Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
191 Ondel-ondel


__ADS_3

Arby masuk ke dalam ruangannya dengan tatapan di sangar-sangarin.


"Ke mana si kembar?"


Ichi dan Ishi saat ini sedang ngumpet. Menutupi tubuh mereka dengan jas hitam milik Arby dan meringkuk bagai batu.


"Kembar, Daddy ganteng udah selesai meeting, nih."


Tidak ada sahutan. Chiro dan Sachi juga diam saja. Mereka tentu saja lebih memihak si. kembar.


"Daddy mau pulang, ah. Mau jalan-jalan ke mall sama mommy."


Arby melirik jasnya yang datang merayap, dengan pantat si kembar yang megal-megol terlihat di balik jas itu.


Gemes banget si Arby melihatnya.


Hup


"Aaaa ...," teriakan si kembar yang kaget karena tiba-tiba saja sudah ada dalam gendongan Arby.


"Siapa yang menukar jas Daddy, hm?"


So kembar hanya cekikikan saja. Sungguh, memiliki banyak anak ternyata selalu membuat hidup Arby penuh warna. Meskipun selalu membuat ulah, tapi anak-anaknya selalu membuat Arby bahagia.

__ADS_1


Entah apa jadinya kalau dulu Freya tidak kembali ke negara ini?


Pasti hidupnya akan hampa, hanya berdua saja dengan Chiro.


"Tunggu Daddy sebentar, ya. Setelah ini kita akan makan di kafe. Mommy lagi ada operasi, jadi tidak bisa makan siang dengan kita."


"Oke, Daddy," jawab keempatnya dengan kompak.


Arby tidak pernah keberatan membawa mereka berempat ke perusahaan, karena tidak mungkin Freya yang membawa mereka ke rumah sakit atau klinik, atau ke pabrik.


Bukannya tidak memiliki asisten rumah tangga atau pengasuh, hanya saja mereka berempat ini memang super aktif, dan Freya selalu khawatir meninggalkan Sachi dan si kembar di rumah saja, kasihan pada Chiro yang harus memantau adik-adiknya.


Arby langsung mengajak keempat bocil keluar.


Mereka tiba di salah satu restoran. Melihat kedatangan seorang pria tampan dengan empat anak laki-laki yang juga tampan, menjadi daya tarik bagi pengunjung restoran, termasuk para pekerjanya.


Salah satu perempuan yang mengenal Arby, dan juga sangat menginginkan pria itu, datang mendekat.


"Halo, Ar."


Chiro langsung merasakan tanda bahaya. Dia tentu saja langsung tidak suka ada perempuan yang mendekat saat sang mommy sedang tidak ada.


"Ya?" tanya Arby singkat.

__ADS_1


"Tante, kami mau makan. Jangan ganggu!" ucap Chiro ketus.


Wajah perempuan itu memerah.


"Boleh aku duduk di sini?" tanya perempuan itu pada Arby.


"Enggak boleh. Yang boleh duduk di sebelah Daddy hanya mommy."


"Abang, itu ciapa, sih? Ondel-ondel, ya?"


"A ... apa? Ondel-ondel?"


"Iya, itu mukanya kok memal-memal? Abis ditonjok, ya?"


Arby tertawa, anak-anaknya ini menuruni sifat Freya yang bermulut pedas. Pedas buat orang yang terlihat menyebalkan bagi mereka, tapi pada dasarnya mereka adalah anak-anak yang lucu.


Makanan yang pesan telah tiba, tapi perempuan itu tidak juga mau pergi.


"Sachi, Ichi, Ishi, ayo makan."


"Gak mau. Ada ondel-ondel, Ichi gak mau makan, Daddy."


"Bisa Anda pergi? Anda membuat kami tidak nyaman. Saya ini pria setia, jadi tidak ada gunanya menggodaku. Aku kaya, punya istri cantik yang seorang dokter dan pengusaha, punya anak empat OTW nambah. Enggak butuh pelakor yang enggak ada apa-apanya."

__ADS_1


__ADS_2