Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
139 Selingkuh


__ADS_3

Freya pulang ke rumah orang tuanya bersama Chiro. Tanpa basa-basi, dia langsung mengatakan keinginannya.


"Ma, Pa, aku tinggal di sini sama Chiro. Aku juga mau cerai dengan pria brengsek itu!"


"Maksudnya, Arby?"


"Memangnya suami aku ada berapa?"


"Tapi kenapa?"


"Dia selingkuh."


"Sayang, ini pasti salah paham saja."


"Salah paham gimana. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, kok. Kalau tidak percaya, tanya saja pada Chiro, dia juga melihatnya."


"Sayang, itu tidak mungkin. Kami tahu bagaimana Arby mencintai kamu selama ini. Ini pasti salah paham saja."


"Kenapa kalian malah membela dia? Yang anak kalian itu aku atau dia? Jadi aku boleh tinggal di sini atau tidak?"


Mereka terdiam. Sikap Freya ini benar-benar mengingatkan mereka pada Freya yang dulu. Freya yang keras dan gampang tersulut emosi.


"Iya, Sayang. Tentu saja kamu boleh tinggal di sini bersama Chiro, tapi sebaiknya Arby ...."


"Jangan sebut dia lagi di hadapan aku, atau aku juga akan pergi dari rumah ini!"


Keluarga kandung Freya itu saling lirik. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi mereka juga tidak bisa membiarkan Freya pergi lagi.

__ADS_1


"Chiro ...."


"Chiro lihat daddy bersama perempuan lain di dalam kamar hotel. Daddy hanya memakai handuk dan perempuan itu memakai baju tipis yang sering daddy beli untuk mommy."


Mereka memejamkan mata, Chiro sendiri juga mengatakan hal ini.


Chiro tidak mungkin bohong. Tapi masa Arby seperti itu.


"Sudah malam, kalian istirahat saja dulu ya."


Sementara di tempat lain, Arby juga sudah mengebut. Dia kembali ke mansion dan tidak melihat ada Freya dan Chiro. Dia menghubungi ponsel mereka berdua, tapi tidak ada yang aktif. Arby mengacak rambutnya, menghubungi keluarga mereka dan para sahabatnya satu persatu.


"Kenapa tanya sama aku, kan kamu yang selalu bersama dia. Masalah apa lagi yang kamu timbulkan?" semprot Nuna. Gadis itu juga sering emosi sekarang.


"Kalian para lelaki emang selalu bikin kesal saja. Selalu mempermainkan perasaan perempuan. Mau menang sendiri dan egois. Dadar enggak tahu diri!" sembur Rei, yang juga sangat kesal.


"Sudah dikasih kesempatan kedua malah belagu. Rasakan tuh! Heran, kenapa ada pria seperti kalian di dunia ini!" kali ini Nania yang marah.


Dasar kalian para perempuan, main semprot saja! Heran, kenapa mereka (para cowok saudara-saudaranya) bisa suka pada kalian!


Arny menyuruh sepupu-sepupu dan sahabatnya itu berkumpul.


"Kalau mereka tahu di mana Freya, mereka juga akan mengatakannya pada kita."


"Emang ada masalah apa, sih?"


Arby tidak punya tenaga lagi untuk menceritakan kejadian yang membuatnya jadi sakit kepala.

__ADS_1


"Jangan-jangan kamu selingkuh!"


Arby hanya menghela nafas sebagai jawaban, yang diartikan iya oleh yang lain.


"Serius?"


"Siapa perempuan itu?"


"Kalian pikir aku akan selingkuh?"


Sialnya, yang lain langsung mengangguk.


"Kalau ada kesempatan, kenapa enggak?" jawab Marcell. Mereka melirik Marcell.


"Benar kan? Selingkuh mah bukan hanya karena ada kemauan, tapi juga kesempatan."


"Sebagai pria normal, siapa yang akan menolak perempuan cantik dan seksi? Selingkuh itu tidak perlu pakai hati, cukup ada nafsu maka jadilah."


Marcell bicara dengan sangat logis, hingga mereka sulit mengelaknya. Ikmal hanya menatap Arby tajam, menerka-nerka apa yang terjadi.


.


.


.


.

__ADS_1


Baru dikasih konflik dikit langsung pada komen🤣


Tapi ini konflik bukan sekedar konflik loh, ya. Kan ceritanya nyambung ke Jodoh Untuknya juga Mother. Tapi kan Mother udah aku tamatin sih, ya🤭, jadi enggak aku ceritain masalah yang ada di Mother, deh🤭🤭🤭.


__ADS_2