
Erlang merasa hatinya hampa. Kalau bukan karena ingat dengan Chiro, dia pasti lebih terpuruk dari ini. Dia teringat kebersamaannya dengan Freya sejak masih balita dulu. Sebuah kenangan manis yang selalu membuatnya tersenyum, namun kenangan itu tak pernah diingat sedikit pun oleh wanita yang sekali lagi terbaring lemah di ruang ICU.
Dokter dari Jerman dan Singapura telah datang, termasuk dokter dari Durham yang menangani Naya dulu.
Mereka melakukan rapat membahas tentang Naya, untuk selanjutnya memberikan penjelasan pada pohak keluarga.
.
.
.
"Jadi begini, dilihat dari hasil pemeriksaan, menunjukkan pembengkakan itu telah menjalar ke berbagai bagian dari otak, terutama di lobus fronfal, lobus temporal, hipotalamus, kelenjar pineal dan sistim limbik. Sedangkan di bagian lain tidak terlalu besar."
"Jadi maksudnya, pembengkakannya sudah menyebar?"
"Dengan berat hati, kami katakan iya."
"Bisa dijelaskan lagi, Dok? Kami belum terlalu paham."
"Begini, otak memiliki tiga bagian utama, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brainstem). Ketiga bagian itu masih terbagi ke beberapa bagian lagi. Singkatnya, otak brsar terdiri dari otak kanan dan otak kecil, lobus frontal dan lobus temporal ini bagian dari otak besar dan masih ada dua bagian lainnya. Lobus frontal (bagian depan) adalah bagian yang mengendalikan gerakan, ucapan, perilaku, memori, emosi, dan kepribadian, memori jangka pendek, pergerakan fisik, juga berperan dalam fungsi intelektual, seperti proses berpikir, penalaran, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, perencanaan."
"Lobus temporal berada di samping, berfungsi mengendalikan pendengaran, ingatan, pengecap, dan emosi, dan punya peran penting dalam penyimpanan memori. Lobus temporal kiri juga berperan dalam fungsi bicara."
"Sedangkan hipotalamus, kelenjar pineal, dan sistim limbik adalah bagian otak lainnya. Hipotalamus merupakan struktur kecil yang berada di tengah otak, tepatnya di bawah talamus, yang berfungsi untuk mengendalikan suhu tubuh, sistem reproduksi, tekanan darah, emosi, nafsu makan, pola tidur dan produksi hormon."
"Kelenjar pineal adalah kelenjar kecil yang berada di ventrikel otak. Kelenjar ini berperan dalam perkembangan sistem reproduksi dan menghasilkan hormon melatonin yang mempengaruhi pola tidur sehari-sehari."
"Sistim limbik, yang berperan dalam mengendalikan amarah dan rasa takut serta mempengaruhi daya ingat."
"Kami menemukan beberapa gumpalan di bagian-bagian penting lainnya, yang diprediksi sebagai pembekuan darah."
"Jadi begini, jika kita perhatikan dengan baik, bagian-bagian yang telah kami jelaskan sebelumnya, memiliki beberapa persamaan jika diambil garis besarnya, yaitu memori, karakter, dan pola tidur."
"Apa orang-orang yang ada di sekitarnya, meraskan ada perubahan akan emosi, tingkah laku, jam tidur, atau hal lainnya?"
"Ada!" jawab Erlang cepat.
"Apa?"
__ADS_1
"Dia tidak pernah membentakku saat aku menciumnya, atau menggodanya. Paling dia hanya ngedumel sebentar, cemberut, setelah itu biasa saja."
"Serius napa Ar, enggak lagi becanda, ini."
"Kamu pikir aku becanda di saat seperti ini?"
"Sejak dulu pola tidurnya memang berantakan. Dia sering begadang karena membaca buku."
"Untuk masalah pengendalian emosi, memang kami juga sudah memberi tahunya untuk self control, agar tidak memicu stres yang berlebih, selain menjaga bagian kepalanya," terang profesor Hendrick.
Memang belum bisa dipastikan juga apakah semua perubahan dalam diri Freya berhubungan dengan semua ini atau tidak. Apa memang karakter dasar atau pengaruh lingkungan, tidak ada yang pasti.
Para dokter terlihat serius mendengarkan. Memang mereka membicarakan ini bukan hanya dengan oihak keluarga saja, tapi juga sahabat-sahabat Naya dan Erlang, karena mereka lah yang lebih sering bersama Naya.
"Seperti apa karakter Freya sebelumnya?"
"Sebelum kecelakaan saat SD dulu, dia pendiam dan lebih sering berada di kamarnya, membaca buku, atau ke perpustakaan. Namun setelah kecelakaan dan sadar dari koma, dia tetap pendiam, namun terkadang terlihat emosian. Kami pikir apa karena dia merasa asing dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, termasuk kami orang tua dan kakak adiknya. Karena sejak dia sadar, kami memang tidak pernah lagi kembali ke Singapura, tapi menetap di Jakarta, karena kakek dan nenek dari pihak mamanya memang berada di Jakarta, sedangkan saya dan istri saya harus ke luar negeri untuk jangka waktu yang tak bisa dipastikan sampai kapan."
"Apa setelah dia sadar, tetap melakukan pemeriksaan di Jakarta?"
"Tidak, Dok, karena fokus kami juga terbagi-bagi. Namun dokter yang memeriksanya saat di Jerman mengatakan dia baik-baik saja, selain masalah ingatannya yang hilang."
"Dari laporan polisi yang memberikan keterangan, mobil tersebut jatuh ke sungai dengan posisi kepala di bawah, menyebabkan tekanan darah mengalir dengan cepat menuju otak dan menumpuk. Selain itu air sungai yang masuk melalu celah-celah mobil juga ikut memacu, Freya kekurangan oksigen di dalam mobil itu dan terlaku banyak air yang masuk melalui paru-parunya."
"Ini juga menjadi pemicu adanya gumpalan darah di kepalanya dan semakin besar pembengkakan yang terjadi."
"Harus segera di lakukan operasi untuk mengangkat darah yang membeku itu, juga membuang cairan."
"Namun memgingat kondisi nona Freya yang bemum stabil, tentu saja kami tidak bisa melakukannya sekarang."
"Yang bisa dilakukan saat ini adalah pemberian obat melalui infus."
.
.
.
Sayang, bangunlah. Tidak kah kamu merindukan anak kita? Kenapa kamu selalu membuatku ketakutan seperti ini?
__ADS_1
Chiro berbaring di kasur sambil memeluk boneka berbentuk pesawat pemberian mommynya. Dia masih tak mau pulang, tidak juga pergi sekolah. Dia takut saat mommynya bangun nanti, tak ada dia di sisinya.
"Daddy?"
"Ya, Chiro?"
"Chiro mau jadi dokter saja, biar bisa menyembuhkan mommy."
Erlang tersenyum meski hatiny sangat sedih. Dia masih ingat dengan jelas, dulu Chiro ingin menjadi pilot dan membuat pesawat agar bisa membawa mommynya pulang, juga mengajak Freya jalan-jalan ke liling dunia.
Kini anaknya itu ingin menjadi dokter, seperti mommynya, agar mommynya bisa sembuh.
Ya, yang Erlang sadari, bahwa apapun yang menjadi cita-cita Chiro, tak pernah jauh karena Freya. Semua demi Freya, mommy yang selalu dia rindukan, mommy yang sangat dia sayangi.
"Daddy?"
"Ya, Chiro?"
"Chiro pasti sangat nakal, makanya mommy marah sama Chiro dan enggak mau bangun. Dulu juga mommy marah sama Daddy dan tidak mau pulang."
Nyes
Erlang memejamkan matanya, jantungnya seperti dihantam bebatuan yang membuatnya sulit bernafas.
"Enggak, mommy enggak pernah marah sama Chiro."
"Daddy jangan bohongi Chiro terus."
Ayah dan anak itu menangis bersama tanpa suara, dalam hati menyerukan permintaan yang sama, jangan tinggalkan kami.
"Daddy?"
"Ya, Chiro?"
"Apa yang mommy mimpikan hingga tidur begitu lama? Apa mimpinya sangat indah? Kalau mimpi buruk, mommy pasti takut dan segera bangun. Tapi mommy enggak bangun-bungun, berarti mommy mimpi indah, kan?"
"Hm, ya, mungkin saja mommy sedang mimpi indah, jadi belum mau bangun."
"Semoga saja mommy juga memimpikan Chiro, jadi di dalam mimpi itu, Chiro bisa membujuk mommy untuk bangun, karena Chiro merindukan mommy."
__ADS_1
Kami merindukanmu, jangan tidur terlalu lama.