Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
200 Kangen?


__ADS_3

Mobil ambulans akhirnya datang. Freya juga sudah meminta orang untuk membawa berbagai macam obat dan alat medis. Nanti dia berencana bicara dengan pengurus desa mengenai fasilitas kesehatan di tempat ini.


Hati Freya tergerak untuk membantu orang-orang susah, bukan hanya mengobati mereka yang berduit dan bisa mengeluarkan uang dengan cepat untuk mendapatkan riang VVIP.


Arby tidak akan melarang, justru merasa kagum dengan Freya dan sahabat-sahabatnya. Sejak menjadi dokter, Marcell juga sudah lebih mengerti keinginan kedua orang tuanya yang ingin dia menjadi seorang dokter, tidak lagi merasa terbebani.


"Ck, saya jadi bingung. Harus merasa senang, malu, terharu atau apa ini ...."


"Maksudnya?" tanya Freya ada salah satu pengurus desa.


"Karena Ti J sudah menculik anak-anak ini, tapi kerena itu juga, klinik di sini jadi mendapat perhatian dari orang kota ...."


"Benar, jadi berterima kasihlah pada kami bertiga," ucap Jun.


"Sembarangan, tetap saja kalian ini sudah menculik anak-anak saya!" ucap Arby, masih ketus.


Gara-gara si kembar hilang, Freya sampai enggak mau makan minum, tidak mau tidur juga.


"Bawa mereka kantor polisi, Pak!" ucap Arby.


Jan, Jon, Jun akhirnya dibawa juga. Bari satu langkah, si kembar sudah berdiri di depan mereka.


"Ini Om, buat kenang-kenangan." Ichi memberikan kepiting yang kemarin mereka tangkap.


"Ni juga, buat bekel." Ishi memberikan permen.


"Om mau ngacih apa buat kita? Kan halus balas budi."


"Ck, dengerin nasehat om, ya. Lain kali, kalau ada orang yang enggak dikenal ngajak jalan, jangan mau."


"Dikasih permen buat ikut, juga jangan mau."


"Pokoknya dikasih apa-apa jangan mau, Kabir saja langsung. Minta tolong."


"Gigit tangannya."

__ADS_1


"Tendang kakinya."


"Colok matanya."


Yang lain saling pandang.


Apa ini nasihat dari seorang penculik yang gagal? Kaya lagi memberi pelatihan pada calon korban.


"Iya."


"Belalti balikin cini Om, pelmennya."


"Kepitingnya juga."


"Kok gitu?"


"Kan gak boleh nelima pembelian olang lain."


Ti J mendengus


"Cukul (syukur) deh, nanti kalau mamamnya kita balikin ...."


"Tunggu kita ee dulu ya, Om."


"Jorok, woy."


"Ayolah Pak, sekarang saja kita ke kantor polisnya," ucap Jon.


Miko menahan tawa, dikira gampang ngadepin hasil kecebongnya Arby?


Mereka akhirnya juga ikut kembali ke kota. Freya dsn anak-anaknya tidur di dalam mobil. Mereka semua memakai supir karena tidak ada yang tidur semalaman.


Malam harinya mereka tiba di rumah. Freya menggantikan baju si kembar, melihat yang mereka pakai itu baju baru, meski bukan pakaian bermerek.


"Ini dari mana?"

__ADS_1


"Di kacih om, beli di pacal."


"Makan apa saja di sana?"


"Malamnya makan mie goyeng."


"Paginya makan enak-enak."


"Kalian dipukul, enggak?"


"Nyamuk Mom, yang dipukul. Gangguin kita mau tidul."


"Cama ngipas-ngipas pake kaldus."


Di lain tempat


Jan, Jon, Jun merasa aneh.


Malam sebelumnya mereka merasa sangat ramai. Ada saja celotehan yang mereka dengar.


"Aneh enggak, sih?"


"Berasa separuh hatiku pergi."


Jan dan Jon mendengus mendengar perkataan Jun, tapi memang iya, berasa ada yang hampa.


"Ck, si kembar lagi apa, ya?"


"Sudah makan belum, ya?"


"Lah, kenapa kita yang berasa jadi bapaknya?"


"Apa begini ya, perasaan kedua orang tuanya saat mereka menghilang?"


Ketiganya menghela nafas.

__ADS_1


"Mereka kangen kita gak, ya?"


__ADS_2