Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
111 Kerja Keras


__ADS_3

Segala cara dulu dia lakukan untuk menjauhkan Freya dari pria-pria yang menyukainya. Dan itu dia lakukan tanpa sepengetahuan saudara-saudaranya, termasuk Ikmal.


Tentu saja para pria itu akhirnya mundur, tidak lanjut mendekati Freya. Tapi berbeda dari Mico, dia tidak bisa menjauhkan Mico dari Freya. Membuat Arby merasa sangat kesal dengan Mico. Sampai akhirnya Mico pergi, baru Arby bisa bernafas lega. Tapi ternyata kesulitan tidak berhenti begitu saja, Freya tetap jauh darinya.


Rasa cinta Arby bukan karena obsesi, juga bukan sekedar janji masa kecil, bukan juga karena terbiasa.


Kenapa bukan Nuna?


Yang juga sudah bersama dia sejak kecil.


Tidak, bagi dia, Freya berbeda. Freya tidak seperti Nuna atau perempuan mana pun. Gadis kecil berkuncir kuda itu sudah memikatnya sejak kecil.


Hanya Freya yang pantas bersamanya, dan itu didukung kuat oleh keluarganya, juga keluarga Freya.


Arby ingin menunjukkan rasa cinta sejak dulu, tapi Freya yang hilang ingatan, terlanjur membencinya, dan semakin membencinya dengan pernikahan mereka.


"Kamu kenapa sih, suka bengong, mikirin perempuan lain, ya?"


"Perempuan lain siapa? Kuntilanak?"


Freya tertawa, suaminya ini kalau jawab suka mengesalkan memang, tapi bikin dia terhibur.


"Frey, pokoknya kamu harus ingat, apa lun yang terjadi, kamu enggak boleh meninggalkan aku dan Chiro."

__ADS_1


"Kamu juga, enggak boleh meninggalkan aku sama Chiro."


"Promise!"


"Chiro dicuekin terus, sama Daddy dan Mommy."


Anak itu kembali membuyarkan keromantisan kedua orang tuanya. Arby langsung mengendong Chiro, meski berat anak itu sudah semakin bertambah, apalagi sejak kehadiran Freya.


Mereka makan di salah satu rumah makan. Freya diperlakukan seperti anak kecil, selalu saja disuapin. Orang-orang yang melihat itu merasa iri.


Boro-boro disuapin, baru diminta saja, pasti pasangannya sudah berkata, "Makan sendiri, kaya anak kecil saja. Memangnya enggak punya tangan?"


☘️☘️☘️


[Iya, iya, aku pulang besok malam. Sudah tahu hatiku hanya untuk Freya, tapi kalian berharap terlalu banyak.]


[Mabok nih orang.]


[Dasar gila!]


Arby lalu menyeringai licik. Dia langsung membuka bajunya, mengacak rambutnya dan berbaring di kasur dengan memperlihatkan dada bidangnya saja dan memakai selimut.


Cekrek

__ADS_1


Send


[Aku tuh capek, habis kerja keras. Dan ini juga belum selesai]


Mereka yang menerima foto dengan keterangan yang seperti itu, langsung memaki-maki.


Di sana, Arby menatap barang-barang yang memang belum selsai dia rapihkan, lalu terkikik geli.


Rasain tuh, mupeng, mupeng deh, tuh!


Arby kembali menuliskan kata-kata yang membuat yang lainnya darah tinggi, mungkin mereka harus segera memanggil dokter untuk tensi.


[Tapi lelahnya enak banget, bikin nagih, sehat lagi! Oya, cuma Marva saja yang mengerti. Ckckck!]


Mico yang membaca itu, hanya mendengkus. Sedangkan dokter Agam geleng-geleng kepala. Dia heran, ternyata ada juga pria yang seperti ini. Dia lalu tertawa membaca kalimat-kalimat Arby selanjutnya. Dia memang sudah tahu bagaimana Arby yang selalu membanggakan Freya, tapi tidak menyangka bisa separah itu menunjukkan keromantisannya.


Yang perempuan juga tidak kalah. Mereka juga sedang bergosip dengan grup chat mereka. Membicarakan para pria itu, dan terkikik geli.


.


.


.

__ADS_1


Hari Senin, yang punya vote boleh kasih ke sini. Makasih, ya🤗


__ADS_2