
Freya melirik lima koper besar yang ada di hadapannya itu. Itu bukan barang-barang Arby dan Chiro, tapi barang-barang miliknya, Sachi, si kembar dan calon adik mereka. Lima koper tanpa pemiliknya yang akan Arby bawa kalau dia merindukan mereka itu, akhir ya batal dibawa.
Kenapa?
Karena akhirnya mereka semua akan ikut ke Jepang.
"Seharian packing barang, akhirnya enggak dibawa juga."
Arby hanya cengengesan saja mendengar perkataan Freya. Pria itu memang sangat rempong menurut Freya. Masing-masing satu koper besar sebagai pelepas rindu, ish!
Koper akhirnya ditinggal, orangnya yang dibawa. Hanya beberapa barang saja yang dibawa untuk kebutuhan di dalam pesawat.
"Sekalian kita bawa dokter ya, Yang. Nanti kalau kamu di jalan butuh dokter, aku bisa tenang."
"Kan aku juga dokter."
"Dokter kandungan, Yang."
"Selain saja kamu bikin rumah sakit di dalam pesawat."
"Ide yang bagus."
Freya melengos, sedangkan Arby memeluk Freya dari samping. Sachi, Ichi dan Ishi sudah bersiap dengan sangat tampan.
"Ayo Mom, Dad."
Ichi dan Ishi langsung minta digendong sama Arby, sedangkan Chiro dengan sigap menggendong Sachi.
__ADS_1
Mereka tiba di bandara, dan bersiap masuk ke dalam jet pribadi.
"Ayo Om, jalan-jalan," ucap Sachi.
Bukan hanya mereka saja yang ikut, tapi juga beberapa bodyguard termasuk Ti J.
Ti J yang belum pernah naik pesawat, langsung gemetaran. Mereka bertiga bergandengan tangan dengan mulut komat-kamit membaca doa.
"Kalian kenapa?" tanya Freya.
"Takut!" jawab mereka serempak.
Freya tersenyum, dia mengerti bagaimana perasaan Ti J.
"Ayo, anggap saja ini latihan awal kalian sebelum sering naik pesawat. Nanti kalau kalian sudah jadi orang sukses, kalian juga pasti akan sering bepergian ke mana-mana, kan."
"Ayo masuk," ucap Freya pada ketiganya.
Di dalam jet, anak-anak Arby sudah memilih posisi ternyaman mereka masing-masing. Sachi dan si kembar langsung mencari makanan. Ada satu tas besar yang isinya cemilan semua, yang tadi dibeli sepanjang perjalanan menuju bandara.
Ada cilok, bakso bakar, empek-empek, kue lupis, siomay, batagor ....
Arby sendir membawakan Freya rujak.
Makanan yang lain bisa dipesan di dalam jet.
"Ini kaya rumah, ya?" tanya Jan.
__ADS_1
"Kaya hotel," jawab Jun.
"Dingin banget, ya."
"Mommy, mau susu."
Untung saja Freya tidak lupa membawa susu yang banyak. Dia membuatkan untuk empat orang, yaitu Chiro, Sachi, Ichi dan Ishi.
"Mommy, mau cepageti."
"Mommy, mau naci oleng."
"Pesawat belum baik, loh. Tapi kalian sudah minta ini itu."
Sachi dan si kembar hanya menatap polos pada Arby.
"Lagi maca peltumbuhan, Daddy."
Berkat kerja bersama Freya dan Arby, Ti J jadi bisa masak masakan-masakan ala Western dan Asia. Mereka juga sekarang sudah terbiasa memakan makanan ito, yang awal-awalnya menurut mereka sangat aneh.
" iar kami saja yang membuatkannya, Tuan."
Ti J langsung pergi ke area dapur. Arby memeriksa tas kecilnya, memastikan vitamin untuk Freya tidak ketinggalan.
Sachi mendatangi Arby, dan menyuapkan makanan ke mulut Arby.
Pasti ada maunya, pikir Arby.
__ADS_1