
Chiro diam di dalam kamarnya. Dia tadi meminta Freya dan Arby tidak lagi menemani dia tidur. Anak itu sekarang hanya membolak balik badannya.
Di kamar sebelah, Arby sedang dilanda dilema. Antara mau bersama Chiro atau memberi tugas penting untuk Arjun.
"Kamu kenapa, sih? Dari tadi gelisah terus?"
Freya memeluk Arby, yang membuat pikiran pria itu blank. Seketika dia langsung mengambil keputusan.
Baiklah, ini demi Chiro. Aku akan memberikan tugas mulia kepada Arjun untuk memberikan dedek bayi yang banyak. Kalau perlu, kembar sepuluh sekalian!
Arby mulai bertindak, menatap wajah cantik Freya yang semakin cantik dan terlihat dewasa.
Jantungnya berdetak kencang, tiba-tiba wajahnya memucat disertai keringat dingin.
Arby teringat malam pertamanya dengan Freya dulu. Bukan, bukan malam pertama, lebih tepatnya malam naas. Tubuh Arby langsung gemetaran, bayangan malam itu datang dalam pikirannya. Menggangu akal sehatnya.
"Ar, kamu kenapa? Sakit?"
Arby tidak menjawab, tapi langsung masuk ke kamar mandi, meninggalkan Freya begitu saja tanpa penjelasan. Di dalam kamar mandi, Arby membasuh mukanya.
Soal, kenapa aku harus teringat kejadian itu lagi? Tidak, Freya tidak boleh tahu, tidak boleh mengingat hal yang menyakitkan itu. Lebih baik dia amnesia seumur hidup daripada harus mengingat kelakuan burukku dulu.
Freya tidak boleh tahu
Freya tidak boleh ingat
__ADS_1
Freya tidak boleh tahu
Freya tidak boleh ingat
"By, kamu kenapa, sih? Sakit?" Freya mencoba membuka pintu kamar mandi, tapi pintu itu dikunci oleh Arby.
"Enggak. Kamu tidur duluan saja, aku masih lama di sini."
Dua jam lamanya Arby di kamar mandi, dan saat dia ke luar, dia melihat Freya yang masih belum tidur.
"Kenapa kamu belum tidur?"
"Nungguin kamu, kamu ngapain di kamar mandi, lama banget?"
"Lagi nyari inspirasi."
"Inspirasi nama untuk anak-anak kita," jawabnya asal.
Wajah Freya langsung cemberut.
"Jelek amat nyarinya di kamar mandi. Jangan sampai kamu kasih nama Sigi, ya!"
"Sigi?"
"Iya, singkatan dari sikat gigi!"
__ADS_1
Arby langsung tertawa.
"Nanti aku kasih nama Saca."
"Sabun cair, kan!?"
Arby mengecupi wajah Freya dengan gemas.
"Sudah malam, ayo tidur," ajak Arby.
Freya terdiam, menatap Arby.
"Tidur, Honey!"
Setelah memastikan Freya tidur, Arby kembali duduk di atas kasurnya. Dia hanya bisa menatap wajah Freya dengan sedih.
Mungkin Tuhan membuat kamu amnesia agar kamu melupakan semua hal buruk yang terjadi di masa lalu. Ya, meskipun bukan hanya hal buruk saja yang kamu lupakan.
Jika suatu saat nanti kamu mengingat semuanya, tolong maafkan aku. Jangan tinggalkan aku lagi!
Di satu sisi, aku mau kamu tetap melupakan semuanya. di sisi yang lain, aku ingin kamu mengingat semuanya.
Semarah apa pun kamu nanti, aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi dari aku dan Chiro.
Aku harus cepat-cepat membuat kamu hamil, agar hubungan kita semakin erat, dan kamu tidak lepas lagi dari genggaman aku. Cukup sekali saja aku melepaskan kamu.
__ADS_1
Tuhan, aku tahu aku penuh dosa, tolong maafkan semua kesalahanku. Aku benar-benar mencintai istriku ini. Ijinkan dan beri aku kesempatan untuk menjadi suami yang baik baginya.
Maafkan aku, Freya. Tetaplah selalu berada di sisiku apa pun yang akan terjadi nanti. Hanya kamu satu-satunya yang ada di hatiku.