
Berawal dari obrolan tak serius, namun membuat Freya benar-benar menjalankannya. Dia ingin membuka perusahaan farmasi dan alat kesehatan.
Lagi-lagi Mico yang ditunjuk sebagai pengacara yang mengurus surat perizinan. Meskipun menjadi semakin sibuk, namun Freya selalu terlihat ceria menjalani hari-harinya.
"Mommy mau pergi dengan uncle Mico?"
"Iya, Chiro. Tapi mommy mau ketemu daddy kamu dulu dan yang lain. Kamu ikut ya, nanti juga ada para uncle dan aunty."
"Apa Mommy akan menikah dengan uncle Mico?"
"Eh, kenapa Chiro bertanya seperti itu?"
"Hm, dulu juga daddy mau menikah dengan aunty Jasmine."
"Hah?"
"Iya, Mommy. Dulu kan oma mau menjodohkan daddy dan aunty Jasmine. Oma juga sering mengundang aunty Jasmine makan bersama di rumah oma."
"Terus, daddy kamu mau?"
"Mungkin, karena daddy diam saja."
Freya terdiam mendengar perkataan Chiro.
"Daddy juga selalu mengajak aunty Jasmine ke luar negeri bersama Chiro."
Tentu saja Arby mengajak Jasmine ikut, selain karena pekerjaan, juga untuk menjaga Chiro saat Arby dan Evan harus mengadakan pertemuan dengan klien yang tidak bisa ikut membawa Chiro ke dalam ruang pertemuan.
Dasar duda mesum, sudah punya calon istri, masih saja main nyosor ke aku. Lihat nanti pembalasan aku.
Mendengar cerita Chiro kalau daddynya dijodohkan dengan Jasmine yang menjadi sekretaris Arby, membuat Freya kesal, karena selama bersamanya, Arby itu suka seenaknya. Dia jadi merasa hanya dimanfaatkan saja, dan berpikir sikap peduli hanya karena kasihan dan dia adalah mommy Chiro.
Kira-kira tuh duda aku balas kaya apa, ya? Kalau dia mesum, masa harus aku balas mesum lagi. Lah, tetap enak di dia rugi di aku, dong.
"Tenang saja Mommy, kalau daddy sama aunty Jasmine, Mommy boleh sama uncle Mico, atau uncle Ikmal, sama uncle Evan juga boleh. Nanti mommy dan daddy juga bisa balapan, siapa duluan yang ngasih Chiro dede bayi."
Freya menggaruk tengkuknya, dikiranya balap karung?
.
.
.
__ADS_1
Freya dan Chiro memasuki restoran yang sudah kedatangan sahabat-sahabatnya terlebih dahulu. Sebenarnya ini bukan urusan pekerjaan, tapi hanya reoni kecil saja, sekaligus merayakan ulang tahun Nuna.
Arby melihat kedatangan Freya dan Chiro dengan wajah berbinar, namun Freya menatap ketus Arby, membuat pria itu bertanya-tanya.
ko cemberut gitu, sih?
Arby tidak tahu saja, bahwa anaknya sudah menyebarkan gosip tentang dirinya. Apa jadinya kalau dia tahu?
"Chiro mau makan apa?"
"Chiro mau steak, Mommy sama spageti udang."
"Ngomong-ngomong, sekolah lita rencanya mau mengadakan reoni lagi," Vian menyampaikan informasi yang dia dapat dari mantan seniornya.
"Lagi?" tanya Freya.
"Iya, sebelumnya memang pernah reoni di hotel."
"Hm, bisakah reoninya diadakan di sekolah saja?"
"Sekolah?"
"Iya, aku ingin melihat-lihat, siapa tahu saja merasakan suasana sekolah bisa membuat ingatanku kembali, kan?"
Mereka hanya mengangguk, dengan pikiran masing-masing apakah sebaiknya Freya memang harus mengingat semuanya atau tidak.
"Bagaimana kalau kapan-kapan kita berlibur bersama?" ajak Nuna.
"Boleh. Gimana kalau ke villa Arby saja, dinsana pasti sudah lebih bagus kan, Ar?" ceplos Marcell.
Suadana mendadak hening. Mereka jadi ingat villa yang dijadikan tempat rehabilitasi Freya dulu, tempat yang menjadi saksi bagaimana perjuangan mereka untuk membantu Freya terlepas dari kecanduan alkohol dan narkoba.
"Kenapa, kamu enggak mau mengajak kami, atau tidak ingin mengajakku?" tanya Freya ketus.
"Itu bukan punyaku, tapi punya kamu, Frey. Lagian di sana ...."
"Punya aku?"
"Iya, punya kamu. Salah satu hadiah pernikahan kita yang aku berikan untukmu."
"Kalau begitu apa boleh aku ke sana, aku hanya ingin melihat-lihat suasana baru saja."
"Ya sudah, kebetulan hari Jumat nanti tanggal merah, jadi kita bisa liburan selama tiga hari di sana."
__ADS_1
Memang ada baiknya mereka berlibur setelah sibuk bekerja.
"Frey, aku sudah nemu lahan untuk pabrik. Ada yang tanah kosong, ada juga pabrik kosong yang tidak terpakai karena perusahaan itu bangkrut. Kapan kamu ada waktu buat kita survei."
"Bagaimana kalau kamis saja?"
"Kamis kita ada rapat," potong Arby, dia tidak ingin membiarkan Freya berdua saja dengan Mico.
Mico tersenyum jahil, dia memang paling hobi membuat Arby kesal.
"Ya sudah, gimana kalau Jumat saja, nanti kita menyusul ke villa."
Arby mendelik kesal pada Mico, sedangkan Mico tersenyum mengejek. Padahal memang tidak ada meeting di hari Kamis antara Freya dan Arby.
.
.
.
Mereka menuju villa kamis malam agar tidak terkena macet. Libur tiga hari berturut-turut tentu akan menyebabkan kemacetan di jalan karena banyak yang berlibur.
Ngapain sih, dia ikut?
Arby memang selalu menganhgap saingan siapa saja pria yang dekat dengan Freya. Mereka pergi hanya menggunakan dua mobil saja, agar lebih terasa suasana liburannya.
Sesampainya di villa, waktu sudah menunjukkan pukul 23.45 malam. Tim cewek memilih satu kamar beramai-ramai, mengenang kebersamaan mereka saat Freya belum kecelakaan lalu kembali ke rumah orang tuanya.
Yaelah, mereka satu kamar, lagi. Kan aku jadi enggak punya alasan Chiro mau bobo di kamarnya dan aku juga harus ikut. Bisa dikeroyok masal, aku.
Erlang membaringkan Chiro di kamar dengan hati-hati. Untuk tim cowok sendiri mereka memilih kamar terpisah.
Melihat villa ini, ingatan Arby kembali ke beberapa tahun yang lalu. Salah satu masa terpuruk bukan hanya untuk Freya, tapi juga dirinya saat melihat Freya yang over dosis di kamar hotel lalu menjalani perawatan pibadi di villa ini selama berbulan-bulan.
Saat di villa ini juga, dia melihat Freya yang sangat kesakitan dan berteriak akibat sakit kepala.
Mungkin ada baiknya dia hilang ingatan, agar tak lagi mengingat masa-masa kelam itu. Cukup menjadi masa lalu. Yang penting dia tetaplah Freyaku, orang yang sama, yang telah mengandung anak-anakku.
Arby mengecup kening Chiro, malaikat kecilnya yang membuaynya selalu bertahan saat ditinggal oleh Freya.
Doakan daddy, semoga daddy dan mommy dapat kembali bersama, dan kita bertiga dapat berkumpul kembali. Terima kasih sudah hadir dalam kehidupan mommy dan daddy.
Erlang melihat jari manisnya, yang dipasang cincin pernikahan dia dan Freya. Baginya, kepergian Freya saat itu memang sedang liburan panjang saja, dan setelahnya dia akan kembali, pulang ke rumah yang seharusnya. Tempat dia dan Chiro menunggu dengan tangan terbuka.
__ADS_1
Tanpa sadar Arby tidur sambil memeluk Chiro. Wajahnya diliputi kebahagiaan karena memiliki anak setampan dan secerdas Chiro, apalagi wajahnya benar-benar perpaduan dia dan Freya, yang bisa mengisi rasa rindunya pada Freya.
Ercan ... selain memiliki arti pemberani, juga singkatan dari Erlangga Canaya.