
Arby terus saja membujuk sang anak untuk segera launching.
"Ayo cantik, keluar ya. Nanti banyak pria tampan yang akan kamu lihat di dunia ini."
Tiba-tiba saja perut Freya kembali mules. Entah kenapa perkataan Arby itu sepertinya memancing sang anak untuk keluar.
"Ayo ayo ayo ...." Arby kembali memberikan semangat, kali ini sambil bertepuk tangan.
Keringat para suster sudah bercucuran, bukan karena lelah, tapi harus menggigit bibir mereka dengan kuat. Jangan sampai menjadi viral dengan berita Para Perawat Yang Membantu Proses Persalinan, Pipis Di Celana Di Hari Kelahiran Anak Kedua Pasangan Freya Canaya Zanuar Dan Arby Erlangga Abraham.
Sungguh itu berita yang memalukan.
"Ayo cantik, banyak pria tampan yang menantimu."
Perut Freya semakin bergejolak, tapi entah kenapa tetap saja sulit untuk keluar anaknya. Freya yang sudah tidak tahan, menarik rambut Arby dengan kencang.
"Sayang, ayo lahir. Nanti kalau kamu lahir, kita keroyok Daddy bersama."
Perut itu kembali mules, tapi tenaga Freya sudah terkuras banyak.
"Aku udah enggak kuat." Perlahan mata itu mulai terpejam.
"Freya, jangan tidur!" ucap Dokter, berusaha bersikap tenang.
"Sayang, jangan tidur. Jangan tinggalkan aku!" Arby kini panik. Diusapnya wajah yang dipenuhi peluh itu. Dikecup-kecupnya bibir sang istri yang sudah pucat. Mata Freya kembali terbuka.
Arby lalu mengelus perut Freya, membisikan kata-kata di perut itu. Air matanya luruh di perut Freya. Dia sangat ketakutan. Bahkan untuk melahirkan anaknya saja, dia dibuat kembali mengenang masa-masa suram saat Freya harus berbaring di rumah sakit.
"Ayo Sayang, maafkan Daddy ya. Jangan siksa mommy kamu. Nanti kamu lahir kamu mau apa? Mau adik juga? Nanti Daddy kasih adik buat kamu."
Freya langsung menggigit tangan Arby. Apa suaminya itu sadar apa yang dia ucapkan? Ini saja masih mogok keluar, sudah mau ngasih adik lagi.
__ADS_1
Dokter yang masih kerabat itu pun, ingin sekali mencekik leher keponakannya itu.
Di luar, orang-orang semakin tegang. Kenapa lama? Apa bayinya terlalu besar?
"Padahal kan tadi sudah gladi resik, kenapa belum lahir juga?" tanya Vian.
"Mungkin ngedennya kurang kuat."
"Aarrggghhh ... arrgghhhh ... aahh uhhh ahhh uhhhh."
Mereka langsung menoleh ke sumber suara, yang ternyata berasal dari mulut tak terfilter Marcell.
"Aku hanya ngetes saja, gimana caranya ngeden yang benar," jawabnya meski tidak ada yang bertanya.
Yang lain malah ikut mengatur nafas. Tarik, lepaskan. Tarik, lepaskan.
Kembali ke dalam.
"Ayo Sayang, keluar ya. Ada Abang Chiro yang sudah ingin ngajak kamu main."
Suara tangis bayi akhirnya terdengar.
"Terima kasih Sayang, i love you so much."
Arby menciumi seluruh area wajah Freya. Setelah itu, dengan cepat dia langsung keluar dari ruangan itu.
Pintu terbuka, menunjukkan wajah Arby yang sudah pucat.
"Gimana?" tanya mereka.
"Alhamdulillah, akhirnya anak aku lahir juga."
__ADS_1
"Laki-laki atau perempuan?" tanya Nuna.
"Perempuan kan, Dad?" tanya Chiro yang sudah memeluk boneka princess.
"Eh? Laki-laki atau perempuan ya?" tanya Arby.
Mereka memandang Arby dengan heran. Pria itu mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Aku lupa tanya."
Dasar!
Arby langsung masuk kembali, yang disusul oleh Chiro.
Freya mendelik kesal pada suaminya itu. Bisa-bisanya Arby langsung pergi begitu saja setelah menciumnya dan melupakan anak mereka.
Habis manis sepah dibuang, begitulah pikir Freya.
"Dokter, adik aku cantik kan?" tanya Chiro dengan mata berbinar.
"Selamat ya, adiknya ...."
.
.
.
.
Gantung yaðŸ¤
__ADS_1
Aku lupa nyari nama buat adiknya Chiro. Kalau sudah nemu, baru up lagi.
Chiro: Kasih like dan vote, juga hadiah buat adiknya Chiro, ya!🥳