
"Apa dia pernah berhalusinasi, menggunakan obat-obat tertentu, atau olah raga tertentu?"
"Olah raga yang biasa dia lakukan bela diri."
Bela diri juga tentunya beresiko mengalami cedera di kepala, saat tanpa sengaja kepala kena tendang, pukul, atau terbentur."
"Lalu apa dia minum vitamin atau jenis obat untuk penyakit tertentu?"
Haruskah mereka menceritakan aib itu? Saat dulu Freya adalah pecandu narkoba dan alkohol?
"Tidak apa, informasi ini penting untuk penanganan lebih lanjut."
"Saat SMA, dia ... dia pernah over dosis alkohol dan narkoba, Dok."
Dokter mengangguk paham sambil menghela nafas.
"Dia, dia juga pernah keguguran saat umurnya enam belas tahun."
Para profesor itu menoleh, padahal sebelumnya, mereka diam saja saat memdengar penjekasan dokyer yang tentunya mereka juga sangat paham tentang edema serebral.
"Keguguran?"
"Tolong jangan salah paham, Dok. Kami menikahkan Freya saat umurnya masih enam bekas tahun, karena beberapa alasan. Lalu dia hamil. Sebelum mengetahui tentang kehamilannya, dia sudah menggunakan narkoba dan minum alkohol. Dia keguguran, lalu kami melakukan terapi padanya. Setelah itu dia hamil lagi."
"Apa anak selamat?"
Bukannya kepo, tapi ini penting untuk pemeriksaan.
"Tentu saja, ini anak Freya, Dok."
Dokter itu dan para profesor melihat seorang anak laki-laki yang ada dalam pelukan Erlang.
"Saya harus bertemu dengan dokter yang menangani nona Freya selama di Singapura, Jerman dan Durham. Jika diagnosa saya tepat, dan adanya tumor, maka harus dilakukan operasi."
"Tapi Naya menolak untuk dioperasi," ucap profesor Hendrick.
"Menolak?"
"Maksudnya?"
"Maksudnya, Freya sudah tahu tentang penyakitnya ini?"
Dokter Hendrick yang menjadi profesor dan guru besarnya Naya itu menghela nafas berat. Dia berdeham, sebelum berbicara.
"Naya sudah sering melakukan konsultasi pada kami."
"Kami?"
__ADS_1
"Iya, kami."
"Jadi Freya sebelumnya sudah tahu dan menolak untyk operasi, tapi kenapa?"
Lagi-lagi dokter Hendrick menghela nafas.
"Karena dari hasil pemeriksaan kami yang terakhir, pembengkakan itu sudah tersebar di beberapa area otaknya."
"Saya sudah mengingatkan Naya, bahwa jangan sampai kepalanya cedera, apalagi jika sampai terjadi penggumpalan darah."
"Ini cukup rumit, saya sendiri masih harus mempelajari apa penyebab sebenarnya, jika memang sakit kepala yang dirasakannya sudah sejak lama. Apa ada hal lain?"
"Begini, Dok ... akibat dari kecelakaan dulu, Freya mengalami amnesia, dan sampainsekarang dia tidak mengingat apapun yang terjadi sebelum kecelakaan itu terjadi."
"Tapi kenapa Freya menolak untuk operasi, jika memang harus dioperasi?"
"Karena yang terjadi pada Naya cukup rumit. Kemungkinan keberhasilannya hanya dua puluh hingga tiga puluh persen saja. Selain itu, dia pernah bertanya, apakah bisa memyebabkan amnesia, karena dia tidak ingin amnesia unguk yang kedua kalinya."
"Namun jika tidak segera diobati, tentu akan menyebabkan komplikasi yang berbahaya."
"Apa itu, Prof?"
"Dapat menyebabkan herniasi otak sehingga berakibat fatal. Herniasi otak terjadi ketika jaringan otak menonjol ke luar dari posisi normalnya di dalam rongga kepala. Selain herniasi, juga bisa menyebabkan kerusakan otak permanen, kebutaan, atrofi otak (penyusutan jaringan otak), hidrosefalus, gangguan fungsi kognitif, gangguan mental, gangguan tidur, epilepsi, kelumpuhan, koma, bahkan kematian."
Kematian
Kematian
Kematian
"Untuk itulah saya perlu membuat dafar seputar gejala yang dirasakan, mencatat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami, juga riwayat medis keluarga, semua obat, suplemen, obat herbal atau vitamin yang pernah dikonsumsi."
"Hiks ...."
Suara tangis anak kecil itu mengalihkan konsentrasi mereka.
"Maafin Chiro, Daddy. Ini semua gara-gara Chiro yang menyuruh mommy cepat pulang, mommy jadi kecelakaan. Seharusnya mommy istirahat saja di klinik, tidak usah pulang malam-malam. Mommy pasti ngantuk di jalan."
"Enggak, ini bukan karena Chiro. Kata polisi, ini karena mommy kaget karena ada petasan yang tiba-tiba terdengar."
"Chiro juga benci petasan. Chiro janji gak akan main petasan dan kembang api lagi karena bisa bikin mommy kaget. Chiro janji gak akan merayakan tahun baru lagi selamanya. Chiro nakal sama mommy, Daddy. Bangunin mommy, Daddy, Chiro janji enggak nakal lagi. Hiks ... hiks ... hiks ... mommy, mommy, mommy!"
Mereka menundukkan kepala bagai orang yang mengheningkan cipta. Tangisan anak kecil ini sangat menyayat hati.
"Nama kamu, Chiro?" tanya profesor Hendrick.
"Iya, Kakek Dokter. Tapi mommy manggil Ecan."
__ADS_1
"Anak pintar," ucap profesor Hendrick sambil mengusap kepala Chiro.
"Mommy enggak marah sama Ecan. Mommy hanya sedang sakit."
"Tapi kata Kakek Dokter, mommy tidak mau dioperasi, kenapa?"
Apa harus para profesor itu mengatakan yang sebenarnya.
"Kenapa, Kakek?"
"Mommy hanya takut."
"Takut? Takut kenapa?"
"Mungkin mommy takut disuntik."
"Mommy kan dokter, suka nyuntik orang. Kenapa malah mommy yang takut disuntik?"
Inikah resikonya bicara oada anak kecil, mereka akan terus bertanya hingga mendaparkan jawaban yang memuaskan. Salah sendiri kenapa membiarkan anak kecil ikut mendengarkan pembicaraan mereka yang sangat serius.
"Kamu doakan saja, ya, semoga mommy mau dioperasi."
"Iya, Chiro janji kalau mommy mau operasi, akan menjadi anak yang baik. Enggak akan nangis lagi kalau mommy mau oergi kerha, dan enggak akan meminta agar mommy cepat pulang.
Tidak lama kemudian Chiro tertidur karena kelelahan juga kebanyakan menangis.
"Jadi, apa penyebabnya Freya menolak dioperasi, Prof?"
"Itu karena dia takut kehilangan ingatannya untuk yang kedua kalinya. Dia tidak ingin melupakan lagi orang-orang di sekitarnya, juga yang paling utama, dia tidak ingin melupakan anaknya. Selama konsultasi, Naya memang menceritakan banyak hal."
"Apa dampak operasi itu bisa memyebabkan amnesia?"
"Bisa saja terjadi, tidak ada yang tidak mungkin. Apalagi salah satu pemicu sakit kepalanya, menurut pengamatan saya, karena dia berusaha mengingat masa lalunya. Sepertinya ada hal yang memicu dia berpikir dengan sangat keras."
"Dulu, dokter memang oernah berpesan, bahwa jangan memaksakan dirinya untuk mengingat masa lalunya, karena bisa berakibat fatal. Jadi apa benar akar dari semua permasalahan ini adalah kecelakaan itu?"
"Menurut analisa saya, memang salah satu faktornya adalah kecelakaan itu, bukan hanya karena kecelakaan itu sendiri, tapi dampaknya juga, seperti amnesia, yang membuat dia memaksa untuk mengingat, faktor stres juga bisa menyebabkan aliran darah dan oksigen menjadi terganggu."
Erlang mengepalkan tangannya.
Kenapa kecelakaan terkutuk itu harus terjadi? Dan kini terulang lagi.
"Tidak perlu memanggil dokter yang menanganinya di Durham, karena dia sedang dalam perjalanan menuju Jakarta."
"Segera hubungi tim dokter yang dulu menangani Freya di Singapura dan Jerman. Aku ingin anakku diselamatkan," ucap Ami.
Anya dan Vanya berpelukan, tidak pernah menyangka bahwa saudara mereka akan mengalami penderitaan seperti ini.
__ADS_1
Walaupun mereka tak pernah akrab, bukan berarti mereka tak menyayangi Freya. Bukan berarti mereka tak pernah peduli.