
"Kita jemput anak-anak, yuk."
"Baru jam sepuluh."
"Aku kangen sama mereka."
"Iya, deh."
Bagaimana bisa Arby jauh dari anak-anaknya, baru segini saja dia sudah kangen berat. Begitu mereka tiba di sekolah anak-anak, mereka langsung meringis melihat si kembar sudah tidur berantakan di atas matras kelas.
"Gendong Ichi dan Ishi," ucap Arby pada salah satu bodyguard.
"Baik, Tuan."
"Maaf ya, Bu. Mereka malah tidur di kelas."
"Tidak apa-apa, Nyonya."
Arby mengusap kepala Sachi yang masih nyenyak tidur. Arby akhirnya menyuruh salah satu bodyguard untuk menaksir supir, agar bisa menjaga ketiga anaknya yang tidur.
"Daddy?" gumam Ishi.
"Ya, Sayang? Ngantuk, ya? Tidur lagi, ya."
Arby menepuk-nepuk pelan Ishi, hingga anak itu kembali terlelap.
Tujuan utama Arby dan Freya memasukkan mereka ke taman bermain bukan untuk belajar, tapi agar anak-anak mereka memiliki banyak teman seusia mereka, tapi ini malah tidur.
Belajar bisa di mana saja, bahkan di rumah, Chiro selalu mengajari adik-adiknya. Untung saja anak-anak mereka memang cerdas.
Mereka lalu kembali ke mansion, menidurkan ketiga anak itu.
"Chiro aku saja yang jemput nanti."
"Kamu enggak kerja?"
"Kerja di rumah saja, lah. Nanti tinggal menghubungi Steven atau Didi. Enggak ada rapat, ini."
"Ya sudah."
Freya lalu mengganti bajunya dengan pakaian santai. Dia hanya pergi ke rumah sakit sebentar saja tadi, karena Arby melarangnya terlalu sibuk.
__ADS_1
Arby pergi ke dapur untuk memotongkan buah untuk Freya. Tadi di jalan, Freya minta buah naga dan melon.
"Kapan jadwal pemeriksaan kandungan?"
"Masih minggu depan."
"Mommy, Daddy," teriak Ichi dan Ishi.
Arby langsung berlari ke kamar.
"Sudah pada bangun, ya? Ayo cuci muka dulu."
Arby menuntun ketiganya untuk mencuci muka.
"Ko kita di rumah? Jangan-jangan tadi kita dibawa sama pesawat, helikopter dan burung, ya?" tanya Sachi.
Sachi ingat tadi mereka bertiga menggambar itu.
"Tadi Daddy dan mommy yang menjemput kalian. Ayo turun, ada mommy di bawah."
Mereka bertiga langsung memeluk Freya dengan manja.
"Sudah sama mommy, daddy jadi dicuekin."
"Abang mana, Abang?"
"Abang masih sekolah."
"Tadi kalian di sekolah ngapain?"
"Mamam."
"Enggak belajar?"
"Enggak. Bu guru nyuruh gambar, tapi bosan."
"Bosan? Memangnya kalian maunya apa, kalau enggak menggambar?"
"Mau meeting aja sama Daddy."
Arby mendengus, sedangkan Freya tertawa pelan.
__ADS_1
"Kan enak di sekolah, punya banyak teman."
"Kaya abang, ya? Sekolah terus punya banyak teman?"
"Iya. Besok sekolah lagi, ya. Nanti mommy buatkan bekal yang enak untuk anak-anak mommy ini."
"Bawa bulgel ya, Mom?"
"Oke."
"Bawa susu yang banyak."
"Bawa picang juga."
Mau sekolah atau mau piknik?
Freya mencium anaknya satu persatu. Arby lalu dengan cepat mendekatkan wajahnya, kan gak mau rugi.
"Aw!" ringis Arby, karena si kembar menggigit pipinya.
Arby langsung memangku di kembar dan menggelitik mereka. Sachi malah menggelayut di leher Arby.
Freya tertawa melihat tingkah keempatnya. Perut Freya bahkan ikut bergerak karena tendangan calon anak mereka.
"Sudah, kasihan itu anak-anak. Nanti ngompol, loh."
Tawa si kembar tidak juga berhenti. Arby lalu memeluk ketiga anaknya itu, merasa gemas dengan mereka.
Tiba-tiba saja pahanya terasa basah.
"Ya ampun, kalian ngompolin Daddy."
.
.
.
.
__ADS_1
Baca ceritaku terbaruku ya, kak😃
Follow juga akunku, biar langsung dapat info cerita terbaru😀