Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
155 Chat Tengah Malam


__ADS_3

Malam sekali Freya terbangun dari tidurnya. Dia sangat ingin makan nasi liwet dengan ikan asin, sambal terasi dan sate padang.


"By, bangun, aku mau makan."


"Hmm?"


"Aku mau makan."


"Makan apa?"


"Aku mau nasi liwet, ikan asin, sambal terasi sama sate padang. Sama pisang goreng, dan singkong rebus."


Arby lalu memberikan ponselnya pada Freya. Freya lalu menerima ponsel itu dan menulis di sebuah grup.


[Woy, bangun kalian semua. My baby mau makan. Kalian yang masak ya. Jangan lama-lama, karena aku tidak sanggup menunggu kalian lebih lama lagi🥺. Apa kalian tahu bagaimana rasanya menunggu?😔 Menunggu itu berat 😤dan lelah 😠. Setiap detik yang aku lewatkan dengan menanti, adalah kesia-siaan yang menyakitkan😭.]


[Ngomong-ngomong, aku mau makan nasi liwet, ikan asin, sambal terasi, sate padang, pisang goreng, singkong rebus. Dan aku pengen topingnya ada ayam bakar, ya🤗]


"Kamu udah bilang belum, Yang? Kenapa nulisnya lama banget? Jangan nanya mereka mimpi apaan, pasti enggak akan di jawab, karena tidak sanggup menahan malu."


Freya lalu memberikan ponsel itu pada Arby, dan Arby membacanya sambil mengerutkan kening.


"Kamu lagi bikin puisi?"


"Enggak, hanya lagi curhat."


Kedua orang tidak punya hati itu hanya tertawa. Sedangkan di tempat lain, yang lain merasa sedang mimpi horor saat membaca pesan itu.


Ikmal keluar dari grup


Vian keluar dari grup

__ADS_1


Marcell keluar dari grup


Marva keluar dari grup


Mico memasukkan Ikmal, Vian, Marva dan Marcell ke dalam grup


Agam sendiri bingung, kenapa dia harus dilibatkan dalam semua ini? Dia ini dokter dan pengusaha, bukan juru masak.


Arby sedang mengetik ....


Membuat jantung mereka berdetak kencang.


[Bawakan parcel yang isinya:


cemilan untuk Chiro,


buah-buahan yang berawalan S lima jenis,


Kue basah sepuluh jenis.]


[Kenapa kamu menyabotase ponsel Arby?]


[Enggak disabotase juga, mereka berdua memang enggak punya akhlak.]


[Padahal kita enggak ikut patungan bikin anak, loh🙄]


[Semoga anaknya nanti mirip aku, karena aku yang sudah berjuang memenuhi ngidam emaknya.]


[Enak saja, mirip aku, lah!]


[Ck, mana mungkin mirip kalian, sudah pasti dia mirip aku!]

__ADS_1


[Ya sudah, anaknya mirip kita semua. Jangan sampai perempuan satu ini menghancurian persaudaraan kita.]


[Setuju, jadi dia anak siapa?]


[Anak kita, Arby mah hanya ayah kontrak saja.]


[Ho'oh. Nanti kalau masa kontraknya habis, dia merana.]


[Merana apaan, dia pasti bikin yang baru.]


Dan kita ....


[Kita jadi baby sitter lagi.]


[Nooooo ... pokoknya besok aku mau nikah saja.]


[Ayo kita nikah masal, nanti punya anak barengan, terus Arby yang ngurusin.]


[Berisik kalian. Justru aku ingin berbagi kebahagiaan dengan kehamilan my bebeb. Aku ingin kalian juga ikut merasakan apa yang aku rasakan. Baik banget kan, aku?]


[Cih, waktu bikin enggak ngajak-ngajak. Apanya yang berbagi kebahagiaan!]


[Lah, kan aku sudah ngajak kalian ikut ke hotel dan bulan madu.]


[Iya, tapi buat jagain Chiro.]


[Ya anggap saja kalian lagi berbuat kebaikan pada pabrik sabun, karena kalian membeli banyak produk mereka😋]


Freya lalu merebut ponsel Arby, dan melakukan voice note.


"Kalian para pria jomblo yang tidak tahu apa artinya menunggu. Kalau enggak datang juga, nanti aku ganti botol sabun kalian dengan oli!"

__ADS_1


"Kalau soal sabun, kalian jangan khawatir. Aku baru saja membelikan Chiro sabun aroma strawberry. Samponya juga ada, aroma apel"


"Dan karena kalian lama datangnya, aku mau kue pukis dan kue lupis juga."


__ADS_2