Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
143 Kemarahan Arby


__ADS_3

"Kalau kamu tidak bisa kerja, ya jangan kerja. Apa kamu terlalu sibuk memperhatikan tamu yang datang, berpikir bisa menjadi pasangan pria tampan dan kaya, hah?"


Kesabaran Arby benar-benar diuji. Dia tidak peduli apakah perkataannya ini menyakitkan atau tidak. Ini kesalahan fatal, sangat fatal.


Kalau salah proposal proyek, atau kalah tender, dia tidak akan semarah ini. Tapi ini menyangkut anak istrinya yang keberadaan mereka tidak diketahui.


"Kami benar-benar minta maaf, Tuan."


Konferensi pers segera dilakukan. Pihak hotel meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Abraham dan Zanuar akan kesalahan ini.


Arby juga menuntut mereka, karena kelalaian dalam bekerja, merugikan tamu dan tuntutan lainnya. Juga tentang video yang berada, dianggap adalah kesalahan pihak hotel. Mereka juga gencar mencari dalang dibalik penyebaran video itu.


Meskipun sudah diadakan konferensi pers, tapi tetap saja tidak semua orang bisa percaya.


**Paling juga mereka kerja sama, atau sengaja mengkambing hitamkan pihak hotel untuk menutup kesalahan itu.


Itu yang kerja bego banget, sampai salah kasih kunci kamar.

__ADS_1


Awalnya salah eh tapi sekalian deh. Kan mumpung ada kesempatan, di dalam kamar berduaan**.


Masih banyak lagi komentar-komentar yang membanjiri masalah ini. Arby tidak peduli tanggapan mereka, yang dia harap Freya dan Chiro segera kembali.


Pihak hotel juga menawarkan saham kepada Arby, agar kasus ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan saja.


"Anda mau memberikan saya saham? Asal saya mau menyelesaikan dengan kekeluargaan? Anda pikir saya miskin? Bisa disogok oleh saham yang tidak seberapa itu dibandingkan keluarga saya? Hah?"


"Saya akan memberikan Anda saham, kalau Anda bisa memutar waktu dan kejadian ini tidak terjadi. Saya akan menambahkan saham itu lagi, kalau Anda bisa mencegah anak dan istri saya pergi. Bisa tidak?"


Tentu saja tidak. Yang sudah terjadi tidak bisa dicegah lagi. Tidak ada mesin waktu.


"Oh, atau jangan-janga kalian memang sengaja menjebak saya, ya? Katakan, siapa yang menyuruh kamu? Dibayar berapa kamu?"


"Tidak, Tuan. Saya tidak dibayar oleh siapa pun."


"Cepat katakan yang sebenarnya!"

__ADS_1


"Sumpah, Tuan."


"Kamu pikir saya percaya dengan sumpahmu! Atau kamu dan Jasmine bersekongkol untuk menjebak saya? Iya?"


"Tidak!" ucap Jasmine dan perempuan itu.


"Jasmine, kamu juga saya pecat. Silahkan angkat kaki dari perusahaan saya!"


"Tuan, saya benar-benar tidak tahu apa-apa. Tolong jangan pecat saya."


Arby tidak peduli dengan perkataan mereka.


Kini, mereka baru sadar dan mengerti, jangan main-main dengan Arby, apalagi itu menyangkut anak dan istrinya. Dia bisa menjadi orang yang sangat kejam, tidak peduli dengan perasaan dan kesulitan orang lain.


Jasmine pun takut. Dia sudah dianggap pelakor, kalah dia dipecat, perusahaan mana yang mau menerimanya bekerja? Para istri bos pasti langsung meminta suaminya memecat dia, kalau oun dia diterima. Namanya sudah rusak.


"Jasmine, apa kamu sengaja merusak hubungan aku dengan Freya? Apa kamu begitu terobsesi untuk menikah denganmu, karena dulu ibuku berniat menjodohkan aku dengan kamu? Hah?"

__ADS_1


Arby berpikir dengan cepat. Dia harus mencari tahu apakah ini memang kesengajaan atau tidak.


__ADS_2