Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
201 Impian Mereka


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Di sinilah Arby, Freya, dan Mico berada.


Duduk di dalam kantor polisi, berhadapan tepat dengan Ti J.


"Bagaimana keadaan kalian selama satu bulan ini?" tanya Freya.


"Ya begitu, Nona."


"Mulai hari ini, kalian sudah bebas."


"Apa?"


"Saya sudah mencabut tuntutan untuk kalian. Walau bagaimana pun juga, kalian sudah melakukan tindak kriminal, tetap harus dihukum agar menimbulkan efek jera."


Ti J merasa terharu, akhirnya mereka bisa bebas juga. Mereka pikir, akan dipenjara selama bertahun-tahun.


"Jadi begini, sudah saya pikirkan baik-baik. Kalian setelah dari sini, bisa bekerja di tempat kami."


"Benarkah?"


"Iya. Daripada di kampung, jadi pencopet dan tukang palak. Ibu kalian kan juga dirawat di rumah sakit sini. Mic, kamu deh yang jelasin."


"Keluar dari sini, kalian bisa bekerja di kafe atau restoran milik Freya. Bisa juga bekerja di rumah sakit atau klinik. Atau di perusahaan sebagai OB, atau di tempat saya juga bisa."


"Ini serius?"


"Iya. Nanti kerja kalian bisa dirolling tempatnya, tergantung mood Freya. Kalian juga bisa jadi asisten koki, kalau koki utama di kafe atau restoran setuju. Kata Freya, masakan kalian enak."


"Pokoknya kalian harus serba bisa, karena ada pekerjaan yang lebih penting untuk kalian."


"Apa itu?"

__ADS_1


"Jadi bodyguard anak-anak Freya."


"Astaghfirullah ...."


Arby, Freya, dan Mico mengeryitkan kening mereka, selain mendengar istighfar yang diucapkan Ti J, juga melihat ekspresi wajah mereka.


"Kenapa?"


"Menjadi bodyguard anak-anak, termasuk di kembar?"


"Iya, dong. Menjadi bodyguard khusus untuk Chiro, Sachi, Ichi dan Ishi. Bukan karena selama ini kami tidak punya bodyguard, hanya saja sepertinya kalian bertiga lebih cocok."


Setelah Arby dan Freya pikir-pikir, mereka memang harus memberikan bodyguard untuk keempat anak mereka. Arby dan Freya sendiri, yang sebenarnya memang punya banyak bodyguard, tapi tidak suka juga selalu dikawal ke mana-mana, dan cukup kesalahan kemarin dijadikan pelajaran. Lebih baik pergi dengan membawa banyak bodyguard, daripada menyesal seumur hidup.


Freya pernah ngambek dengan Arby karena Arby menyuruh orang diam-diam untuk menjaga Freya dari jarak tertentu, sejak kecelakaan di sungai itu.


"Berapa sih, umur kalian?"


"Sembilan belas tahun."


"SMA."


"Gak niat kuliah?"


"Bisa sekolah sampai SMA juga sudah bersyukur."


"Iya, itu juga ijasah belum diambil sudah dua tahun."


"Kalau punya kesempatan kuliah, mau?"


"Mau."


"Memangnya mau ambil jurusan apa?"

__ADS_1


"Dokter."


"Hukum."


"Bisnis."


Freya, Arby dan Mico menahan senyum.


Sepertinya ketiga orang ini memang cocok untuk mereka bertiga.


"Kenapa ketiga jurusan itu?"


"Biar bisa sembuhin sakit ibu."


"Mencari keadilan untuk ibu yang sudah disia-siakan sama suaminya itu. Istri sakit kok malah nikah lagi, enggak peduli sama anak-anaknya yang masih kecil. Pria seperti itu seharusnya dituntut dan dimasukin ke dalam penjara."


"Kalau jadi pengusaha, bisa punya banyak duit. Nanti saya pamerin tuh uang kalau ketemu sama pria itu, biar dia menyesal sudah menyia-nyiakan kami."


Freya, Arby dan Mico semakin suka dengan ketiganya.


"Ya sudah, kalau begitu setelah bekerja di beberapa tempat, kalian akan langsung menjadi bodyguard anak-anak. Menjadi bodyguard mereka harus bisa banyak hal, karena mereka anak-anak yang pintar dan sangat aktif."


"Kalau mereka mau kalian masakin sesuatu, ya kalian harus masakin. Bikin susu, menemani belajar, main, berenang, dan lainnya."


"Ini bodyguard apa baby sitter?"


Mico langsung tertawa, melihat wajah Ti J yang terlihat stress sebelum mulai bekerja.


.


.


.

__ADS_1


Dalam komen pembaca, ada yang bilang buat jadiin Ti J bodyguard para bocil, ada juga yang mau mereka kerja pada Freya ... ya, memang itu juga rencanaku.


Gimana nasib Ti J nanti?🤣🤭


__ADS_2