
Arby, Freya dan Chiro sudah tiba lagi di Jakarta. Mereka langsung kembali ke mansion dengan badan lelah tapi hati gembira.
Ada lima mobil yang menjemput mereka, bukan karena banyak orang yang ingin menjemput, tapi karena banyak barang yang dibeli dari Jepang dan Yunani.
"Ribet banget jadi orang kaya ya, Beb. Pulang liburan saja harus pakai lima mobil," ucap Arby, antara lucu tapi juga menyebalkan.
Arby memangku Chiro yang tidur. Meskipun Chiro sidah berat, tapi dia tidak masalah. Bagi a, Chiro tetap saja bayi mungil kesayangannya. Ayah dan anak itu selalu sepaket, tidak bisa dijauhkan dengan jarak yang begitu jauh.
Arby menarik kepala Freya untuk bersandar di pundaknya, lalu memfoto. Membagikannya ke beberapa grup untuk membuat yang lain kesal.
Tentu saja ada grup khusus yang dibuat oleh mereka, yang namanya sangat menyebalkan di mata para pria.
LELAKI BUAYA DARAT VS DOKTER CINTA
Ini grup khusus untuk merayu. Yang satu bisa belajar dari yang lain. Niat awalnya sih begitu, tapi yang terjadi malah sebaliknya, yang satu merayu, yang lain jadi kompor. Anehnya, tidak ada yang membubarkan grup tidak jelas itu, atau keluar dengan kesadaran diri sendiri.
Arby mulai mengetik di grup itu.
__ADS_1
[Lihat, Freya nempel terus sama aku. Sepertinya kharismaku semakin besar saja.]
[Halah, paling juga kamu yang licik. Nanti ditinggal lagi oleh Freya, kamu yang kalang kabut,] balas Nuna.
[Ih, apaan sih Nun, sirik saja. Freya enggak mungkin pergi lagi dari aku.]
[Lah iya, kan nanti ada seminar di Belanda. SATU BULAN. Sukurinnnnnn!]
Chat dari para pria akhirnya bermunculan, mereka ikut kalang kabut. Mencari tahu berita dari yang Nuna katakan. Agam dan Marcell, yang juga seorang dokter, langsung dimarahi habis-habisan oleh para pria lainnya, karena tidak memberi tahu kabar itu.
[Enggak usah ribet, kita ikut saja ke Belanda. Jangan kaya orang susah yang enggak punya ongkos, deh!]
Arby memeluk dua kesayangannya itu. Masalah sekolah Chiro bisa diatur, yang penting mereka bertiga tetap bersama.
🍁🍁🍁
"Beb, kamu kenapa enggak bilang kalau ada seminar di Belanda, satu bulan, lagi!"
__ADS_1
"Aku lupa. Itu juga masih lama, sih."
Wajah Arby terus saja manyun.
"Jangan dimonyong-monyongin terus, dong. Kan aku jadi pengen nyium."
Arby malah semakin memonyongkan bibirnya. Dia malah senang kan, kalau dicium oleh Freya.
"Apa Daddy baru kena kutuk, jadi bibirnya panjang begitu?"
Arby langsung beralih ke Chiro, lalu mencium kening dan pipi anaknya itu, lalu menggelitiknya dengan kencang. Dia merasa gemas dengan anaknya yang suka sekali menghancurkan kemesraan dia dan Freya. Untung anak, kalau bukan, pasti sudah marahi habis-habisan.
Freya yang sudah terbiasa melihat tingkah ayah dan anak itu, hanya tertawa.
Kalau ada anak perempuan, pasti tambah ramai.
Freya yang sering melihat Radhi dan Raine, tentu saja jadi ingin memiliki anak perempuan juga. Melihat bagaimana Radhi yang selalu menjaga Raine.
__ADS_1
Jangan cemas, aku harus pandai-pandai bersyukur.
Entah kenapa Freya sering merasa cemas jika hanya memiliki satu anak saja. Dia sendiri juga bingung.