tidak lain adalah Ikmal CS.


Mico juga pastinya membantu banyak. Namanya perusahaan, pasti ada saja masalahnya, baik dari dalam maupun dari luar.


Jika ada masalah, Arby berusaha agar Freya tidak tahu sebelum semuanya dibereskan, agar Freya tidak stres.


Kafe dan restoran milik Freya juga semakin berkembang pesat, meski ada juga masalahnya. Ada saja orang yang menjelek-jelekkan kafe dan restoran Freya.


Freya mengusap perutnya. Dia merasa kedutan-kedutan yang membuat geli. Ibu hamil itu sedang selonjoran di lantai dengan menggunakan karpet tebal. Dia ngemil puding yang dibuat oleh Arby dan Chiro.


"Pengen ngemil keripik," gumam Freya. Arby juga sudah menyiapkan keripik, yang dibuat oleh koki di rumahnya.


"Duh, aku kok jadi pengen Ikmal makan kerupuk jengkol, ya?"


Di sana, Ikmal merasakan sesuatu yang tidak enak.

__ADS_1


__ADS_2