Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
40 Penjelasan Dokter


__ADS_3

"Apa bisa sembuh, Dok?"


"Bagaimana cara menyembuhkannya?"


"Bisa disembuhkan, bila segera ditangani dengan tepat. Dokter harus melalukan pemeriksaan neurologis dan pemeriksaan fisik, dengan memeriksa fungsi otak dan tingkat kesadaran pasien, untuk mendeteksi rasa sakit, ketidak nyamanan atau kelainan. Juga melakukan tes, seperti tes darah, yang berfungsi untuk mencari tahu penyebab pembengkakan otak. Pemindaian dengan CT Scan atau MRI, untuk melihat lokasi dan tingkat keparahan pembengkakan otaknya. Lalu pungsi lumbal, untuk memastikan jika pembengkakan otak disebabkan oleh meningitis, ensefalitis, perdarahan subaraknoid atau kanker. Pada kondisi yang tergolong ringan, seperti altitude sickness, pembengkakan otaknya dapat pulih dengan sendirinya dalam beberpa hari."


"Jadi apa yang harus dilakukan?"


"Ada beberapa metode yang umum digunakan untuk mengatasi pembengkakan otak, tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya, seperti pemberian infus jenis khusus untuk mengurangi pembengkakannya dan menurunkan tekanan di dalam otak. Pemberian obat, juga untuk mengurangi pembengkakan dan mencegah pembekuan darah. Pemasangan alat bantu nafas, tentu saja untuk membantu pasien bernafas, juga untuk memastikan agar pasien tidak kekurangan oksigen. Ventrikulostomi, untuk mengeluarkan cairan yang berlebihan di dalam otak. Caranya dengan memasukan tabung melalui sayatan kecil di kepala, sebagai saluran pembuangan, untuk mengurangi tekanan ICP. Osmoterapi, prosedur untuk mengeluarkan air dari otak, dilakukan dengan menggunakan agen osmotik seperti manitol, atau garam tinggi. Terapi osmotik ini juga membantu dalam meningkatkan sirkulasi darah, hingga mampu mengurangi pembengkakan dan ICP di tengkorak. Bisa juga dengan metode hiperventilasi yang terkontrol, bertujuan menurunkan ICP dan menurunkan aliran darah. Akan membuat pasien menghembuskan nafas lebih banyak dari pada oksigen yang dihirup, jadi karbondioksida dalam aliran darah bisa turun. Jadi aliran darah yang tepat pada otak dapat dilakukan drngan mengendalikan kadar karbondioksida. Lalu operasi, bila pembengkakan ini terjadi karena tumor."


Mereka menahan nafas. Tangan yang tersayat pisau saja sangat sakit, apalagi kepala yang disayat lalu dinasukkan tabung, meski memang menggunakan bius.


Erlang menggelengkan kepalanya, tidak sanggup membayangnkan Freya harus merasakannya.


"ICP itu, apa?"


"Penumpukan atau meningkatnya tekanan cairan ini, sering disebut sebagai tekanan intrakranial atau intracranial pressure (ICP). Peningkatan ICP dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah dan oksigen yang diterima oleh otak."

__ADS_1


"Tapi, Dok, bagaimana bisa Freya mengalami pembengkakkan otak ini?"


"Bisa karena beberapa faktor. Seperti infeksi firus, bakteri sampai parasit. Contoh penyakitnya adalah meningitis (radang akibat infeksi pada selaput yang membungkus otak dan saraf tulang belakang), abses otak, ensefalitis (radang pada jaringan otak), toksoplasmosis. Lalu bisa karena cedera disebut juga traumatic brain injury (TBI). Yang disebabkan karena jatuh, kecelakaan lalu lintas, dipukul, atau kepala terbentur sesuatu yang keras. Cedera kepala eksternal hanya melukai kulit kepala, sedangkan cedera internal dapat melibatkan tengkorak, pembuluh darah di kepala dan otak. Kemudian stroke. Bisa karena stroke iskemik, yaitu jenis stroke yang paling sering menyebabkan pembengkakan, disebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah pada otak. Akibatnya otak tidak bisa mendapatkan pasokan darah yang mengandung oksigen yang cukup, menyebabkan sel otak akan mato dan pembengkakan terjadi. Lalu yang kedua stroke hemoragik, terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah. Bisa juga disebabkan oleh tumor. Tumor yang semakin lama semakin membesar dapat menekan area otak disekitarnya. Juga bisa menghalangi cairan serebrospinal untuk mengalir ke luar dari otak, sehingga menyebabkan pembengkakan. Pembuluh darah baru yang tumbuh di dalam dan di sekitar tumor juga bisa memyebabkan pembengkakan otak. Pengobatannya berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung jenis, ukuran, lokasi, kondisi kesehatan. Bisa juga disebabkan karena hidrosefalus dan High Altitude Cerebral Edema (HACE). Cerebral palsy atau lumpuh otak, yaitu gangguan perkembangan otak yang dapat terjadi saat masih di dalam kandungan atau setelah lahir, yang bisa menimpa area motorik otak dan mempengaruhi tingkat kecerdasan. Epilepsi, dan penyakit kejiwaan. Sebagian penyakit kejiwaan dikaitkan dengan kelainan anatomis atau gangguan fungsi kimiawi pada otak. Cedara otak juga penggunaan narkoba atau pengaruh minuman berakohol dapat menyebabkan kondisi ini. Pendarahan otak, yang terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan bocor, yang menyebabkan peradangan dan peningkatan ICP."


Dokter terdiam sesaat, kemudian melanjutkan penjelasan.


"Hidrosefalus terjadi karena adanya penyumbatan pada aliran cairan otak, gangguan penyerapan cairan otak, atau karena produksi cairan otak yang berlebihan, akhirnya cairan semakin menumpuk di otak dan menyebabkan pembengkakan. Sedangkan HACE dialami pada pendaki gunung di 2.500-4.000 meter."


"Dok, Anda mungkin salah mendiagnosa, mungkin bukan pembengkakan otak."


Mereka tetap tak menerima hal ini.


"Memang gejalanya apa saja, Dok?"


"Tentu saja setiap penderita mengalami gejala yang berbeda, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Seperti sakit kepala, nyeri dan kaku pada leher, pusing, mual, muntah, gangguan dalam bergerak, mati rasa, pernapasan yang tidak teratur, penglihatan menjadi kabur. Lalu pada tahap lanjut, yaitu demam dengan suhu lebih dari 38.3 derajat celcius, tingkat kesadaran menurun, hilang ingatan, perubahan suasana hati dan perilaku mendadak seperti bingung, delirium, letargi, halusinasi, delusi, agresi (berperilaku kasar), tidak mampu berbicara dengan jelas, lumpuh atau tidak mampu menggerakkan anggota tubuh, obstruksi usus, inkontinesia urine, sakit kepala hebat, kejang. Untuk itu, hal ini harus dibicarakan dengan pasien atau melihat hasil rekam medis pasien sebelumnya. Hmm, apakah ada gejala-gejala di tersebut yang pernah dirasakan oleh nona Freya."


"Dia pernah pingsan, namun itu saat masih di durham."

__ADS_1


"Sebelumnya dia juga pernah kecelakaan, Dok. Tapi itu sudah lama sekali. Kira-kira umurnya sembilan tahun, saat itu dia masih kelas enam SD. Tidak mungkin karena kecelakaan itu, kan, Dok? Itu sudah lama sekali terjadi, kenapa baru sekarang dampaknya dirasakan?"


"Lalu, apa lagi yang terjadi?"


"Hm, akibat kecelakaan itu, dia mengalami koma beberapa bulan. Saat itu kami masih tingg di Singapura, lalu kami memindahkan perawatannya ke Jerman."


"Saya harus mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter yang menanganinya di Singapura, Jerman, dan Durham. Saya harus melihat hasil pemeriksaan saat itu, apakah ada yang terlewat, atau memang pembengkakan ini baru terjadi. Apa baru kali itu saja nona Freya pingsan?"


"Tidak!" jawab Zilda tiba-tiba, saat teringat akan sesuatu.


"Apa sebelumnya pernah terjadi."


"Sast SMA, dia pernah sakit kepala hingga berteriak histeris, namun paginya dia seolah lupa dan tidak merasakan sakit lagi. Kalian ingat, kan? Sast di vila dulu?"


Memori beberapa orang itu kini kembali ke masa-masa Freya menjalani terapi narkobanya.


"Dia ... dia juga pernah pingsan. Nuna, kamu dulu yang bersama Freya, kan, saat dia pingsan di kebun teh. Apa yang sebenarnya terjadi saat itu?"

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu. Saat Arby bilang kalau dia ingin ke toilet, aku langsung jalan-jalan sendiri. Tiba-tiba aku melihat Freya yang sudah di atas bebatuan dan tak sadarkan diri. Aku tidak tahu apakah dia jatuh karena tersandung lalu pingsan, atau bagaimana, saat aku ingin meminta bantuan, Nania dan Aruna sudah datang lebih dulu."


__ADS_2