Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
123 Gemuruh Hati


__ADS_3

Sudah lama menikah, kok belum hamil juga?


Kasihan tuan Arby, pasti ingin punya anak lagi.


Nikah lagi saja, biar bisa punya anak.


Itu namanya karma buat istrinya. Dulu sih, pergi ninggalin suami dan anak hanya demi karir. Sekarang malah enggak bisa punya anak lagi, kan.


Dulu, anak masih bayi malah ditinggal pergi.


Emang enak, enggak bisa punya anak lagi.


Banyak tulisan tentang Freya, dan hampir semuanya perkataan buruk. Freya menunduk, menahan gemuruh di hatinya.


Di perusahaan, Arby yang diberi tahu tentang berita itu, langsung mendobrak meja. Dia lalu keluar dengan wajah yang menakutkan.


"Sayang," sapa Arby begitu sampai di rumah sakit. Dia langsung memeluk Freya.


"Jangan pedulikan mereka. Jangan pedulikan mereka."

__ADS_1


Arby mengusap rambut dan punggung Freya, mengecup kepalanya berkali-kali, lalu mengajak Freya pulang. Kalau ini bukan rumah sakit miliknya, mana bisa dia seenaknya membawa Freya pulang.


Sesampainya di mansion, Freya langsung tidur. Melihat Freya yang tidur dengan wajah berkeringat dan gelisah, dia lalu menyeka keringat Freya dengan tangannya, dan memeluk Freya.


Setelah beberapa saat, dia lalu pergi lagi untuk menjemput Chiro. Memang belum waktunya Chiro pulang, tapi dia akan lebih tenang jika Chiro sudah ada di rumah dan menjaga ibu dan anak itu sekaligus. Arby tidak pernah menyuruh orang lain menjemput Chiro, selain keluarganya. Itu pun kalau dia benar-benar tidak sempat.


"Kenapa Daddy menjemput Chiro secepat ini?"


"Mommy lagi sakit." Tidak ada gunanya menutupi keadaan Freya saat ini, toh nanti juga Chiro akan tahu.


Wajah Chiro langsung terlihat murung. Mereka lalu mampir ke super maker untuk membeli banyak buah, juga membeli banyak kue dan bahan masakan. Koki di rumah itu jarang berfungsi, karena Arby dan Freya lebih suka masak sendiri. Tapi karena pekerja di rumah itu sangat banyak, jadi makanan yang dibuat oleh koki akan dimakan oleh para pekerja.


Gosip tentang Freya juga sudah pasti didengar oleh para sahabat dan semua keluarga besar mereka. Mereka sangat geram dengan semua itu. Kenapa orang-orang itu sibuk dengan urusan pribadi orang lain? Merasa hidupnya sangat suci dan jauh dari kekurangan. Merasa sudah sempurna.


Bukan hanya di satu sosial media saja yang membicarakannya, tapi banyak. Beredar dari satu orang ke orang lainnya.


"Ayo Chiro, nanti mommy keburu bangun."


Mereka tiba di mansion bertepatan dengan dokter, dan tidak lama kemudian yang lain juga datang.

__ADS_1


"Di mana Freya?"


"Tadi pas aku pergi lagi tidur."


Arby langsung masuk ke kamarnya, dan diikuti keluarga Freya. Mereka melihat wajah Freya yang pucat, dan bajunya basah karena keringat.


"Kalian keluar dulu," ucap Arby.


"Kenapa memangnya?" tanya Vanya, adik Freya.


"Aku mau mengganti baju Freya dulu."


"Terus?"


"Kalian mau lihat aku mengganti baju Freya? Sekalian kalau aku bikin dede bayi, mau lihat juga?"


Pundak Arby langsung ditepuk oleh mertuanya. Sempat-sempatnya pria itu bicara mesum seperti itu.


Begitu mereka keluar, Arby lalu menggantikan baju Freya dan mengelap dengan air. Dikecupnya kening Freya lalu dia keluar.

__ADS_1


Dia langsung menuju dapur, tidak peduli dengan kehadiran yang lain. Dia dan Chiro bekerja sama memasak. Orang-orang yang melihat itu merasa kagum, dan senang. Keluarga Freya merasa beruntung Freya bisa bersama lagi dengan Arby, terutama opa dan oma Freya.


__ADS_2