Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
110 Kamu Tidak Tahu


__ADS_3

Sudah dua minggu mereka di Jepang, Arby mengajak Freya dan Chiro dengan mendatangi empat pulau besar yang ada di sana. Mereka menginap di penginapan tradisional dan berendam air hangat.


"Berapa lama lagi kita baru akan kembali ke Jakarta?"


"Kenapa, kamu bosan?"


"Selama bersama kamu dan Chiro, aku tidak akan pernah merasa bosan."


Baru digombalin begitu saja sama Freya, dia sudah girang.


Pagi ini, Freya mengajak Arby dan Chiro pergi ke pengobatan tradisional Jepang. Dia ingin memeriksakan kesehatannya, apakah ada yang salah dengan rahimnya atau tidak.


Tidak mau Freya yang sedih, Arby juga ikut memeriksakan kesehatannya. Siapa tahu saja dia yang bermasalah.

__ADS_1


Tapi dari hasil pemeriksaan, keduanya sehat-sehat saja. Membuat mereka berdua merasa lega.


"Kamu sudah dengar sendiri, kan? Memang belum waktunya kita memiliki anak lagi. Tidak perlu punya banyak anak, satu juga sudah cukup. Yang penting kita berdua selalu sehat dan bisa membesarkan Chiro dengan baik."


Freya tersenyum dan mengangguk. Arby merasa lega, dia tidak mau Freya punya banyak pikiran. Dia ingin Freya menjalani pernikahan mereka tanpa beban. Mau satu anak saja tidak masalah, yang penting Freya tetap bersamanya.


Semoga mommy punya adik bayi, biar mommy enggak sedih terus. Chiro tidak mau melihat mommy bersedih. Kalau nanti punya adik bayi, Chiro janji akan menjadi kakak yang baik.


Chiro sangat menyayangi Freya, apa pun yang Freya inginkan, maka itu yang akan menjadi doa Chiro. Hal yang akan Chiro doakan setiap pagi siang sore dan malamnya, setiap hari.


"Biar mommy enggak diambil tuyul." Itulah yang selalu Chiro katakan, membuat Freya antara geli tapi juga heran.


Memangnya dia uang?

__ADS_1


Tapi Arby mengartikan lain. Tuyul yang dimaksud di sini, tentu saja pria lain.


Mereka jalan-jalan, tidak lupa masuk ke toko yang satu ke toko yang lainnya, membeli banyak oleh-oleh.


Arby juga suka merasa kesal. Setiap kali dia mengajak Freya dan Chiro makan di restoran mewah, ada saja yang mereka temui, yaitu rekan bisnis.


Freya juga bertemu dengan rekan sesama dokter yang mengikuti seminar, yang berasal dari Jepang. Untung saja mereka tahu tentang kecelakaan yang menimpa Freya, jadi tidak heran melihat Freya yang bingung dan tidak mengenali mereka.


"Tidak masalah Dokter Naya, saya sudah sepuluh tahun menikah, baru punya anak. Nikmati saja pernikahan kamu dan tetap optimis."


Tibalah waktunya mereka kembali ke Jakarta. Freya sudah tidak sabar mendengar cerita dari teman-teman nya, karena dia sedang melakukan pengembangan klinik di beberapa tempat lainnya. Dan seperti biasanya, Mico selalu menjadi pengacara kepercayaan Freya yang harus mengurus semua berkas dan perizinan, membuat Arby cemburu.


"Kalau kamu juga yang mengurus, nanti kamu tambah sibuk, jadi berkurang waktu buat aku. Nanti aku kesepian." Itu yang Freya katakan setiap Arby merasa cemburu pada Mico.

__ADS_1


Kamu enggak tahu saja sih, Yang, bagaimana hubungan kamu dulu sama Mico. Aku sangat takut kamu dulu lebih memilih Mico dari aku. Itulah sebabnya aku dulu merenggut keperawanan kamu dengan paksa. Karena kamu hanya boleh menjadi milikku!


__ADS_2