Jarak (Dikejar Hot Duda)

Jarak (Dikejar Hot Duda)
195 Ubur-ubur


__ADS_3

"By, aku mau es kelapa."


"Tunggu, ya." Arby lalu menuju penjual kepala yang cukup jauh dari posisi saat ini.


"Mommy, aku mau bola lumba-lumba," rengek Sachi.


"Tunggu, ya. Mommy ambil dulu di dalam mobil."


Sementara Arby membeli es kelapa, Freya menuju mobil, Chiro sibuk mengejar Sachi yang berlari ke sana ke mari.


"Kita cali ubul-ubul, yuk."


"Ayo."


Si kembar, tanpa pengawasan, pergi begitu saja mencari ubur-ubur, seperti yang pernah mereka lihat di kartun televisi.


Arby datang dengan salah seorang pedagang es kelapa, membawa lima biji kelapa.


"Beb? Anak-anak?"


"Daddy, Sachi enggak mau diam, nih." Chiro menggendong Sachi yang menggeliat dalam pelukannya. Tidak lama kemudian Freya datang sambil membawa tiga bola.


"Si kembar mana, Beb?"


"Loh, tadi kan di sini sama yang lain."


"Apa? Tapi sekarang enggak ada."


Freya melempar begit saja ketiga bola itu. Dia berlari ke sana ke mari mencari si kembar.

__ADS_1


"Jangan lari, kamu lagi hamil."


"Si kembar ke mana?" Suara Freya sudah terdengar bergetar.


"Kamu tunggu di sini, biar aku yang cari. Chiro, Sachi, tunggu di sini ya, jagain mommy."


Arby lalu menghubungi petugas pantai untuk membantu mencari si kembar.


Sementara itu


Ichi dan Ishi yang mencari ubur-ubur, malah menemukan kepiting kecil.


"Ada tingting, ayo tangkap buat Mommy."


"Adik-adik kecil, lagi nyari ubur-ubur, ya?"


"Iya."


"Benalan banyak ubul-ubul?"


"Iya, dong. Masa om bohong, sih. Yuk, ikut."


Si kembar akhirnya mengikuti orang itu, tetapi sebelumnya mengambil kepiting lebih dulu.


Kembali ke Freya.


Arby menghubungi yang lain, memberi tahu kalau si kembar hilang di pantai. Mereka semua akhirnya pergi ke pantai itu dengan cepat. Freya sudah beberapa kali pingsan, membaut Arby semakin cemas. Celas.akan Freya, juga cemas dengan si kembar.


Berkat kekuasaan yang dimiliki, keluarga besar mereka bisa sampai ke lantai dengan cepat. Polisi juga sudah ada.

__ADS_1


"Babai ini, kenapa si kembar tidak ada di mana-mana? Bu, mereka tidak mungkin tenggelam, kan?"


"Enggak, Yang."


Di mulut bilang enggak, tapi di dalam hati juga takut kalau itu memang benar.


"Apa di culik? Gimana kalau mereka kenapa-kenapa? Kenapa belum ada kabar juga?"


Mico sudah memerintahkan anak buahnya untuk menelusuri pantai. Mencari ke daerah-daerah sekitar, memeriksa CCTV, dan bertanya pada orang-orang.


Orang-orang itu tentu saja menarik perhatian para pengunjung pantai. Mobil yang akan keluar dari area pantai diperiksa dengan teliti. Mereka disuruh keluar dari dalam mobil, memeriksa bagasi dan kotak atau pun koper.


Semua pintu tol juga tidak lepas dari pemeriksaan.


"Kenapa belum ada kabar?" Arby berusaha menenangkan Freya.


"Maafkan Chiro, seharusnya Chiro bisa menjaga Ichi dan Ishi."


"Bukan salah Chiro. Mommy yang salah."


"Bukan salah kalian, Daddy yang salah."


Mereka saling menyalahkan diri sendiri.


"Kita pasti akan menemukan mereka," ucap Marva.


"Vian dan yang lain juga masih mencari. Semua akses ke luar kota juga sudah dijaga."


"Tapi bagaimana kalau ...."

__ADS_1


"Jangan pesimis!"


Masalah seperti ini tentu saja membuat Freya berpikir macam-macam, terutama hal yang buruk-buruk. Soal sih yang masih bisa tenang saja bila anaknya hilang, apalagi ini dua sekaligus.


__ADS_2