Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
28 Dokter Cinta vs Lelaki Buaya Darat


__ADS_3

"Aaaa, itu Arby. Ya ampun, tambah ganteng banget sih, dia."


"Ikmal juga, makin keren."


"Vian dan Marcell enggak kalah, loh."


Begitulah hebohnya para gadis saat melihat keempat pria itu.


"Eh, itu Freya, kan?"


"Gila, tambah cantik tuh cewek."


"Sudah punya pacar belum, ya?"


"Freya, Nuna, Nania dan Aruna masih sama-sama aja. Awet juga ya, mereka bersahabat."


Para pria pun tak kalah antusiasnya saat melihat Freya, Nania, Nuna, Aruna dan Kirei.


Saat ini mereka sedang menghadiri acara reoni SMA mereka. Ada yang masih single, berkencan, menikah, bahkan ada yang sedang hamil dan memiliki anak.


Tak lama kemudian, sang pembuat onar datang, siapa lagi kalau bukan Mico. Ya, walaupun dia dulu menghilang begitu saja tanpa diketahui ke mana perginya, namun dia tetaplah bagian dari sekolah ini.


Arby dan Mico bertatapan dengan pandangan yang berbeda. Kalau Mico menatap Arby dengan landangan masa bodo, maka Arby memandang Mico dengan tatapan permusuhan. Kedekatan Freya dengan Mico sejak dulu selalu membuat Arby kesal.


Dulu, sebelum Freya kecelakaan dan hilang ingatan, dialah satu-satunya pria yang selalu menemani Freya. Walau pun dulu Ikmal juga bersahabat dengan Freya, namun itu berbeda, tak seperti hubungannya dengan Freya.


Setiap sekolah Arby akan membawakan makanan-makanan atau minunan yang diinginkan Freya, yang tidak boleh dimakannya di rumah karena larangan dari opa omanya.


Memberikannya gantungan kunci berbentuk boneka dan mengajaknya menonton video anak-anak di ponselnya.


Namin karena kecelakaan tekutuk itu, semuanya beubah. Freya tak pernah mengingat akan dirinya, Nuna dan Ikmal.


Hanya pandangan datar yang selalu Freya berikan padanya.


"Masih kesal dengan Mico?" tanya Ikmal, menyadarkan Erlang dari lamunan masa lalunya.


"Tenang saja, jodoh enggak bakal ke mana."


"Gampang kamu bicara seperti itu, bukan kamu yang merasakannya."


"Ya emang bukan, tapi bukan berarti aku enggak ngerti."


"Mendingan kamu urusin tuh, si Nuna."


"Loh, emang kenapa sama Nuna?"


"Kamu suka apa enggak sih, sama Nuna?"


"Dia kan sahabat kita, Ar. Memangnya kaya kamu ke Freya?"


"Ck, beda, lah."


Ikmal melirik Nuna yang mengobrol dengan mantan teman sekelas Ikmal, sedangkan Erlang melihat Naya yang mengobrol akrab dengan Mico.


Apa sih hebatnya Mico? Biang onar begitu, juga.


Ada kalanya yang menjadi biang onar itu terlihat lebih keren di mata para gadis.


"Jadi kalian berlima ini dokter di London?" tanya seorang senior mereka.


Kirei yang memang semasa sekolahnya adalah gadis pendiam dan tidak memiliki teman dekat, hanya bergabung dengan Naya dan yang lain.


Reoni yang terdiri dari beberapa angkatan ini juga menjadi ajang mencari relasi dan saling bertukar nomor ponsel.


"Kalian berempat sudah akur dengan Arby dan yang lain?"


Kirei tertawa mendengar pertanyaan itu. Siapa sih di sekolah yang tak tahu perang dingin antara senior dan junior itu. Bahkan mereka pernah kena skors akibat perkelahian antara mereka.


.


.


.


"Kita semua mendapat undangan pesta ulang tahun berdirinya rumah sakit milik keluarga Abraham," ucap dokter Hannie.


Naya menggaruk tengkuknya. Meskipun dia telah mengatakan semua kebenaran itu pada papanya dan mantan mertuanya, namun bukan berarti hubungan mereka berjalan dengan normal. Tetap ada kecanggungan yang terjadi. Memang tak mudah bersikap seolah semuanya baik-baik saja.


"Kalian harus datang, karena para profesor juga banyak yang datang."


.


.


.


Tibalah malan aniversary rumah sakit AB group. Tamu yang hadir memang kebanyakan dari kalangan dokter, pemilik rumah sakit yang lain, pengusaha farmasi, pengusaha di bidang lain.


Tentu saja kedua orang tua Naya juga hadir, selain memiliki ikatan kekeluargaan (mantan besan), sahabat, mereka juga memiliki rumah sakit.


Erlang yang melihat kedatangan Naya, langsung memasang aksi. Pria itu mendekati Naya dan memeluk pinggangnya. Erlang meringis pelan saat tangannya dicubit semut oleh mantan istrinya itu.


"Dokter itu seharusnya ngobatin pasien, bukannya nyiksa."


"Pasien gadungan kaya kamu, memang seharusnya dibasmi."


"Ayuk, basmi di kasur, ya?"


"Mau, mu!"


"Memang iya, mauku!"


"Lagian kamu enggak kasihan sama aku, si Arjun sudah meradang dari lama."


Naya langsung menjauh dari Erlang, bisa-bisa kupingnya terkontaminasi gara-gara perkataan mesum pria itu.


Acara dimulai, MC membuka kata sambutan dan mempersilahkan kepada Arlan Abraham untuk memberikan sepatah dua patah kata.


"Tahun ini merupakan tahun yang sangat spesial dalam perayaan berdirinya rumah sakit ini. Karena malam ini, kita akan melihat persembahan dari penerus keluarga Abraham dan kawan-kawan."


Entah mengapa perasaan Naya menjadi tidak enak.


"Aunty, daddy mau mau apa?" tanya Chiro pada Vanya, adik Naya.


"Aunty juga enggak tahu."


"Aunty, Chiro mau ke tempat mommy."


"Jangan, Chiro di sini saja bersama aunty."


Selain keluarga dan para sahabat, tentu saja tidak banyak yang tahu siapa Chiro sebenarnya.


Kelima pria maju ke panggung dan membuat para tamu undangan bertanya-tanya, termasuk Arlan dan Elya selaku orang tua Erlang.


Erlang


Ikmal


Vian


Marcell


Marva

__ADS_1


Musik mulai mengalun, dan perasaan Naya juga para gadis menjadi deg-degan.


...🎡🎡🎡...


Erlang πŸ‘‰ Mama, tolonglah, aku sedang bingung


Pusing kepalaku memikirkan dia


Aku yang selalu terus disakitinya


Naya tersedak salivanya sendiri, lalu menggaruk tengkuknya.


"Aunty, apa itu benar daddyku?"


"Sepertinya begitu," ucap Vanya yang menahan tawa.


Sedangkan Arlan dan Elya saling lirik, anak kita salah minum obat? Tanya mereka dalam hati.


Marcell πŸ‘‰ Dia tak cantik (seharusnya tampan), tak juga rupawan


Marva πŸ‘‰ Dia tak juga bergelimang harta


Vian πŸ‘‰ Tetapi mengapa gayanya seperti superstar?


All πŸ‘‰ (Superstar, superstar, superstar, superstar)


Kelima dokter itu menunduk.


Ya ampun, kalian yang nyanyi, kenapa kami yang malu.


Gaya mereka itu loh, bagai anak perawan yang kehilangan arah karena ditinggal pacar.


Erlang πŸ‘‰ Mama, mama, mama


Tolonglah aku yang sedang bingung


Kurasakan virus-virus cinta


Ku butuh dokter cinta


Gaya Erlang seperti anak yang sedak merajuk pada mamanya.


Ikmal, Marcell, Vian, Marva πŸ‘‰ Papa, papa, papa


Inikah yang dinamakan cinta?


Vian πŸ‘‰ Mengapa sakitnya kurasakan?


Ku butuh dokter cinta


Marva πŸ‘‰ Oh, mengapa ini harus terjadi


Kepada aku yang mencintaimu?


Marcell πŸ‘‰ Oh, celaka jika perempuan (seharusnya lelaki) seperti kau sudah tak setia


Ikmal πŸ‘‰ Oh, mengapa ini harus terjadi


Kepada aku yang mencintaimu


Oh, celaka jika lelaki seperti kau sudah tak setia


All πŸ‘‰ Mama, mama, mama


Tolonglah aku yang sedang bingung


Kurasakan virus-virus cinta


Ku butuh dokter cinta


Ikmal mengedipkan matanya (sebagai sahabat, Monic jadi malu untuk mengakuinya).


Marcell yang tak tahu malu, memberikan sun jauh untuk Zilda.


Ikmal menautkan jempol dan telunjuknya.


Sedangkan Marva, dia bingung mau make gaya apa, kayanya sudah diserobot semua sama yang lain.


Mata mereka terus memandang kelima dokter itu, seolah ingin menunjukkan pada orang-orang bahwa mereka berlima lah dokter cinta mereka.


Papa, papa, papa


Inikah yang dinamakan cinta?


Mengapa sakitnya kurasakan?


Ku butuh dokter cinta


Erlang πŸ‘‰ Oh, papa, tolonglah aku


perempuan (seharusnya laki-laki) yang seperti apa lagi?


Yang begini saja sudah menyakitkan hati


Oh, mama, tolonglah aku


Chiro, sebaiknya kamu ganti Daddy, saja.


Ikmal, Vian, Marcell, Marva πŸ‘‰ (tolonglah aku)


Erlang πŸ‘‰ laki-laki mana yang tak sakit hati


Ikmal, Vian, Marcell, Marva πŸ‘‰ (tak sakit hati)


Erlang πŸ‘‰ Bila sang kekasih tak jadi kekasih hati?


Mico cekikikan melihat Erlang yang seperti itu, sejak tadi dia diam-diam sudah mereka aksi panggung mereka.


Curhat, bro? batinnya.


All πŸ‘‰ Mama, mama, mama


Tolonglah aku yang sedang bingung


Kurasakan virus-virus cinta


Ku butuh dokter cinta


Ikmal, Marcell, Vian, Marva πŸ‘‰ Papa, papa, papa


Erlang πŸ‘‰ (papa, pa-)


Ikmal πŸ‘‰ Inikah yang dinamakan cinta?


Marva πŸ‘‰ Mengapa sakitnya kurasakan?


Marcell dan Vian πŸ‘‰ (Kurasakan)


Ikmal, Vian, Marcell, Marva πŸ‘‰ Ku butuh dokter cinta


Erlang πŸ‘‰ Ku butuh dokter cinta


Dengan masing- masing telunjuk menunjuk pada Naya, Monic, Zilda, Letta dan Kirei.

__ADS_1


🎡🎡🎡


Suara repukan tangan dan teriakan heboh terdengar memekakkan telinga. Zion, Lexa dan para sahabatnya sudah sejak tadi tertawa.


"Balas, balas, balas," teriak Zion, yang akhirnya diikuti oleh yang lain.


"Yang, panas-oanasin tuh si Freya dan yanv kain, biar nyanyi juga," kata Zion lada sang istri tercinta.


"Dapat apa aku, kalau bisa membujuk mereka?"


"Ya dapat pahala lah, Yang, kan nyenengin orang. Memang mau dapat apa lagi coba? Tubuhku, untukmu. Hatiku, milikmu. Hartaku, punyamu juga."


Lexa memasang wajah datar, meskipun hatinya ingin ketawa.


"Gombal, mulu," celetuk David.


"Iri bilang, Bro."


Lexa lalu mulai beraksi.


"Balas dong, jangan mau kalah sama para pria. Tunjukkan pada dunia, bahwa sebagai peremouan kita juga tak kalah hebat," kompor si Lexa.


"Nyanyi, nyanyi, nyanyi," Zion kembali mengompori.


Mau tidak mau akhirnya Naya dan yang lain naik ke panggung, setelah sebelumnya mendesak si pemalu, Kirei.


...🎼🎼🎼...


Naya πŸ‘‰ Lihatlah pada diriku


Aku cantik dan menarik


Dan kau mulai dekati aku


Zilda πŸ‘‰ Ku beri segalanya


Cinta harta dan jiwaku


Tapi kau malah menghilang


Bagai hantu tak tau malu


Kan mereka yang menghilang, batin kelima pria itu.


All πŸ‘‰ Lelaki buaya darat


Buset aku tertipu lagi


Mulutnya manis sekali


Tapi hati bagai serigala


Kirei πŸ‘‰ Ku tertipu lagi oh


Ku tertipu lagi oh


Letta πŸ‘‰ Ku beri segalanya


Cinta harta dan jiwaku


Tapi kau malah menghilang


Bagai hantu sakitnya aku


Naya πŸ‘‰ Mungkin aku bodoh


Mungkin aku naif


Atau mungkin kamu


Memang penjahat wanita


All πŸ‘‰Lelaki buaya darat


Busyet aku tertipu lagi


Mulutnya manis sekali


Tapi hati bagai serigala


Sialan, mereka ngatain kami penjahat wanita dan serigala?


Monic πŸ‘‰ Ku tertipu lagi oh


Ku tertipu lagi oh


Naya πŸ‘‰ Tapi untungnya


Aku masih punya kekasih yang lainnya


Tapi mengapa aku


Masih saja tertipu olehnya


Kekasih yang lainnya? Siapa? Nata De Coco?


All πŸ‘‰ Lelaki buaya darat


Buset aku tertipu lagi


Mulutnya manis sekali


Tapi hati bagai serigala


Monic, Letta, Zilda, Kirei πŸ‘‰ Lelaki buaya darat


Buset aku tertipu lagi


Mulutnya manis sekali


Tapi hati bagai serigala


Naya πŸ‘‰ Ku tertipu lagi oh


Ku tertipu lagi oh


Mereka menunjuk pada kelima pria itu, seolah mereka adalah pria yang sering melukai hati perempuan.


Sial bin kamvret.


...🎼🎼🎼...


❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀


Kira-kira dari cerita di bawah ini, mana yang kalian sukaπŸ‘‡


πŸ‘‰ Pelakor


πŸ‘‰ Poligami


πŸ‘‰ Thriller


πŸ‘‰ Mafia

__ADS_1


πŸ‘‰ Time travel


πŸ‘‰ Kisah kerajaan


__ADS_2