
Erlang datang membawa makan siang ke rumah sakit untuk Naya. Dia ingin memastikan bahwa mantan istrinya itu tidak terlambat makan meski sibuk bekerja.
Apa gunanya menjadi dokter, mengingatkan pasien untuk menjaga kesehatan, istirahat yang cukup dan menjaga pola makan, tapi dirinya sendiri sulit untuk menerapkannya karena sibuk dengan para pasiennya.
Erlang meletakkan bekal makan itu di hadapan Naya, dia tidak bisa lama-lama karena akan ada rapat.
"Aku juga akan memberikan vitamin C untukmu."
Cup
"Itu vitamin C, kepanjangannya Ciuman, dariku, agar bibirmu tetap lembab, tidak kering, tidak sariawan atau pun panas dalam. Aku akan memberikannya secara rutin tiga kali sehari sesuai dosis. Boleh nambah kalau kamu merasa kurang."
Erlang meninggalkan Naya dengan kedipan mata dan senyum puas.
Andai saja ini perusahaan dan bukan rumah sakit, Naya pasti sudah mem-blacklist nama Arby Erlangga Abraham dari tempat ini, dan meminta security untuk mengusirnya.
Sayangnya ini bukan perusahaan, dan rumah sakut ini bukan rumah sakitnya.
.
.
.
Pulang kerja Naya menyempatkan diri mampir ke cafe miliknya. Cafe ini dibangun karena hobi memasaknya. Satu-satunya hal yang sejak dulu dia lakukan tanpa pengaruh dan campur tangan dari keluarganya.
Awalnya hanya cafe kecil biasa, namun lama kelamaan cafe ini berkembang dan menjadi besar. Pengunjungnya juga saat itu hanya teman-teman kampusnya, untuk sekedar nongkrong dan menunggu jam kuliah dimulai.
Selain karena menu yang disajikan enak dan terdapat ciri khasnya, managemen yang dilakukan Naya juga membuat cafe ini semakin dikenal berbagai kalangan. Hanya sahabat-sahabat Naya, manager dan empat orang pekerja saja yang tahu kalau Naya adalan pemilik cafe ini, sedangkan pekerja yang lain tidak ada yang tahu.
Hari ini, Erlang, Chiro dan para unclenya sedang menikmati waktu sore mereka di cafe Naya yang bernama D'Cafe itu.
"Daddy, itu mommy."
Naya yang samar-samar mendengar suara Chiro langsung menoleh. Dokter cantik itu menghampiri Chiro yang duduk dikelilingi para pria dia dewasa berwajah tampan.
"Ecan sudah pesan makanan?"
__ADS_1
"Belum, Mommy."
"Kalau begitu Ecan tunggu di sini dulu, ya."
Sambil menunggu Naya yang ternyata ke dapur cafe untuk membuatkan sendiri makanan dan minuman untuk Chiro, Erlang, Evan dan yang lain membahas pekerjaan.
"Apa yang Jasmine katakan?" tanya Erlang pada Evan.
"Kontrak kerja sama dengan nona Clara aoan ditanda tangani minggu depan. Lalu pemotretan untuknproduk baru akan dilakukan tiga hari setelahnya."
"Lalu?"
"Kabar yang saya dengar, nona Clara juga melakukan kontrak kerja sama keluarga Zanuar dan keluarga nyonya Ami."
"Mertuaku juga bekerja sama dengannya?"
"Mertua? Mantan, kali," celetuk Marcell membuat Erlang kesal.
"Sekali mertua, tetap mertua," bantah Erlang.
Ikmal, Marcell dan Vian terkekeh.
Buanglah mantan pada tempatnya.
Bisa frustasi depresi nih, daddynya Chiro.
Saat sedang berdiskusi, seorang wanita cantik berpenampilan anggun datang menghampiri Erlang.
"Selamat sore, Tuan Erlangga."
Clara memberikan senyum terbaiknya. Chiro yang melihat perempuan cantik ingin mendekati daddynya, langsung bereaksi.
"Daddy, ayo kita menyusul mommy."
Kata-kata itu bukan ditujukan untuk Erlang, tapi untuk Ikmal yang langsung tersedak salivanya sendiri.
Kenapa selalu aku yang dijadikan tumbal?
__ADS_1
Erlang menatap Chiro, begitu juga dengan Clara.
"Halo, jagoan kecil yang tampan, siapa namamu?" tanya Clara.
"Namaku Kichiro Ercan, kata mommy aku pria paling tampan, bahkan ketampanan daddyku tak ada apa-apanya."
Ikmal, Vian, Marcell bahkan Evan tertawa.
Sabar Arby, dia anakmu, jadi jangan kesal dengan perkataannya. Dia bahkan tidak menyebutkan nama Zanuar dan Abraham.
"Aunty, apa Aunty menyukai daddyku?"
Clara yang mengira bahwa anak itu adalah anak Ikmal, langsung menggeleng.
"Tentu saja tidak."
"Bagus, Aunty. Jangan menyukai dan mendekati daddyku, karena daddyku hanya milik mommy. Mommyku wanita paling cantik di dunia, jika dia ikut kontes kecantikan dunia, pasti Aunty akan kalah telah dengan mommy."
Clara tersenyum kaku.
"Tentu saja, aunty yakin jika mommymubsangat cantik," bagi dirimu dan daddymu saja, lanjutnya dalam hati, kan harus jaga image.
Tidak lama kemudian Naya datang dengan payan di belakangnya yang membawa berbagai menu. Naya dan Clara bertatapan, namun Naya bersikap cuek karena memang tidak ada urusan dengan perempuan itu.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan Erlangga."
Clara memberikan senyum untuk Erlang dan yang lain, termasuk Naya yang hanya mengangguk pelan.
.
.
.
.
Tiga hari ini hpku rusak, baru selesai diservis tadi sore. Jadi up-nya dikit dulu ya. Yang ngikutin cerita Pernikahan Dini 2, sabar ya.
__ADS_1
Oya, dari awal aku bikin cerita ini, memang akan memasukkan karakter Zion dkk, karena masih ada hubungannya sedikit dengan Arrogant Wife walau di Arrogant Wife enggak terlalu diceritakan. Juga ada hubungannya di cerita yang lain, meski belum aku publish, dan belum tahu kapan mau publish
Makanya pas bab berapa gitu, ceritanya si Erlangga ini ada meeting dengan pemimpin 4C group.