Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
245 Pingitan


__ADS_3

Hari-hari terus berlanjut dengan keceriaan dan kerusuhan di antara anak-anak mereka. Aileen sudah bisa tengkurap, dan sekarang sedang belajar duduk. Arby dan Freya harus selalu memastikan alas anak itu selalu empuk agar kepalanya tidak terbentur beda keras saat gagal mengangkat tubuhnya yang gemoy.


Freya, meskipun sibuk, tapi selalu bisa membagi waktunya. Banyak juga orang-orang kepercayaannya yang akan membantu dia di perusahaan dan pabrik. Sebagai dokter, dia hanya akan mengurus pasien VVIP. Bukan karena bayarannya mahal, tapi agar dia bisa membagi waktu. Klinik sepenuhnya sudah diurus oleh Rei. Freya hanya akan datang sesekali saja untuk masalah management.


Arby pun semakin semangat bekerja, karena telah memiliki banyak anak. Tapi yang jelas, pria itu tidak kau lembur. Waktunya pulang, ya pulang. Waktunya libur, ya libur.


Dia tidak mau hanya karena banyak pekerjaan, jadi mengabaikan istri dan anak-anaknya. Memiliki banyak anak adalah salah satu impiannya, jadi dia harus bertanggung jawab atas keputusannya memiliki banyak anak. sudah banyak contoh yang dia lihat dari rekan bisnis yang rumah tangganya berantakan karena alasan sibuk. Anak istri kurang perhatian, membuat pihak ketiga mudah untuk menyelinap. Belum lagi pergaulan yang tidak baik, yang bisa mempengaruhi anak-anak.


Anak-anak Arby dan Freya—kecuali Aileen, sudah menunjukkan bakat masing-masing sejak lama. Arby sebagai kepala keluarga, tentu saja memiliki tanggung jawab untuk mendukung bakat itu baik secara materi atau non materi.

__ADS_1


Guru-guru privat dipanggil untuk mereka, ya meski guru-guru itu harus punya stok sabar level tinggi untuk mengajari Sachi, Ichi dan Ishi.


"Yang, kamu keberatan gak, kalau nanti Aileen jadi artis, kaya keluarga kamu?" tanya Arby.


"Enggak. Yang penting tetap dalam jalur yang benar."


Arby mengangguk paham. Aileen adalah satu-satunya anak perempuan mereka, jadi harus dijaga dengan sangat baik. Semua sudah dipersiapkan oleh Arby dan Freya. Maklum saja, pihak dari keluarga mamanya Freya adalah pekerja seni. Studio musik, perusahaan iklan, pertelevisian, butik, sekolah modeling, sanggar ... mereka memilikinya. Kakak dan adik Freya adalah artis terkenal. Kakek nenek, om Tante dan para sepupu ada di dunia itu. Jadi tidak menutup kemungkinan kalau salah satu anak Freya juga akan mengikuti jejak itu.


Tentu saja keluarga dari pihak mamanya memang berharap ada—setidaknya satu, anak Freya yang terjun ke dunia entertainment. Agar darah seni di keluarga mereka tidak hilang.

__ADS_1


Banyak barang di rumahan yang khusus menyimpan milik anak-anak mereka. Dari alat lukis, buku-buku, alat olahraga, alat musik. Bahkan komputer pun ada. Chiro sendiri sepertinya tidak terlalu tertarik dengan dunia entertainment. Dia lebih mirip seperti Freya yang suka membaca buku. Gambar yang digambar oleh Chiro pun selalu sama, pesawat. Kebiasaan sejak masih kecil dulu, dan ternyata tidak pernah hilang.


Sachi?


Si Kembar?


Mereka apa pun digunakan, lalu setelah berantakan, dicampakkan begitu saja. Kasihan sekali asisten rumah tangga yang selalu dikerjai oleh anak-anak itu. Tapi ketiganya lebih suka kegiatan luar ruangan.


Seperti saat ini, mereka sedang mencari kodok, katanya mau disuruh pingitan, sebelum dikawinkan dengan kodok yang kemaren mereka temukan di dekat kolam.

__ADS_1


Bayangkan saja, kodok dipingit?


__ADS_2