Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
217 Di Bawah Pohon Bunga Sakura


__ADS_3

Hari ini Arby mengajak istri dan anak-anaknya jalan-jalan melihat bunga sakura yang bermekaran di sepanjang jalan.


"Ingat ya, kalian tidak boleh berkeliaran sembarangan!" peringat Arby pada anak-anaknya, terutama Sachi dan kembar.


Banyak pedangan makan di sana, khususnya kue-kue khas Jepang.


Sachi dan kembar, masing-masing tangan mereka memegang kue yang berbeda.


Apa enggak begah itu perut?


Ti J juga terus celingak-celinguk melihat gadis-gadis Jepang.


Ya ampun, mulus-mulus banget mereka.


Mereka bertiga akhirnya foto bersama untuk dikirimkan pada ibu mereka yang ada di Jakarta.


[Bu, mau calon mantu yang mana?]


[Belajar yang benar. Jangan dulu mikirin nikah! Kalian bertiga, selain harus berbakti pada ibu, juga harus berbakti pada keluarga tuan dan nona besar.]


[Iya, Bu. Jadi gak nih dibawakan mantu dari sini?]


[Dasar!]


[Hehehe]


Arby terus saja merekam Freya dan anak-anak. Melihat kelucuan mereka yang meloncat-loncat ingin menjangkau bunga sakura.


"Erlang!"


Sekelompok perempuan langsung mendekati Arby. Ada yang perempuan Jepang, Rusia, dan beberapa negara lainnya.

__ADS_1


"Erlang, apa kabar?"


"Baik."


"Daddy, ini adik-adik minta gendong," teriak Chiro sambil mendekat.


Seperti biasa, dia akan langsung bertindak kalau ada perempuan yang mendekati Daddy-nya. Dia takut kalau kedua orang tuanya akan berpisah lagi, meninggalkan dia dan adik-adiknya.


"Mommy, adik bayi lelah, enggak?" kali ini Chiro bicara pada Freya.


Para perempuan itu melihat Freya dan empat anak kecil.


"Mereka istri dan anak-anak kamu?"


"Iya."


"Kamu menikah dengan janda?"


Arby langsung cemberut, padahal kan, dia memang menikah dengan janda, jandanya sendiri.


"Halo, aku Freya."


Beberapa di antara mereka, melihat Freya dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Ayo, Yang. Kita duduk di sana."


Mereka akhirnya duduk di salah satu pohon sakura dan berpiknik di sana. Bukan hanya mereka, tapi para wisatawan juga melakukan hal yang sama. Mereka akan duduk sambil menikmati indahnya bunga yang bermekaran sambil makan dan minum bersama.


"Dede senang, gak?" tanya Arby sambil menyapa perut Freya. Perut Freya bergerak cepat, membaut Arby terlonjak kaget.


"Dia senang banget, Yang."

__ADS_1


"Iya. Aktif banget dia."


Chiro dan adik-adiknya ikut mengusap perut itu.


"Mommy, Ade lagi main bola? Ko nendang?" tanya Ishi.


"Hahaha, adiknya lagi senang."


"Itu Erlang dikawal sama banyak bodyguard?" tanya salah satu perempuan itu.


"Iya kayaknya."


Sebenarnya para bodyguard itu juga memakai pakaian yang biasa, hanya saja karena sejak tadi beberapa di antara mereka terus memperhatikan.


Sachi tidur-tiduran di atas paha Arby, sedangkan si kembar main guling-gulingan.


"Kalau ada perosotan, mereka tinggal menggelinding tuh, Yang."


Freya langsung menepuk lengan Arby. Dikira anak-anaknya bola, menggelinding!


"Anak-anak Daddy kenapa pada menggemaskan banget, sih!"


"Oya, Yang. Rekan bisnis aku ada yang mau ngajak makan malam bersama. Nanti dia juga membawa istrinya."


"Ya sudah. Asal Sachi dan si kembar jangan bikin heboh lagi, saja!"


"Memang pernah, mereka enggak bikin rusuh?"


"Enggak, sih."


Mereka berdua tertawa. Siapa saja yang ada di sekitar mereka, pasti akan pusing, tapi kalau enggak ada anak-anak, pasti kesepian.

__ADS_1


__ADS_2