
"Mommy, Mommy tahu tidak, tadi Daddy ...."
Arby langsung menutup mulut Chiro, tidak ingin anak kesayangannya itu mengadu pada istri tercintanya.
"Kenapa, Chiro?"
"Tidak apa!" jawab Arby cepat.
"Chiro, kamu tahu tidak, dengan yang namanya rahasia laki-laki?"
"Tidak!" jawab Chiro polos. Yang lain langsung tertawa, kecuali Arby dan Freya.
Bibir Arby langsung manyun. Kalau sudah ada Freya, anaknya itu memang tidak bisa diajak CS.
Rahasia laki-laki?
Freya langsung menatap Arby dengan curiga.
"Chiro, apa tadi daddy kamu bertemu dengan perempuan?"
"Iya Mommy, tadi daddy bertemu dengan perempuan. Mommy tenang saja, Chiro akan selalu mengawasi daddy."
"Siapa Chiro?"
Wajah Freya sudah berubah, dia jadi terlihat kesal, dan sedih. Masih sensi dengan sikap Arby akhir-akhir ini.
__ADS_1
"Bukan siapa-siapa, kok."
Arby langsung memeluk Freya, membuat yang lain mendengkus. Mereka tidak tahu saja, Arby sedang ketar-ketir, dan tidak tahu masalah apa yang sedang menimpa rumah tangga yang baru seumur jagung itu.
"Itu loh, Mom. Tante-tante penuh makeup yang jualan baju-baju tipis itu. Yang ada satu tali. Tapi bikin para uncle malu karena daddy mau membeli banyak."
"Baju tipis?"
"Iya, itu katanya buat Mommy. Jangan mau Mom, nanti Mommy masuk angin. Bajunya kurang bahan, jadi mungkin murah ya, Mom? Apa Daddy sudah miskin ya sekarang, enggak bisa membelikan Mommy baju bagus dan mahal? Terus nanti dedek bayi enggak pake popok, dong? Enggak minum susu?"
Entah Arby harus tertawa atau menangis mendengar perkataan Chiro yang meremehkannya.
Yang lain mengigit bibir mereka. Para pengunjung lain yang ada di sana, memalingkan wajah mereka, mau ketawa tapi enggak enak, takut dilabrak.
"Itu loh Mom, namanya lingerie. Yang tipis-tipis kaya saringan kelapa itu. Tahu kan, Mom? Jangan mau kalau daddy kasih itu. Nanti Mommy masuk angin, terus lehernya merah-merah lagi kaya kemarin."
Tidak tahu apa ini anugerah atau ujian memiliki anak cerdas nan polos bin jujur.
"Ya ampun, jadi pengen pipis aku!" Nania langsung ke toilet, diikuti oleh para perempuan yang juga sudah mules menahan tawa. Disusul oleh Freya.
Tidak ada lubang, toilet pun jadi!
"Chiro, kamu jadi anak uncle saja, ya?" tanya Mico.
"Iya, uncle juga mau jadi daddy kamu," ucap Ikmal.
__ADS_1
"Iya, sekarang mau. Tapi nanti saat kkian memiliki anak yang persis sama seperti Chiro, siap-siap saja mengelus dada setiap hari!" jawab Arby.
Para uncle itu menyerang Chiro dengan ciuman, membuat Chiro kesal. Orang-orang yang ada di sana juga gemas melihat wajah Chiro yang masih kecil saja sudah sangat tampan dan lucu, bagaimana besarnya nanti? Bisa jadi rebutan, dia!
"Mereka lama banget di toilet?" tanya Marcell.
Dokter Agam hanya tertawa saja.
"Biasalah perempuan, paling gosip di dalam."
Tidak lama kemudian para perempuan itu datang. Freya dengan wajah merahnya karena malu, sedangkan yang lain masih terkikik.
"Ngomong-ngomong, belanjaannya mana?" tanya Nania.
Freya melirik Nania, masih saja dibahas. Tapi dia juga baru sadar, tidak ada kantong belanjaan yang dibawa oleh mereka.
"Daddy enggak jadi beli, katanya percuma, nanti juga sobek."
Nania hanya bisa menepuk keningnya.
Sedangkan Arby, biasalah dia, sok cool.
"Lagian Daddy, sudah tahu baju tipis masih saja mau dibeli, ya gampang sobek, lah!"
"Chiro, apa jadinya kalau kamu memiliki sepuluh adik yang sama seperti kamu?"
__ADS_1
Suara tawa langsung memenuhi meja itu.
Heboh pastinya jika ada sepuluh Chiro tambahan.