Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
64 Memberi Pelajaran


__ADS_3

"Seret dia ke luar!"


"Arby, kamu tidak bisa seperti ini padaku. Aku ke sini untuk ...."


"Pergi dari sini! Jika sekali lagi kamu muncul di hadapanku dan Freya, aku sendiri yang akan memotong kedua tangan dan kakimu, juga memotong lidahmu."


Wajah Arby merah karena amarah. Selama ini dia dan yang lain menjaga perasaan dan emosi Freya, namin wanita yak tahu malu ini tiba-tiba datang dan berbuat seenaknya saja.


Security menarik paksa Angel, namun perempuan itu masih memberontak.


"Lepas! Heh Freya, semua orang juga tahu kamu perempuan yang tega meninggalkan suami dan anaknya!"


Plak


Plak


Plak


Plak


Arby menampar Angel dengan sangat kencang hinhga sudut bibir perempuan itu mengeluarkan darah.


"Kamu memang tidak bisa diberi tahu baik-baik. Apa memang harus dengan cara kekerasan?"


Pria itu menjambak rambut Angel, tidak peduli dia perempuan. Lalu mendorongnya ke luar hingga Angel jantuh ke lantai. Tak ada yang berani berkomentar atas perilaku kasar Arby, karena mereka, terutama Jasmine dan Evan bisa melihat kelembutan dan kehangatan Arby saat bersama Freya.


Mereka menganggap bahwa Angel bukan hanya mencari masalah dengan Freya saja, tapi juga dengan Arby dan keluarga besar Zanuar, Winarta (nama keluarga oma), Wiguna (nama keluarga kakek Freya, Hendrick Wiguna), dan Efendy (nama keluarga nenek Freya, Patricia Efendy).


Padahal kalau Angel dapat berpikir dengan jernih, apapun masalah antara Freya dengan Arby, hubungan keluarga besar Zanuar dan Abraham tak putus apalagi rusak. Terbukti dengan adanya kerja sama sejak dulu yang tak pernah berhenti, bahkan sekarang semakin erat dengan bergabungnya Freya di perusahaan keluarga.


Cari matilah orang-orang yang berurusan dengan semua keluarga besar itu. Belum lagi keluarga besar Arby yang bukan hanya keluarga Zanuar saja.


Arby memandang Freya yang berwajah datar.


"Frey ...."


Wanita itu menatap Arby dan Jasmine bergantian.


"Ck, aku ke sini cuma mau bilang untuk mengganti rapat hari ini saja, karena besok aku ada operasi. Makanya punya ponsel tuh diaktifkan, biar enggak nyusahin orang kalau ada urusan. Jadi aku juga tak perlu berurusan dengan spesies Kunti itu. Punya sekretaris dan asisten kok enggak bermanfaat!"


Bukannya maksud Freya menyindir Jasmine atau Evan, tapi maksud Freya adalah selama ini Arby selalu menolak jika asisten atau sekretaris Freya yang ingin menyampaikan info melalui jasmine atau Evan. Arby ingin Freya sendiri yang langsung menghubunginya. Biasalah, modus.


Arby menghela nafas, mantan tercintanya sedang dalam mode galak.


Gara-gara wanita terkutuk itu, awas saja nanti dia.


Freya membalik badannya.


"Loh, mau ke mana, katanya mau meeting sekarang saja?"


"Lain kali saja, aku sibuk. Memang urusanku hanya denganmu."

__ADS_1


Freya meninggalkan perusahaan itu dengan raut wajah yang masih terlihat datar.


"Cari tahu untuk apa wanita itu datang ke sini!"


"Baik."


"Aku mau pulang."


Arby pun sudah tak mood lagi untuk bekerja.


.


.


.


Sepanjang perjalanan Arby tak tenang. Dia sangat takut Freya berpikir macam-macam, dan membshayakan kesehatannya. Dia lalu menghubungi keluarga Freya dan sahabat-sahabat mereka, termasuk Mico untuk berkumpul.


Arby harus menceritakan semuanya pada mereka. Bukan karena tak mampu menyelesaikan masalahnya dengan Angel, tapi agar mereka dapat menjaga Freya, karena Arby yang tak tinggal bersama Freya, juga tak selalu bisa bersama Freya jika Freya praktek, maka keluarga dan sahabat-sahabatnya yang juga bekerja di rumah sakitlah yang bisa memantaunya.


.


.


.


"Apa?"


"Dasar wanita kurang ajar!"


"Angel yang mantan teman satu kamlus kita, Ar?"


"Yang dulu kerja di perusahaan kamu?"


"Oh, aku tahu. Angel yang dulu di mall, kan. Yang Marcell dan Vian bohong, katanya sakit tahu-tahu jalan sama cewek-cewek dan kepergok Freya!" tutur Nuna.


Vian dan Marcell meringis, kenapa Nuna malah membahas masa lalu yang menyulut pertikaian itu. Nania dan Aruna melirik tajam pada Marcell.


"Iya, yang kamubsamperin ke kampus kami terus kamu jambak-jambak dan cakar-cakar karena mengaggap dia mah merrbut Arby dari Freya," sambung Ikmal.


Ikmal dan Nuna terkekeh, sedangkan Nania, Aruna, Kirei dan Mico hanya melongo.


"Jadi perempuan itu masih nyari masalah sampai sekarang?"


"Enggak kapok juga ya, dia."


"Biar papa yang urus perempuan itu," ucap Wildan.


"Dia biar menjadi urusan Arby, Pa. Tidak ada yang boleh menyakiti Freya dan Chiro."


"Baiklah kalau begitu."

__ADS_1


"Untung saja Chiro tidak ikut Arby ke perusahaan. Kalau tidak, dia pasti sedih melihat mommynya dihina orang seperti itu."


Ponsel Arby berbunyi, panggilan masuk dari Evan.


"Ya?"


"Perempuan itu datang sebagai perwakilan dari perusahaan SC, yang seharusnya mengadakan meeting dengan Anda."


"Berikan aku nomor ponsel CEO SC."


"Baik."


Tidak lama kemudian Evan mengirimkan nomor ponsel CEO SC dan Arby langsung menghubunginya.


"Halo?"


"Langsung saja, saya Arby Erlangga Abraham. Jika Anda ingin tetap melaikan kerja sama dengan perusahaan saya, saya ingin Anda memecat dengan tidak hormat pegawai Anda yang bernama Angel, yang Anda utus untuk bertemu dengan saya. Saya tunggu berita baik dari Anda satu jam lagi."


Sebelum mendapatkan jawaban dari CEO SC, Arby langsung memutusakan sambungan telepon itu.


Belum ada satu jam, bahkan baru sepuluh menit, Arby sudah mendapatkan kabar langsungvdari CEO itu bahwa dia telah memecat Angel dengan tak hormat.


"Kalau begitu Anda bisa mengirim orang lain untuk datang, nanti atur saja jadwalnya dengan asisten saya. Dia yang akan menemui perwakilan Anda."


Arby kembali yang menyudahi pembicaraan itu, dan menghubungi Evan.


"Buat Angel tidak dapat bekerja di perusahaan mana pun."


"Baik, Tuan."


Mereka cukup puas dengan apa yang dilakukan Arby. Bukannya jahat, tapi orang seperti Angel memang harus diberikan pelajaran. Jika diberi tahu dengan cara baik-baik tidak mempan, maka harus dengan tindakan yang lebih berkesan.


💕💕💕


Freya makan dengan tenang di ruang makan bersama keluarganya. Dia terlihat baik-baik saja, namun tak ada yang mau bertanya apapun kecuali Freya yang memulainya.


"Bagaimana perkembangan pembuatan pabrik?"


"Sampai sejauh ini lancar. Oya, aku akan tidur lebih cepat karena besok pagi akan melakukan operasi."


"Kalau begitu istirahatlah."


Di dalam kamarnya, Freya selalu teringat perkataan Angel.


Apa benar yang dikatakannya?


💕💕💕


Beberapa hari berlalu, Freya terlihat biasa-biasa saja saat bertemu Arby. Mungkin karena sebagai seorang psikiater, dia bisa mengendalikan emosinya agar tak terpengaruh oleh hal apapun. Lagi pula sebagai dokter bedah, dia memang harus fokus dan tak boleh membawa masalah pribadi ke urusan pekerjaan.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Arby.

__ADS_1


"Baik, memangnya aku kenapa?" tanya Freya.


Apa dia mengasihaniku seperti apa kata spesies Kunti, itu?


__ADS_2