Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
196 Om Galak


__ADS_3

"Om, Om, kok cepi cih, di sini?"


"Iya, kan ubur-ubur sukanya tempat yang sepi."


"Om punya anak enggak, Om?"


"Enggak."


"Kacian. Pasti jomlo ya, kaya om Didi."


"Ni Om, aku kacih pelmen bial enggak cedih."


Ichi membagikan permen ke pria-pria itu.


"Ambil Om, kata mommy enggak boleh nolak lejeki."


Para pria itu akhirnya mengambil permen itu.


"Bilang makaci dulu Om, sebelum dimakan."


"Hm, makasih."


"Om, kan Ichi udah kacih pelmen. Cekalang Om beliin Ichi sama Ichi (Ishi) bulgel, ya."


"Iya, Om. Kata Mommy, kalau dikacih sama olang, kita halus balas budi."


"Beliin baco juga ya, Om."


"Belinya di lestolan, bial wow gitu."


Ketiga pria itu menepuk kening mereka. Kenapa kedua bocah ini bawel banget?


Cuma ngasih permen yang bungkusnya juga sudah lecek kok, minta balas budi. Mana yang diminta lebih mahal, lagi.


"Jangan banyak minta. Cepat ikut kami!"


Ichi dan Ishi langsung cemberut.


"Jon, jangan galak-galak, nanti kalau mereka nangis, kita juga yang repot."


"Om, pegel. Pijitin, dong."


"Ya ampuuuunnn, anak siapa sih ini, banyak banget tingkahnya!"

__ADS_1


"Lapal Om, mau mamam."


"Nyusahin banget sih ini bocah-bocah."


"Om galak. Kata daddy, cowok galak gak bakalan laku."


"Balikin aja ke orang tuanya sana!"


"Sembarangan, udah capek-capek dibawa ke sini, masa mau dibalikin. Belum dapat apa-apa ini, kita!"


"Masukin aja ke hutan!"


"Om, aku mau ee. Ayo Om, cebokin ya."


"Anjir. Dia kira gue bapaknya!"


"Buruan sana, anterin ke kamar mandi."


"Terus yang nyebokin siapa?"


"Ya elu, lah!"


Akhirnya pria yang dipanggil Jon itu membawa Ishi ke kamar mandi.


"Kamar mandi."


"Kok begini? Gak ada cowel (shower) sama batab (bathub). Kamal mandi aku mah, agus, Om. Gede!"


"Ya ya ya, terus aja pamer!"


"Ili ya, Om?"


"Ya ya ya."


"Kata mommy, jadi olang tuh, gak boleh ili, Om. Doca!"


Sepertinya aku mau taubat saja. Mau pensiun jadi penjahat.


Jon bernafas lega setelah selesai menjadi babby sitter Ishi.


"Mau minum cucu, Om."


"Kapan makannya, Om?"

__ADS_1


"Ini apa, cih? Kok kelas?"


Ichi menepuk-nepuk kasur yang dia bilang keras.


"Gini nih, kalau nyulik anak sultan!"


"Kenapa harus anak sultan yang kita culik?"


"Kalau bukan anak sultan, terus dari mana kita dapatkan uang tebusan? Mau ditebus pakai sayur?"


Ketiga pria itu malah sibuk berdebat, tidak sadar kalau Ichi memasukkan kepiting ke dalam kaos Jon.


Banyak kepiting yang Ichi dan Ishi tangkap. Rencananya mau mereka hadiahkan buat adik bayi.


"Aaaa, sakit!"


Jon menggeliatkan tubuhnya, merasa kesakitan di bagian belakang badannya.


"Kenapa, Jon?"


"Sakit, apaan sih ini yang gigit."


Satu nak kepiting jatuh dari dalam kaos Jon. Rasanya luar biasa. Cenat-cenut, lebih perih daripada diputusin mantan pas lagi sayang-sayangnya.


Kedua temannya lantas mencari obat untuk mengobati punggung Jon. Mereka melihat Ishi dan Ichi dengan sangar.


"Cabal Om, cabal. Kata daddy cowok cabal nanti istlinya cantik kaya mommy. Tapi tetap mommy Ichi yang paling cantik."


"Makan duyu Om, bial gak malah-malah mulu."


Di tempat Freya


"Bagaimana ini? Mereka nanti kalau kelaparan gimana? Kalau haus gimana?" Freya merasakan perutnya yang sedikit nyeri, tapi dia abaikan. Keadaan Ichi dan Ishi yang paling utama saat ini.


Arby juga sama khawatirnya. Seharusnya dia mengajak beberapa orang untuk berlibur bersama, agar si kembar tidak lepas dari pengawasan.


.


.


.


Aku tadi salah up. Cerita ini malah aku tulis di cerita yang lain, untung langsung sadar sebelum lulus review 🤭

__ADS_1


__ADS_2