
Freya, aku titipkan kenangan terakhirku padamu. Ini adalah usaha terakhirku agar kamu tidak benar-benar melupakan mereka. Karena aku tahu, mereka lah yang paling menderita melihat kita seperti ini.
Dengan buku ini, ini akan menjadi jembatan antara aku dan kamu, yaitu kita.
Freya, lakukanlah banyak hal yang membahagiakan setelah ini. Mempunyai anak yang banyak, karena sejak dulu aku sangat menginginkannya. Milikilah putra putri yang lucu dan menggemaskan.
Boleh aku meminta sesuatu padamu?
Kalau nanti kamu mempunyai anak perempuan, berikan dia nama Aileen. Karena dia adalah cahaya untuk kita.
Tapi kalau memang kita tidak memiliki anak perempuan, atau hanya memiliki Chiro saja, tidak masalah. Mungkin Tuhan sedang menghukum aku yang telah meninggalkan dia sejak bayi.
Maafkanlah masa lalu kamu ini yang begitu buruk.
Freya, aku merasakan rasa sakit ini. Bukan hanya fisik, tapi juga perasaan. Sakit karena aku yang sekarang akan meninggalkan mereka. Untuk itu, tetaplah bertahan Freya. Sembuhlah, lanjutkan impian kita yang belum tercapai. Bukan karir atau kekuasaan, tapi memiliki anak yang banyak. Rawatlah mereka dengan tanganmu sendiri. Berbahagialah dengan Arby dan anak-anakmu.
(Arby merasakan sesak di dadanya. Sekali lagi dia tidak tahu harus merasa dan bersikap seperti apa. Apakah senang atau sedih. Apakah bersyukur atau takut.
Namun yang pasti, dia semakin sadar kalau Freya tetaplah Freya.
Freya selalu membuktikan kalau dia selalu selangkah dari mereka.
Freya yang diam-diam sudah menyiapkan semuanya.
Freya yang menulis semua agar dirinya sendiri tidak melupakan bagaimana dia di masa lalu dan orang-orang di sekitarnya.
Freya yang tidak malu untuk mengakui bagaimana dia dulu, bahkan ingin agar dirinya yang sekarang tahu bagaimana masa lalunya yang cukup kelam.
Arby tidak pernah berpikir Freya akan melakukan semua ini. Freya memang selalu memiliki perencanaan yang matang, bahkan saat dia sakit pun, dia masih bisa untuk membuat semuanya.
Arby menghembuskan nafas berat. Air matanya tidak ingin berhenti, hidungnya sudah tersumbat. Meskipun tangannya masih gemetaran, tapi dia tetap memegang buku harian itu dengan erat.
__ADS_1
Ini adalah harta yang sangat berharga untuknya. Bukan seperti wasiat yang dulu pernah Freya bagi-bagikan untuk yang lain, berupa usaha-usaha milik Freya, apartemen, saham atau apa pun. Tidak, bagi Arby, buku ini lebih berharga baginya.
Freya yang dulu sudah membuat Freya yang sekarang tetap mengingat dirinya sejak SMP.
Tetap mengingat Arby ABG yang selalu bertengkar dengannya.
Arby remaja yang sudah menikah dengannya dan tetap bertengkar dengannya.
Arby seorang duda beranak satu yang sering modus untuk mengejar cintanya.
Terima kasih Sayang, terima kasih.
Bukan hanya anak hal berharga yang Freya berikan untuknya. Tapi tetap mempertahankan ingatannya dalam sebuah buku harian, benar-benar membuat Arby terharu. Arby merasa dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan Freya yang diam-diam sudah melakukan banyak hal, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk keluarganya dan sahabat-sahabatnya. Meski Arby juga tidak menyangka ada rahasia lain yang Freya tulis di sana. Rahasia yang dia dan sahabat-sahabatnya juga tidak tahu.
Arby menggigit bibirnya. Matanya masih terbuka dengan segar, meski kabut menyelimuti mata itu. Tidak peduli kalau malam telah semakin larut dan hawa semakin dingin.
Arby kembali membaca kalimat-kalimat terakhir yang Freya tulis di sana.
Seperti Freya yang memiliki Arby.
Dan untuk kamu Arby, kalau kamu membaca semua ini hingga akhir, aku ingin mengatakan, kalau aku mencintai kamu, baik di masa lalu, maupun di masa depan.
Sejak kapan?
Tentu saja sejak kita SMP.
Aku mencintai kamu, kakak kelasku yang menyebalkan.
Aku mencintai kamu, suamiku yang menjengkelkan.
Aku mencintai kamu, mantan suamiku yang menggemaskan.
__ADS_1
Aku mencintai kamu, suamiku yang tersayang.
Terima kasih, karena tetap bersamaku dalam setiap keadaan. Dan terima kasih, karena kamu telah kembali menjadi suamiku.
Maafkan aku, yang mencintaimu.
Arby sungguh tidak tahan lagi. Dia memeluk tubuh Freya dengan erat. Tidak peduli kalau air matanya membasahi wajah Freya. Tidak peduli kalau hembusan nafasnya yang kasar mengenai ceruk leher Freya.
Aku juga mencintai kamu, istriku. Bidadari surgaku ....
...❤️TAMAT❤️...
Semoga kalian puas dan berkesan dengan ceritanya, apalagi endingnya🤗
Tetap happy ending, kan🙂
Komen yang banyak ya. Jangan lupa like vote dan gift, nonton video di gift juga ya😃
Baca juga ceritaku yang dua ini dong. Gak kalau seru kok ceritanya
Dukung keduanya, ya. Konflik selalu berbeda😃
Oya, follow akunku dong. Dan jangan hapus cerita ini dari favorit ya🥳
Ini cover pertama Jarak sebelum diganti sama NT, buat mengenang
__ADS_1