Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
232 Bayi Dan Kecebong


__ADS_3

Hari-hari kembali berjalan dengan normal. Senormal versi keluarga kecil itu.


Perut Freya semakin membulat, semakin berat dan susah untuk dia berjalan.


"Kenapa ada balon di peyut mommy?"


"Iya, nanti kalo meletus, bagaimana?"


Arby mendengus, kenapa anak-anaknya ini selalu menggemaskan?


"Ade bayinya sudah mulai besar di perut mommy, makanya perut mommy jadi gemuk."


"Maca, cih?"


"Iya, dong, Sayang."


"Belalti, di peyut Ichi, ada ade bayi juga, ya? Peyut Ichi juga ndut," ucap Ishi.


"Peyut kamu juga!"


"Petir aku enggak ndut, Ichi. Tapi cipek (six pack)."


Mulai, deh!


"Jangan berantem. Kalian berdua sama-sama endut."


Keduanya langsung cemberut dengan mata berkaca-kaca.


"Mau diet, Mommy. Mau diet."


"Cup cup cup, sayang-sayangnya mommy. Daddy nakal, ya?"


"Mau diet, Mom."


"Ya sudah, berarti gak usah minum susu, ya? Mommy mau bikin susu dulu buat Abang Chiro dan Abang Sachi. Mau bikin donat juga."


"Yuk Mom, yuk. Buat cucu cama donat."

__ADS_1


"Ayo Mom, donat pakai coklat."


Arby memutar bola matanya. Baru diomongin begitu saja, mereka sudah lupa sama diet.


Si kembar masing-masing memegang tangan kanan dan kiri Freya, sedangkan Sachi di depan mereka. Semua orang kesayangannya itu, terlihat sama bagi Arby, hanya saja dengan tinggi yang berbeda.


Perut bohay, bokong aduhay.


Depan belakang montok semua.


Arby terkekeh gemas, pengen unyel-unyel mereka.


"Daddy lagi menertawakan mommy dan adik-adik, ya?" tanya Chiro menyelidik dengan mata menyipit.


"Enggak."


"Bohong!"


"Enggak, Chiro Sayang."


Kalau nanti dia diadukan, bisa tidur di luar dia.


"Turunin Daddy, Chiro sudah besar."


"Enggak, Chiro tetap bayi kecil Daddy."


"Kalau Chiro bayi kecil Daddy, apa kabarnya adik-adik Chiro?"


"Kalau mereka, kecebongnya Daddy yang masih unyu-unyu."


"Mommy ...."


Byur


Arby langsung menjatuhkan dirinya ke kolam renang, dalam keadaan masih menggendong Chiro.


Arby tertawa senang, dia dan Chiro bisa berenang bersama.

__ADS_1


Ya, mau sebesar apa pun Chiro, bagi Arby, Chiro tetap bayi kecilnya. Penyemangat hidupnya saat Freya tidak ada.


Jangan terlalu cepat dewasa ....


Mereka berdua berenang dengan berbagai gaya, juga main perosotan.


Sachi dan si kembar datang. Mereka langsung duduk di tepi kolam renang dengan memasukkan kali mereka ke dalam kolam. Tangan mereka memegang donat yang bertoping coklat. Di tengah-tengah mereka ada orang besar berisi donat, buah-buahan, dan martabak.


Arby dan Chiro mendekati mereka.


"Daddy mau, dong."


Ichi menyuapi Arby. Pria itu mendengus, bukan karena tidak suka suapi oleh anaknya, tapi karena Ichi hanya memberikan kue itu dalam cuilan kecil.


Freya datang bersama pelayan yang membawakan makanan dan minuman.


"Sayang, hati-hati. Di sini licin."


Arby ke atas, membantu Freya berjalan mendekati kolam.


"Hati-hati, nanti kamu dan dede bayi bisa jatuh."


"Aku juga mau berenang."


"Ayo, pelan-pelan."


Freya masuk ke dalam kolam. Hanya di bagian pinggirnya saja.


"Mau juga, Daddy."


"Lepas dulu makanan kalian."


Bukannya melepaskan makanannya, Sachi, Ichi dan Ishi malah memasukkannya ke dalam mulut mereka, dan sisa yang masih ada di tangan mereka dimasukkan ke mulut Arby."


"Dih, ngasihnya yang bekas."


"Itu yang di piying buat kami. Daddy kan halus diet. Jangan di makan, ya."

__ADS_1


"Kan kalian yang mau diet."


"Apa-apa? Gak dengal."


__ADS_2