
Dia lalu memandang Freya, yang wajahnya juga mirip dengan Chiro. Dia memang keturunan Indonesia, tapi sudah lama meninggalkan negara itu, jadi tidak tahu tentang berita yang ada.
Dia sudah lama menyukai Arby, sejak pertama kali bertemu dengan pria itu di kampus.
"Ini istri dan anakku, jangan ganggu kami!"
Arby langsung menggandeng Freya dan Chiro, tidak perlu berbasa-basi pada perempuan itu, yang bisa saja menjadi salah satu pengacau dalam rumah tangganya nanti.
Aku tidak mau membuat Freya salah paham dan membuat dia pergi lagi. Chiro pasti akan ikut dengan Freya, dan tamatlah riwayatku, belum punya baby lagi.
Perempuan itu, yang bernama Akiko Ariana, menghentakkan kakinya.
Mana ada laki-laki yang bisa menolakku.
Freya diam saja, banyak yang dia tidak tahu. Apa dulu begitu banyak perempuan yang menyukai Arby? Kalau memang iya, dia kan jadi punya kerja tambahan, yaitu menyingkirkan para pelajar itu yang mungkin sedang menyusun banyak strategi.
"Dulu, banyak perempuan yang menyukai kamu?"
"Iya dong, aku kan ganteng, kaya, terkenal. Ya kali yang suka sedikit?"
Jujur sih jujur, tapi enggak usah narsis juga, kali.
"Kamu juga disukai banyak pria. Bikin aku sewot mulu. Belum tahu saja mereka siapa tandingan mereka. Untung aku enggak suka pamer, kalau enggak, pasti mereka mundur duluan sebelum berperang, tuh."
Setengah jujur, setengah ngibul. Mereka mundur bukan karena takut kalah saing dengan Arby, tapi memang karena Freya yang terlalu cuek, mereka jadi merasa sendiri kalau sudah ditolak.
"Mendapatkan hati kamu itu susah, mempertahankan lebih susah lagi. Tapi ternyata, ada lagi yang jauh ... jauh lebih susah!"
__ADS_1
"Apa?"
"Membuat aku melupakan kamu."
"Aahhh, kamu mah gombal. So sweet banget sih, suami siapa sih, ini?"
"Suaminya Freya Cahaya Zanuar." Arby menusuk-nusuk pipi Freya yang putih mulus itu itu dengan telunjuknya.
"Daddy sudah puas belum, gombalin mommy? Lupa sama anak yang lagi nahan lapar!"
Keromantisan dadakan itu langsung buyar, disebabkan oleh mereka sendiri.
Seharusnya aku juga mengajak yang lain ke sini, untuk menjaga Chiro.
Mereka memasuki restoran sushi.
"Erlangga!"
Mereka melihat Arby yang menggandeng seorang anak kecil berwajah tampan, dan seorang perempuan berwajah cantik.
Salah satu dari mereka memperhatikan Freya dengan intens.
"Kamu Naya, kan?"
"Maaf?"
"Kamu Naya, kan? Temannya Monic?"
__ADS_1
"Iya."
"Apa kabar, Nay? Gimana kabar Monic, Zilda, Letta dan Rei?"
"Baik."
Freya masih berpikir, siapa orang ini. Arby, yang mendengar Takashi memanggil Freya dengan nama Naya, begitu juga dengan nama Monic, Letta dan Zilda, isa menebak kalau mereka kenal setelah para perempuan itu ada di Inggris. Tapi kenal dari mana?
"Kamu masih ingat aku? Aku Takashi, teman Steve."
Oke, Arby mulai paham. Pasti Steve yang mengenalkan mereka.
"Maaf Steve, aku sudah lupa. Aku mengalami kecelakaan dan hilang ingatan."
"Oh, aku turut menyesal. Tapi kamu sudah baik-baik saja, kan?"
"Kamu siapanya Erlangga?"
"Ini istri dan anakku."
Mereka diam. Memang di antara mereka, sudah mendengar berita kalau Erlangga sudah menikah. Mereka juga sempat mendengar gosip lama, kalau Erlangga menikah saat masih sekolah, dan anaknya sudah sebesar ini.
Pantas saja Erlang dulu tidak mau berkencan dengan perempuan mana pun, ternyata istrinya secantik ini.
.
.
__ADS_1
.
Baca cerita Jodoh Untukknya, ya, karena ceritanya nyambung. Aku aja kadang suka lupa, lagi nulis cerita Jarak, Mother, atau Jodoh Untuknya, suka ketukar-tukar𤣠karena memang saling berhubungan.