Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
178 Pesan Keluarga


__ADS_3

Arby pulang ke rumah dengan suka cita. Wajahnya tidak pernah berhenti tersenyum, memancarkan kebahagiaan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Tidak lama lagi dia akan memiliki tiga anak.


"Bagaimana hasilnya?"


"Aku akan punya anak lagi, keren banget ya Arjun!"


Yang lain mendengkus saat pria itu memuji Arjun, sarang kecebong.


"Sekarang aja, girang. Tadi pas Freya pingsan bersikap seolah Freya itu akan ma ...."


Arby langsung membekap mulut Marcell, lalu setelah puas dia kembali memeluk Freya sambil mencium gemas pipinya.


Kehamilan Freya disambut bahagia oleh yang lainnya, meskipun ada rasa cemas karena Freya belum lama melahirkan, dan Sachi masih terlalu kecil untuk memiliki seorang adik.


Kalau sudah begini, siapa yang bisa disalahkan?


Ya Arjun, lah!

__ADS_1


Pasti Arjun mau pamer ke yang lain kalau dia itu masih sangat produktif dan tidak mengenal lelah.


🌸🌸🌸


Jika di kehamilan sebelumnya Arby muntah-muntah, maka di kehamilan yang sekarang, pria itu sangat sensitif, seperti saat ini, dia sedang menangis.


"Kenapa lagi sih, Ar?"


"Freya belum makan siang, nanti kalau dia jadi kelaparan dan kurus gimana?"


"Astaga Arbyyy! Gimana mau makan siang kalau dia lagi periksa pasien?"


"Habis yang ini lahir, mendingan Freya suruh KB, deh."


Mereka saat ini sedang rapat membahas proyek baru. Selain Arby, hanya ada Ikmal dan Vian saja, karena Marcell sedang praktek dan Mico sedang ada di pengadilan.


"Enak saja KB!"

__ADS_1


"Terus, mau nambah lagi?"


"Iya, dong."


Ikmal dan Vian mendengkus. Mungkin Arby berniat membuat perkampungan yang isinya anaknya semua.


Sore harinya Arby buru-buru pulang, dia Sidah tidak sabar untuk melihat Freya, Chiro dan Sachi, juga kalau bisa menjenguk si bibit kecil. Itu adalah adegan favoritnya.


"Sayang-sayangku, Daddy pulang, nih."


Hening, tidak ada yang menyambutnya, membuat air keluar dari sudut matanya. Arby masuk ke kamarnya, melihat Freya, Chiro dan Sachi yang sedang tidur. Pria itu lalu mencuci muka, kaki dan tangannya, mengganti baju dan ikut tidur bersama mereka.


Di rumah orang tua Freya


Kedua orang tua Freya dan kakek neneknya sedang membahas masalah perusahaan. Kakek nenek Freya sudah membagikan warisan untuk para cucunya. Karena Anya dan Vanya tidak ada bakat di bisnis, mau tidak mau Freya sebagai keturunan resmi yang akan meneruskannya. Hal ini dilakukan agar tidak akan ada suami-suami para cucunya yang nanti akan menimbulkan kekacauan dan merusak hubungan keluarga di antara kakak beradik itu. Meskipun Damian sangat percaya pada Arby sebagai cucu menantu di keluarga itu.


"Kalian juga, carilah jodoh yang baik seperti Freya yang memiliki Arby. Ingat, jangan sampai suami kalian nanti memecah belah keluarga kita. Kekayaan keluarga kita sangat besar, pasti akan banyak pria yang akan berusaha mendekati kalian. Anya, meskipun kamu kakak Freya, tapi masalah bisnis dan pernikahan, Freya lebih paham dari kamu. Sedangkan kamu, Vanya, menurutlah apa kata Freya, dia pasti akan memberikan yang terbaik untuk kamu."

__ADS_1


Benar, untuk masalah perusahaan, memang Freya yang paling diandalkan untuk masalah ini. Dan ini tidak terjadi begitu saja. Banyak yang Haris dikorbankan untuk ini, dan mereka berjanji aka pun yang terjadi, keluarga kandung tetaplah yang utama. Jangan sampai apa yang terjadi pada Freya di masa lalu, menjadi sia-sia.


__ADS_2