Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
165 Lagi-Lagi Mobil Yang Oleng


__ADS_3

"Ayo Yang, latihan ngeden lagi."


Freya mengatur nafasnya, sambil sesekali menyeka keningnya. Dia menggigit bibirnya, yang membuat Arby jadi blingsatan, pengen nyobain bibir ranum merah muda itu.


"Aw," rintih Freya pelan, benar-benar menghayati perannya.


Arby mengusap-usap perut Freya, sambil sesekali mencium perut itu. Tangan Freya kembali menarik rambut Marcell dan Ikmal.


"Ya ampun, sakit Freya."


"Diam, perut aku mules, nih," ucap Freya.


"Kebanyakan makan dan kebanyakan dosa, tuh," celetuk Marcell yang rambutnya semakin ditarik kencang oleh ibu hamil itu.


"Awas ya Cell, nanti kalau anak aku lahir di sini, kamu yang tanggung jawab!"


"Ya sudah, karena sudah terlanjur basah, sekalian saja lahiran di sini. Biar sekalian dinobatin jadi CEO."


"Duh, perut aku mules. Ada yang mau keluar nih."


"Jangan PUP di sini!" Freya lalu menimpuk paha Marcell dengan kepalan tangannya, lalu mencubit paha itu dengan cubitan semut.


"Sakiittt sayangkuuu Freyaaa!"


Pluk


"Aw!"


"Freya itu bukan sayangmu, tapi sayangku."


"Au ah, kalian yang mau punya anak, kenapa aku yang menderita."


"Berisik. Kasur mana kasur, aku pengen ngeden."


Nuna melihat ekspresi Freya. Keringat mulai keluar dari wajah perempuan cantik itu.


"Itu Freya mau lahiran benaran. Buruannnn!"

__ADS_1


Teriakan Nuna membuat yang lain panik. Mereka saling tabrak-tabrakan. Seperti akan terjadi perang antar saudara.


"Sayang, kok kamu diam saja sih, kalau mau lahiran."


"Kan aku sudah bilang dari tadi, perut aku mules. Malah disuruh lahiran di sini!" kesal Freya, merasa perutnya sangat sakit.


Arby langsung menggendong Freya, dan tangan Freya yang masih menarik rambut Ikmal dan Marcell, membuat kedua pria itu ikut terseret.


"Nuna, bantuin aku."


"Nania, bantuin aku."


Ikmal dan Marcell sama-sama meminta tolong. Tapi kedua perempuan itu pura-pura tidak mendengar.


Pintu ruangan Arby terbuka.


"Buruan jemput Chiro!" perintah Arby, entah pada siapa.


"Evan, kamu saja yang jemput Chiro!" perintah Vian.


Mereka tiba di lantai dasar. Tangan Arby sudah gemetaran menggendong Freya. Bukan karena enggak sanggup menggendong Freya, tapi cemas dengan proses persalinan nanti. Bohong banget kalau ada yang mengatakan menggendong ibu hamil di kehamilan sembilan bulan itu ringan. Nyatanya, Freya sangat berat.


"Iya, Yang. Tapi kalau di kasur kok ringan, ya?"


Ingin sekali mereka menoyor Arby. Freya mengatur nafasnya, begitu juga dengan Arby.


"Huufft."


"Ahhhh."


"Hufftt."


"Ahhhh."


Begitulah nafas mereka sahut-sahutan. Para karyawan yang ada di loby, mendadak merah muka mereka, terutama yang sudah menikah atau yang sering menonton film dewasa.


Mobil dibuka oleh Ikmal, dia kali ini menjadi sopir. Nuna dan Rei berebutan ingin ikut mobil Ikmal, tapi Rei kalah cepat dengan Nuna.

__ADS_1


Akhirnya, Ikmal, Nuna, Arby dan Freya ada di mobil yang sama, sedangkan yang lain menggunakan mobil Marcell.


Mobil mulai berjalan. Nuna mengambil ponselnya untuk melakukan rekaman dan dikirim secara langsung pada sahabat mereka.


Nuna dan Ikmal saling pandang.


Mengingatkan mereka akan kejadian beberapa tahun silam. Mereka masih sangat ingat saat Chiro mau brojol.


Apa yang terjadi saat itu?


Ikmal dan Nuna langsung membuka kaca jendela.


"Sakit!" ringis Freya.


"Sabar ya, Yang. Bentar lagi sampai."


Arby mengelus perut Freya. Freya yang merasa sangat mules, membuat tidak bisa diam dalam pangkuan Arby. Badannya bergerak sana-sini, dengan kepala yang juga mutar sana mutar sini.


Saat Freya menghadap ke perut Arby, dia merasa ada sesuatu yang keras menekan hidung mancungnya. Freya langsung menimpuk yang keras itu.


"Enggak sopan, kenapa dia nongol?"


"Kan Arjun mau memberi dukungan dan semangat. Sebentar lagi hasil kerja kerasnya akan launching."


"Lagian kamu gerak-gerak mulu, lagi pengen apa? Entar dulu, aku buka sleting aku dulu."


Wajah kedua orang yang ada di depan langsung merah padam, dan mobil itu oleng sana oleng sini karena Ikmal yang kembali tidak fokus.


.


.


.


.


Yang sudah baca Akibat Pernikahan Dini sampai tamat, pasti sudah tahu ya pas Chiro mau dilahirkan gimana? Masih ingat?🤭

__ADS_1


Yang belum baca, baca dong biar tahu konfliknya apa.


__ADS_2