Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
171 Si Perfeksionis


__ADS_3

Arby terbangun dari tidurnya, tapi tidak melihat ada Freya di kamar itu. Sachi masih tidur, begitu juga dengan Chiro.


Pria itu lalu ke kamar mandi, dan mencari istrinya setelah itu. Dilihatnya istrinya itu sedang sibuk di dapur.


"Sayang, kenapa kamu ada di dapur? Seharusnya kamu istirahat saja di kamar."


"Iya, setelah ini aku akan istirahat."


Freya sudah makan dan minum yang bagus untuk memperlancar ASI-nya. Mereka berdua pergi ke kamar, dilihatnya Chiro yang mulai membuka matanya, dan tidak lama kemudian Sachi juga ikut bangun.


Arby segera menggantikan popok Sachi, dan Freya kemudian memberikan ASI.


"Tuh kan, kalian jadi enggak kerja dan sekolah."


"Aku bisa bekerja di rumah."


"Chiro juga bisa sekolah di rumah."


Setelah selesai memberikan ASI, mereka lalu turun ke bawah.


"Sini cucu Oma, Oma gendong, ya."

__ADS_1


Mommy ya Arby itu lalu menggendong Sachi yang sangat wangi bayi.


"Mirip banget ya, sama Arby."


Chiro terus saja mengintili ke mana saja adiknya itu dibawa.


"Freya, kamu jangan melakukan apa-apa, ya. Selagi bisa istirahat, maka istirahat lah!"


"Iya Sayang, kamu tidak perlu memasak atau melakukan apa pun. Kalau kamu butuh apa-apa, bilang saja padaku atau asisten rumah tangga."


Freya hanya mengangguk.


Memandikan, membuat makanan untuk dirinya sendiri agar ASI-nya lancar. Sifat perfeksionis itu tidak bisa hilang, karena memang sudah mendarah daging.


Sambil mengurus Sachi, Freya juga tetap bekerja meski dari rumah. Dan akan datang ke klinik atau rumah sakit jika dibutuhkan ada ada jadwal operasi.


"Sayang, jangan terlalu lelah. Kamu cukup di rumah saja. Aku masih mampu kok, membiayai semua kebutuhan kamu, Chiro dan Sachi."


"Hm," jawab Freya singkat.


Mana mungkin dia menurut begitu saja. Ini bukan masalah materi, tapi memang sudah hobi dan kebiasaan.

__ADS_1


Dia tidak mau menyia-nyiakan ilmunya begitu saja. Meski tidak ingat apa-apa, tapi dia tahu, untuk mendapatkan semua dan ada di posisi saat ini, pasti tidak mudah. Pasti sudah banyak yang dia korbankan.


Terdengar suara tangis Sachi, Freya lalu meninggalkan laptopnya dan menggendong Sachi.


"Anak mommy haus, ya?"


Freya lalu memberikan Sachi ASI, sambil menepuk-nepuk Sachi dengan pelan.


Arby sendiri membersihkan box Sachi, jangan sampai box itu ada binatang yang nanti akan menggigit Sachi, dan membuat Freya heboh.


Freya semakin disayang oleh keluarga Arby, karena sudah memberikan dia keturunan laki-laki untuk keluarga Abraham. Tidak khawatir lagi tentang penerus keluarga Abraham. Keluarga Arthuro juga senang, karena ada lagi anggota keluarga laki-laki di antara mereka. Sedangkan untuk keluarga Zanuar, jangan ditanya. Mereka merasa lega, karena sudah ada dua cucu laki-laki yang akan menjadi penerus keluarga Zanuar.


Anya dan Vanya tentu saja merasa senang, karena keponakan kedua mereka laki-laki lagi. Bukan karena tidak suka dengan keponakan perempuan, tapi mengingat masa lalu yang menyakitkan, maka kelahiran Sachi seperti sebuah harapan baru untuk keluarga mereka, terutama keluarga dari pihak papa mereka. Sedangkan keluarga dari pihak mama mereka, masih memiliki banyak harapan.


Jangan sampai tragedi masa lalu terulang lagi, itulah yang Anya dan Vanya pikirkan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2