Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
101 Penderitaan Arby


__ADS_3

Arby memutuskan untuk mengajak Freya, sang kekasih hati berbulan madu, dengan tetap ada Chiro di antara mereka.


"Kenapa kita harus ke Jepang lagi? Daddy enggak bosan, apa karena enggak punya uang?"


Arby menghela nafas, kesal dengan tuduhan anaknya itu, sedangkan yang lain hanya menahan tawa.


"Memangnya Chiro mau ke mana?"


"Hmmm, ke Yunani saja, Daddy."


"Kenapa Yunani?"


"Karena uncle Marcell penasaran, apa perempuan Yunani itu cantik-cantik. Nanti Chiro bisa menceritakannya pada uncle Marcell."


Marcell langsung mengkerut di tempatnya, serem dengan tatapan-tatapan tajam.


"Jangan lupa Chiro, ceritakan pada aunty, apa pria Yunani itu tampan apa tidak," ucap Nania.


"Kali saja jodoh aunty orang Yunani."


Marcell langsung mendelik kesal. Hubungan dia dan Nania tidak pernah membaik.


Mungkin sudah saatnya aku benar-benar harus melepaskannya. Aku bukan Arby, bukan juga Marva.

__ADS_1


Freya, sang pengamat sekitar, hanya bisa menghela nafas. Dia sudah sedikit diceritakan bagaimana hubungan Marcell dan Nania.


Freya tiba-tiba senyum sendiri, lalu senyum itu menghilang, digantikan dengan wajah yang sedikit cemberut, lalu senyum lagi.


Arby, si pengamat Freya, merasa heran dengan sikap istri tercintanya itu.


"Kamu kenapa, Beb?"


Freya hanya menggeleng, namun Arby bisa melihat tatapan Freya yang terus terarah pada Marcell.


"Jangan lihatin cowok lain mulu, napa!"


"Aku punya banyak pasien cowok, memangnya aku enggak boleh lihatin mereka?"


"Mommy, daddy nakal ya?"


"Iya, Chiro."


Freya langsung memasang wajah sedih penuh duka. Dia paling senang kalau sudah melihat Arby yang diomelin okeh Chiro, itu hiburan khusus untuknya.


"Kalau begitu, kita bulan madunya berdua saja, Mommy. Nanti kita bawa pria tampan buat oleh-oleh untuk daddy."


Untung saja Arby sehat, kalau tidak, dia pasti sudah lama jantungan dengan setiap perkataan dari anak kesayangannya itu. Wajah Freya langsung berbinar cerah, sambil melirik Arby dan menahan tawa.

__ADS_1


"Apa Mommy tahu, katanya pria Itali itu sangat tampan, juga romantis."


Arby mengelus dadanya, kenapa anaknya itu bagai musuh dalam selimut?


Ibu dan anaknya itu memang sangat kompak, dan selalu kompak. Arby seharusnya senang dan bangga, tapi untuk hal yang ini, dia ingin memisahkan mereka berdua. Dikurung di kamar masing-masing saja. Mendapat hukuman berat.


Kalau Chiro dihukum agar tidak merecoki setiap malam, seperti minta ditemani menonton animasi jadul Ninja Hatori atau Naruto, masak nasi goreng dengan udang asam manis dan cumi goreng tepung pada malam hari, maka Freya dihukum yang ringan-ringan saja, membuat anak kembar sepuluh, bonus satu. Jadinya sebelas.


Ringan bagimu, Mbah!


Bibir Arby sudah komat-kamit seperti mbah dukun. Mungkin dia sedang mencari mantra. Andai saja Chiro itu sudah besar, mungkin dia akan langsung menikahkan saja Chiro, agar mengerti bagaimana perasaan dia saat ini.


"Lihat tuh Mom, daddy jadi enggak jelas gitu. Komat-kamit mulu, apa daddy sedang kesurupan?"


Freya memegang perutnya, lalu terbirit-birit ke kamar mandi, disusul oleh para wanita. Wajah Arby memang terlihat sengsara, disiksa batin oleh anak kandungnya sendiri.


Kalau Chiro punya adik, jangan sampai seperti Chiro, moga-moga saja lebih kalem. Arby cemburu, ingin sekali-kali dibela oleh Chiro kalau dia langi ngambek pada Freya. Mau juga dibela oleh Freya, kalau dia lagi ngambek pada Chiro.


Lah ini, bukannya dibela, malah semakin diledekin.


Nasib hot daddy dan suami ganteng. Lihat saja, aku harus bisa bikin sepuluh adik buat Chiro, biar Chiro sibuk mengurus adik-adiknya itu, dan aku bisa bikin adik lagi yang baru, hehehe.


Mungkin Arby sedang punya proyek baru, membuat pemukiman baru yang penduduknya adalah anak-anaknya sendiri, dan dia jadi kepala dusun.

__ADS_1


__ADS_2