Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
177 Begah


__ADS_3

Arby membawa Freya ke rumah sakit saat itu juga, karena sudah sangat jelas penasaran akan pasukan kecebongnya yang telah berhasil menyabotase rahim istrinya itu. Tadinya yang lain ingin ikut mengantar, tapi langsung dilarang oleh Freya.


"Kalian pikir ini iring-iringan pengantin?"


Akhirnya yang ikut pergi selain Chiro dan Sachi, adalah Nuna dan Ikmal. Nuna mana mungkin mau ketinggalan setiap momen penting sahabat sejatinya itu, membuat Arby sedikit cemburu, dan berpikir jangan-jangan perempuan itu tidak normal.


Sachi dipangku oleh Chiro yang duduk di antara Freya dan Arby. Wajah Arby selalu saja senyum-senyum dari tadi, dan sesekali melirik gemas pada Arjun.


Ikmal, sang sopir, sudah berpikir kalau beberapa bulan dari sekarang, dia akan kembali menjadi sopir saat Freya akan melahirkan nanti.


Mungkin aku juga harus potong rambut.


Yang di rumah, para pria itu juga sama cemasnya, kecuali Mico. Dia punya pikiran lain soal itu, lalu tersenyum menyebalkan.


Pikirannya jahilnya sudah membayangkan kalau Arby yang sensitif itu sangat mudah dikerjai. Hobinya memang membuat Arby dan yang lainnya kesal.


Kembali ke Arby yang masih memandang Arjun penuh bangga dan rasa haru. Penghargaan apa yang harus dia berikan pada Arjun?


"Jangan mikir yang enggak-enggak, Arby!" ucap Ikmal kesal.


Sebagai seseorang yang sudah bersama dengan Arby sejak orok dan selalu mendampingi pria itu, tentu saja Ikmal sudah sangat tahu watak pria itu. Apalagi wajah mesumnya yang sangat sumringah.


"Jangan pernah berpikir untuk kembali mengembang biakkan para kecebong kamu, di saat kecebong yang ini masih berkembang biak tak tentu arah dan tak tahu arah ****** pulang."


"Nganan mulu, kamu!"

__ADS_1


"Seharusnya Arjun dapat piala Oscar," ucap Arby.


"Mal!" ucap Freya.


"Hm?"


"Aku pengen banget deh lihat kamu sama yang lainnya nari Jaipong."


Ikmal langsung ngerem mendadak.


"Freya Sayang, kita bahkan belum nyampe rumah sakit, kamu malah sudah minta macam-macam."


Tuk


"Jangan manggil My Bebeb dengan sebutan Sayang. Panggil tuh si Nuna dengan sebutan Sayang."


"Jangan bawa-bawa aku di antara cinta segitiga kalian."


"Heleh, di sini yang banyak terlibat cinta segitiga siapa, sih?" sindir Arby.


Ikmal melirik Arby kesal.


"Kenapa kita berhenti di sini, Sachi sudah enggak sabar lihat adik bayi," ucap Chiro.


Sebagai kakak, dia sudah tahu harus mengerti keinginan adiknya, padahal adiknya saja belum mengerti apa-apa.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka tiba di rumah sakit. Arby menuntun Freya dengan pelan, seolah Freya itu sudah hamil sembilan bulan dan sebentar lagi akan melahirkan.


Mereka langsung menuju dokter kandungan langganan tanpa daftar lebih dulu, karena sebelumnya sudah dihubungi.


"Kita periksa dulu, ya."


Nuna ikut nimbrung di dekat Freya. Sedangkan Arby menutup perut Freya agar tidak dilirik oleh Ikmal.


"Enggak usah ngintip, tuh lihat saja perut Nuna!"


Pletak


"Aww!"


"Sekali lagi kamu menyebut namaku, aku akan ...."


"Menikah sama Ikmal?"


Nuna mendengkus kesal, buang-buang tenaga saja bicara dengan pria ini. Freya yang sudah berbaring hanya bisa menghela nafas.


"Wah, selamat ya, Freya hamil lagi."


Ikmal dan Nuna menghela nafas. Bukannya tidak suka kalau Freya hamil lagi, tapi baru enam bulan yang lalu brojol, sekarang sudah OTW launching produk baru.


Yang bikin siapa, tapi mereka yang begah duluan.

__ADS_1


__ADS_2