
Mico kembali menyuapi buah-buahan yang dia bawa, membuat ibu-ibu yang lain panas dingin, termasuk Arby.
Arby sadar, Mico hanya iseng ingin memanas-manasinya saja, tapi tetap saja dia cemburu. Walau bagaimana pun, Mico adalah sahabat laki-laki Freya setelah dia amnesia yang pertama dulu, sahabat rasa saudara.
Kalau memang Mico ingin merebut Freya, pasti sudah sejak dulu.
Setelah Freya selesai makan buah, Ikmal memberikan Freya jus buah naga buatan sendiri, yang dicampur dengan tomat dan jeruk nipis.
Freya seperti sedang piknik di sekolahan itu.
"Mommy, Daddy, Uncle!" teriak Chiro. Anak itu berlari mendekati Freya, memeluknya dan mencium pipi Freya. Lalu memeluk Arby dan. mencium pipi ayahnya itu.
"Kenapa Chiro dijemput sama semuanya?" tanya Chiro heran.
"Ayo, peluk dan cium para ayah kamu yang banyak ini," ucap Freya, menyindir anak-anak dan para ibunya yang sering menghina Chiro.
Chiro langsung melakukan apa yang Freya mau.
"Papa Ikmal, aku mau beli buku baru."
"Iya, nanti papa Ikmal belikan, ya."
"Papa Acel, Chiro mau beli mobil yang kita lihat di mall itu."
__ADS_1
"Oke tampan, nanti papa Acel belikan."
"Papa Vian, aku mau jalan-jalan ke Korea, kapan kita ke sana?"
"Nanti kalau Chiro libur sekolah. Tapi nilainya harus bagus, ya."
"Papa Marva, aku dan RaRa mau makan steak di restoran yang baru buka itu."
"Oke Sayang, nanti kita ke sana."
"Papa Mico, aku mau sepeda balap."
"Cuma sepeda balap? Kenapa enggak mobil balap saja, Chiro? Kamu tuh minta jangan yang tanggung-tanggung dan murah-murah. Minta kapal tengker, kek. Mobil anti peluru, kek. Jangan minta yang rongsokan. Sana kamu minta sama para papa kamu kapal selam, pesawat luar angkasa ...," ucap Arby riang.
Chiro langsung mengangguk saja.
"Iya juga ya, Dad. Percuma aku punya banyak papa yang kaya, kan katanya kita harus memanfaatkan apa yang tidak terpakai. Uang para papa kan banyak, ya, sayang banget kalau enggak dipakai. Nanti di rumah ingatkan Chiro, Dad. Chiro mau membuat list apa saja yang mau Chiro beli."
Ampuni hamba Tuhan, ini anugerah atau bapa, punya keponakan seperti ini? Lucu sih, tapi ngeselin kaya emak bapaknya.
"Papa Agam, aku mau ... mau apa, ya? Aku bingung."
"Minta pabrik sana. Papa Agam mau bikin pabrik es krim," ucap Mico.
__ADS_1
"Wah, enaknya punya banyak papa. Papa kalian cuma satu ya? Duh, kacian!" ucap Chiro nyengir.
Mereka bertiga memang pantas dijuluki keluarga matre!
Mico langsung menggandeng tangan Chiro, dan Raine, sedangkan Radhi menggandeng tangan Raine yang sebelah.
"Kalau ada yang mengganggu kalian, bilang pada papa Mico. Papa Mico ini pengacara, loh. Tinggal menjentikkan jari saja, ting ... maka semua akan beres."
"Ayo papa Mico belikan kalian sepeda balap."
"Kami duluan, ya," ucap Freya.
Tangannya yang satu menggandeng Arby, dan yang sebelahnya lagi kini menggandeng Ikmal.
Mobil-mobil mewah itu kini meninggalkan pelataran sekolah dengan berjejer. Membuat mobil-mobil yang lain menghentikan mobil mereka, takut kena senggol. Kalau kena senggol, sudah pasti mereka sendiri yang akan rugi, karena harus menanggung biaya servis mobil mewah itu, karena sekolah itu adalah sekolah belit, yang orang-orang bersekolah di situ, bukan orang sembarangan, meskipun mulut orang-orangnya yang sering bicara sembarangan.
Mereka yang melihat kepergian Freya, hanya bisa mengelus dada, dan menghentakkan kaki mereka, karena kesal bin iri bin mupeng.
Sedangkan yang lain, di dalam mobil hanya bisa mengelus dada, baru setengah hari saja, mereka sudah diporoti oleh ketiga orang itu.
Gimana nanti kalau adik Chiro lahir?
Jangan-jangan anak itu bisa lebih matre lagi, karena sudah biasa mendengar emak bapaknya yang tukang palak.
__ADS_1