
"Mommy dan daddy tidak perlu menemani Chiro tidur lagi."
"Kenapa?"
"Kan Chiro sudah besar, malu kalau masih tidur dengan mommy dan daddy. Nanti kalau sudah ada dedek bayi, kasihan enggak kebagian tempat. Nanti penyek ketiban daddy."
Arby melebarkan matanya, sedangkan Freya dan yang lain tertawa. Akhir pekan mereka memang akan ada acara kumpul keluarga, agar hubungan kekerabatan tetap terjaga.
"Mommy, Mommy tahu tidak, di sekolah ada cewek yang kasih Chiro coklat."
"Terus?"
"Terus Chiro kasih ke Raine. Eh, cewek itu marah terus bilang kalau Raine itu pelakor, sama seperti bundanya."
Suasana langsung hening.
Sebenarnya ini lucu, kalau saja mereka tidak mengingat tentang masalah yang sudah terjadi dan anak itu tidak membawa-bawa masalah orang tua.
"Chiro tidak suka perempuan itu. Chiro dan Radhi harus membujuk Raine biar enggak nangis lagi."
"Cari tahu siapa orang tua dari anak itu. Masih kecil kok sudah diajarin untuk membully orang."
__ADS_1
"Chiro dan Radhi jadi sering berantem dengan mereka yang suka mengejek," ceplos Chiro.
"Apa!"
"Mereka terus saja meledek kami. Mereka bilang kami berasal dari keluarga broken home. Chiro tidak suka mereka menghina keluarga kita."
Mereka tentu saja tidak terima dengan apa yang diceritakan oleh Chiro.
"Kenapa Chiro baru cerita sekarang?"
"Baru ingat. Radhi dan Raine juga enggak mau cerita, karena takut bundanya sedih."
Kumpulan keluarga itu tentu saja tidak suka mendengar itu. Anak-anak itu tidak tahu apa-apa, kenapa malah menjadi korban?
Arby menggenggam tangan Freya. Dia tahu istrinya itu juga merasa kesal karena Chiro juga menjadi korban.
Anak-anak yang berasal dari keluarga broken home.
Tapi nyatanya anak-anak itu tidak pernah kekurangan kasih sayang dari orang tua mereka, bahkan bisa tumbuh menjadi anak yang sehat dan pintar.
"Nanti kami yang akan ke sekolah dan bicara pada kepala sekolah dan pihak guru. Apa pengawasan mereka kurang?"
__ADS_1
Arby mengepalkan tangannya. Dia tidak pernah membiarkan ada orang lain yang menyakiti hati istri dan anaknya.
Arby selama ini memang memanjakan Chiro, tapi tidak membiarkan Chiro menjadi sombong dan manja. Chiro tidak pernah pamer tentang keluarganya yang semuanya berasal dari keluarga kaya, tapi bukan berarti bisa dibully.
"Masih kecil sudah begitu, gimana besarnya? Amit-amit aku punya menantu kaya gitu."
"Masih kecil Ar, sudah mikirin menantu," sahut Marcell.
"Ya makanya aku amit-amitin dari sekarang. Mumpung masih lama."
Radhi dan Raine masuk setelah tadi bermain dengan kelinci. Mereka kembali bersikap biasa, agar anak-anak itu juga tidak memikirkan yang terjadi.
"Radhi, Raine, Chiro, kalau ada apa-apa di sekolah, langsung cerita ya. Jangan diam saja."
"Iya, Mommy."
Chiro lalu mengajak Radhi dan Raine bermain.
"Sekolah itu mungkin harus lebih diawasi lagi. Jangan sampai hal ini terjadi lagi," ucap Arlan.
Generasi mereka harus menjadi anak yang kuat. Memang pasti ada saja yang tidak suka dengan keluarga mereka, tapi bukan berarti harus menyerang anak yang masih di bawah umur dan mengganggu psikis mereka. Jika orang tua yang bermasalah, kenapa anak yang dihina?
__ADS_1
"Kami akan mengadakan kunjungan ke sekolah besok, dan kembali memantau keadaan sekolah."