
Anak-anak sedang melihat Freya yang memandikan Aileen, bahkan Sachi dan si kembar juga sudah sangat basah karena ketiganya begitu rusuh.
"Kalian bertiga sekalian mandi, biar daddy yang memandikan kalian."
Tadi malam mereka beberapa kali terbangun, karena Aileen yang haus dan popoknya basah.
Freya menyelimuti tubuh Aileen dengan handuk tebal yang sangat lembut. Begitu ketiganya selesai dimandikan oleh Arby, mereka langsung berebutan handuk Aileen.
"Jangan berebutan, kan kalian punya handuk masing-masing. Sama saja kok, handuknya."
Handuknya memang sama, tidak ada bedanya.
"Bukan karena beda, tapi memang mereka saja ingin memakai punya Aileen," ucap Freya.
"Anak-anak Daddy sudah cantik dan ganteng-ganteng. Chiro, kamu jaga Aileen, ya. Mommy mau masak dan Daddy mau mandi."
"Jangan kamu uang masak, Sayang. Kan ada asisten rumah tangga."
__ADS_1
"Gak apa, kan yang lain bukan aku yang mengerjakan."
"Jangan, biar aku saja. Aku hanya sebentar mandinya."
Tidak sampai lima menit Arby sudah selesai mandi, bahkan sudah memakai baju. Dia membuat makanan yang simpel saja untuk mereka. Arby membuatkan menu sehat untuk ibu menyusui.
💕💕💕
Tidak terasa sekarang si bungsu sudah berusia dua bulan. Tubuhnya gemuk dan padat.
"Aileen nanti jadi artis saja, ya. Cantik banget ini, masih bayi padahal."
Keluarga besar mereka begitu bahagia. Inilah yang mereka dambakan, berkumpul bersama anak menantu dan para cucu. Masa pensiun yang sangat membahagiakan dan tidak merasa kekurangan apa pun.
"Gak terasa ya, Yang, kita sudah punya lima anak. Nanti kalau Aileen sudah lebih besar, kita ajak liburan keluarga besar. Bagaimana kalau ke vila saja? Di sana udaranya sejuk dan cocok untuk anak-anak."
"Iya, di sana saja. Mau pergi jauh juga kasihan sama Aileen."
__ADS_1
Hidup Arby benar-benar terasa sangat bahagia. Dia tidak menyangka akan merasakan saat-saat seperti ini. Meskipun banyak perempuan yang mencoba menggoda dirinya dan mau saja dijadikan selingkuhan atau istri simpanan, tapi Arby menolak keras. Dia tidak bodoh, mengorbankan apa yang sudah sangat susah dia raih untuk kesenangan semu.
Arby juga sudah menyiapkan masa depan untuk anak-anaknya, agar tidak ada yang berebutan. Aileen, sebagai anak satu-satunya di rumah tangga Arby, sangat diharapkan memiliki bakat seni agar ada yang menuruni darah seni dari pihak mamanya Freya.
"Saham dan perusahaan akan diberikan untuk Aileen sebagai hadiah kelahirannya."
"Jangan berlebihan. Aku tidak mau Aileen menjadi gadis yang manja."
"Tidak dimanjakan. Yang lain kan juga sudah ada jatahnya masing-masing. Anak-anaknya sepupu-sepupu kamu juga sudah dikasih jatah, kok. Lagian kalau bukan untuk keturunan kita, buat siapa lagi. Kami selalu bersikap adil, entah itu anaknya siapa, laki-laki atau perempuan."
"Kalau ramai begini, rasanya ingin selalu kumpul keluarga, tapi tidak mungkin juga, ya. Kalian harus bekerja."
Arby menyuapi Freya makan, karena istirnya sedang menimang-nimang Aileen.
Didi dan TiJe juga membantu mengawasi anak-anak yang tidak bisa diam. Arby menyeka sudut matanya, merasa haru dengan semua ini. Mengucapkan syukur berkali-kali pun, rasanya masih tidak cukup untuk menunjukkan kebahagiaan dia. Pria itu mengecup pipi dan kening Freya. Juga mengecup bayi mungilnya.
Terima kasih atas kebahagiaan ini.
__ADS_1