Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
75 Sarapan


__ADS_3

Malam pertama, namun merana. Itu lah yang dirasakan oleh mantan duda itu yang baru beberapa jam lalu sold out itu.


Ck, kaya dulu lagi, enggak bisa langsung dapat jatah. Apa Arjun harus perawatan dulu, ya?


Luluran?


Mandi kembang?


Arby melirik Arjun yang masih terbungkus rapat, sambil memikirkan perawatan apa yang terbaik yang harus dia berikan untuk saudara seperjuangannya itu.


Arby membuka bajunya, dan berkaca. Dirinya memperhatikan bentuk tubuhnya sendiri.


Gila, bagus banget badan aku. Enak nih buat dipeluk.


Dia menahan tawanya, karena tidak ingin membangunkan Chiro.


Sementara itu di kamar lain, Freya dan sahabat-sahabatnya juga kakak adiknya memilih tidur bersama. Mereka tahu bahwa setelah hari ini, hal ini belum tentu bisa terjadi lagi. Bahkan setelah Freya memberi tahukan tentang rencananya itu, mereka selalu tidur bersama, sambil mengenang masa lalu yang lucu-lucu, tentunya tanpa Freya ingat, hanya mendengarkan saja.


Freya membayangkan, apa dulu saat pernikahan pertamanya, Arby juga merasa gugup? Dia kemudian melihat cincin yang kini tersemat di jarinya.


Cincin ini mirip dengan cincinku yang sudah kekecilan itu. Apa itu cincin pernikahanku dulu?


Karena penasaran, Freya akhirnya mengambil cincin lamanya, kemudian membandingkannya.


FA


Huruf yang terukir di cincin lamanya itu, dan itu juga terukir di cincinnya yang baru. Freya tersenyum, ternyata kami sams-sama masih menyimpan cincin pernikahan kami meski telah berpisah. Mungkin karena kami memang ditakdirkan bersama.


Pagi menjelang, Arby telah rapih meski waktu belum menunjukkan pukul enam pagi.


"Chiro, ayo bangun. Kita ke tempat mommy."


Chiro menggeliatkan badannya, lalu masuk ke kamar mandi.


Mereka tiba di depan pintu kamar Freya yang hanya sebelahan saja dengan kamar Arby. Dia mengetok pintu kamar itu.


"Sayang, Honey, Sweety, Darling, My Love, Baby!"


Pintu terbuka, wajah Arby langsung kesal melihat siapa yang membukakan pintu.


"Kenapa kamu ada di dalam kamar istriku?"


"Bobo bareng, dong."


"Minggir, aku mau ketemu My Bebeb."


"Stop! Di dalam ada Kak Anya, Vanya, Nania, Aruna juga Kirei."


Arby semakin melebarkan matanya.

__ADS_1


"Kalian apakan istri cantikku?"


"Ck, jangan ngawur. Dah sana balik ke kamarmu. Chiro mau ketemu mommy?"


"Iya, Aunty."


"Ayo."


Bukan hanya Chiro, Arby juga ingin melangkahkan kakinya namin ditahan oleh Nuna.


"Freya lagi mandi, dah sana, enggak sabaran banget, sih!"


Mendengar kata mandi, wajah Arby langsung cerah.


Pluk


Nuna langsung melempar handuk basah ke Arby.


"Jangan mesum, deh."


Bruk


Lalu dia menutup pintu itu, sebelum pria yang tadi malam kesepian di malam pertamanya itu menerobos masuk dan mengintip Freya mandi.


"Nuna, woy. Balikin gak istri aku. Tega banget kamu, Nun. Woy ... woy ... woyyyyyy!"


Arby menggedor-gedor dan menendang-nendang pintu kamar itu. Dia menoleh ke samping, dan melihat Evan dan saudara-saudara menahan tawa melihat penderitaannya.


"Sejak tadi."


"Berisik tahu, Ar. Untung yang ada di sini keluarga semua."


Arby jadi sadar kalau para keluarga sudah melihatnya sejak tadi. Dia lalu melempar handuk basah Ikmal yang tadi di lempar Nuna kepadanya dengan wajah manyun.


"Mendingan kamu nyiapin sarapan buat Freya."


"Udah, tapi dilarang kan tadi sama Nuna."


"Kapan? Perasaan dari tadi kamu gak nyebut-nyebut sarapan, tuh."


"Nih, sudah aku siapin, bahkan sejak tadi malam."


Arby menunjuk Arjun.


"Sudah aku cek, masih mulus kok. Malah tambah gede dan panjang."


"Aw ... aw ... awww ... Mommy, apaan sih? Sakit!"


Arby berusaha melepaskan jeweran Elya di telinganya.

__ADS_1


"Kamu makin lama makin mesum, sih?"


"Ya bagus dong, Mom. Daripada Arjun jadi impoten karena lama gak diasah. Kan kasihan dia, enggak bisa nunjukkin bakat terpendamnya."


Bukannya melepaskan, Elya semakin menjewer telinga anaknya itu.


"Mom, lepas. Aku aja enggak pernah jewer Chiro, Mommy mah, tega."


"Chiro mah lucu, nah kamu?"


"Unyu."


Pintu kamar Freya terbuka, menampilkan wajah yang sejak malam selalu dibayangkan oleh Arby.


"Sayang, Arjun kangen sama kamu."


Arjun?


Freya mengingat-ngingat siapa itu Arjun.


"Sudah Freya, jangan dipikirkan."


Mereka sarapan bersama di tepi kolam renang. Chiro sedang asik main bersama sepupu-sepupunya.


Arby nampak komat-kamit sambil menghitung dengan jarinya.


"Ngitungin apa sih, Ar?"


"Masa subur Freya," jawabnya polos yang mendapat lirikan tajam dari Freya.


Bukan hanya itu saja yang sebenarnya dia pikirkan. Meski pun acara pernikahannya kemarin sudah sangat mewah, tapi kan itu Freya yang menyiapkannya. Jadi dia tetap ingun membuatbacara yang mewah untuk Freya, marena saat pernikahan pertama mereka, tidak pernah ada acara resepsi, apalagi bulan madu.


"Van, aku mau cuti satu bulan. Kamu yang urus perusahaan, ya!"


Evan menghela nafas. Satu minggu saja sudah pusing, ini lagi harus mengerjakan semuanya sendiri selama satu bulan.


"Memang kamu mau ngapain, cuti satu bulan?"


"Program adiknya Chiro, dong. Biar Chiro bisa cepat-cepat punya adik."


Arby kembali senyum-senyum sendiri.


Akhirnya, sebentar lagi Arjun bisa bekerja dengan maksimal, hihihi ....


.


.


.

__ADS_1


Levelku sampai sekarang masih tetap kosong, tapi ya sudahlah, aku lanjut aja dulu nulisnya😊


Masih di daftar favorit, kan?


__ADS_2