Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
133 Jagonya Membuat Iri


__ADS_3

Arby merapihkan kembali barang-barang itu. Tidak dia biarkan seorang pun yang membereskannya, karena dia yang paling tahu bagaimana cara menyusunnya.


Matanya masih sembab karena kebanyakan menangis. Menangis karena takut Freya benar-benar pergi lagi.


Bagi mereka yang belum pernah merasakan hal seperti ini, pasti berpikir kalau Arby lebay. Tapi bagi Marva dan para orang tua, mereka sangat mengerti.


Marva sendiri sangat tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang istri, apalagi itu juga disebabkan oleh dirinya sendiri.


"Pokoknya, mulai sekarang kamu enggak boleh menghilang lagi."


Freya yang merasa tidak bersalah, hanya manggut-manggut saja. Dia dalam hati berpikir, ada berapa banyak ruangan rahasia di mansion yang besar ini.


Apa mungkin ada ruang bawah tanah? Oeti harga karun? Lorong rahasia?


Arby merasa curiga dengan ekspresi wajah Freya.


"Jangan mencoba main detektif-detektifan, Freya!"


"Kalau kamu mau mencari emas, datang saja ke salah satu mall. Suami kamu ini kaya, kamu bisa ambil apa saja tanpa harus membayar. Mau yang batangan, atau cincin, kalung ...."


Arby terus bicara tentang berapa kayanya dia, tanpa sadar kalau Freya sudah tidur.


Pria itu menghela nafas, saat melihat Freya yang sudah nyenyak karena kekenyangan makan kripik.

__ADS_1


Apa aku harus bikin istana emas?


Arby langsung merancang design rumah, dan tidak lama kemudian, semua itu sudah selesai. Bakatnya dalam merancang memang patut diacungkan jempol.


💧💧💧


Arby sudah tidak sabar memberikan kejutan untuk Freya. Dia mengundang semua keluarganya dalam acara yang dia namakan MENYENANGKAN HATI ISTRI, juga acara resmi yang akan diadakan di hotel.


"Pasti mau sombong lagi," ucap Mico.


"Kali ini, apalagi yang mau dia pamerkan?"


Setelah semua berkumpul, mereka lalu pergi ke sebuah acara yang perusahaan perhiasan Arby miliki.


Mereka melakukan peluncuran produk baru, berbagai jenis perhiasan dipamerkan oleh para model, termasuk oleh kakak dan adik Freya yang menjadi model utamanya.


Dan, dari gosip yang beredar, akan ada acara khusus.


Arby lalu mengajak Freya dan Chiro ke panggung acara.


"Hari ini, aku ingin memberikan kado spesial untuk istri aku, atas kehamilannya kali ini. Ini hanya hadiah kecil untuknya, aku harap dia suka."


Arby lalu membuka tirai yang berwarna merah. Di balik tirai itu, ada miniatur rumah mewah. Bukan hanya modelnya yang mewah, tapi juga bahannya.

__ADS_1


Miniatur itu terbuat dari emas, dan permata lainnya yang kualitasnya bukan ecek-ecek. Para tamu langsung terpesona, termasuk Freya dan semua keluarga juga sahabat.


Designnya sangat teliti, tidak ada yang cacat.


Para tamu saling pandang.


"Tuan Erlangga, berapa harga miniatur itu, saya ingin membelinya."


"Saya juga ingin membelinya."


Mereka bisa melihat tampilan lengkap miniatur itu dari layar.


"Maaf, seperti yang tadi saya sampaikan, ini hadiah untuk istri tercinta saya, jadi tidak dijual."


Para kaum hawa menatap Freya dengan iri. Sudah bisa dipastikan sepulang dari sini, mereka akan merengek minta dibuatkan juga. Dan sudah pasti, perusahaan perhiasan Arby akan semakin melejit.


Arny bukan hanya pemilik perusahaan itu, tapi untuk sebagian besar perhiasannya, dia sendiri yang membuatnya. Dan semua perhiasan yang dia berikan untuk Freya, dia sendiri yang mendesignnya.


"Dia memang jagonya membuat orang iri," ucap Ikmal.


"Gimana enggak pada banyak yang sirik sama Freya. Aku jamin, setelah ini mereka semakin ingin jadi pelakor."


Ikmal dan Nuna menghela nafas berat. Tugas mereka memang harus saling menjaga, meski tanpa diminta.

__ADS_1


__ADS_2